OUR NEWS
  • Post date: Wednesday, 4 October, 2023 - 11:48
    Isi:

    Tim Robot Terbang Dreamagination Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali raih prestasi pada kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 dengan tuan rumah Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung dengan berhasil meraih 5 kejuaraan. Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 yang diselenggarakan pada (22-26/09/2023) oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

    Robot Terbang Dreamagination UNY terbagi 3 divisi dan lima sub divisi yang mengikuti perlombaan di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2023. Divisi tersebut antara lain Racing Plane, Vertical Take Off And Landing (VTOL) dan Technology Development. Sub divisi itu di antaranya yaitu Airframe Innovation, Flight Controller Development, Propulsion System Development ESC/ECU, Propulsion System Development Propeller dan Ground Control Station (GCS)

    Prestasi yang diraih oleh Robot Terbang Dreamagination UNY yaitu Juara 1 Racing Plane, Juara 2 Propulsion System Development (ESC/ECU), Juara Harapan 1 Airframe Innovation, Juara Harapan 1 Ground Control Station (GCS) dan Juara Harapan 1 Flight Controller (FC).

    Tim Robot Terbang Dreamagination UNY ini merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai Fakultas di UNY terutama dari Fakultas Teknik dan Fakultas Vokasi. Selain itu juga ada dari FMIPA dan FIPP. Fakultas Vokasi dalam tim robot terbang berasal dari prodi D-IV Teknik Elektronika, D-IV Teknik Elektro dan D-IV Teknik Sipil.

    Tim Racing Plane (Rejection) beranggotakan Abdul Zaid Fatullah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Evandra Aryadinatha dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Hafidz Rafli Fadhillah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Ilham Ananta Baharudin dari prodi Teknik Elektro, Johannes Arya Bhima Sena dari prodi Teknik Manufaktur, Muhammad Arya Widiantoro dari prodi Teknik Manufaktur, Nurud Afifah dari prodi D4 Teknik Elektronika, Sema Auria Amanda Saputri dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Azizah Hadiyyatil Maula dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Indra Kurniawan dari prodi Teknik Elektro,Nyi Ajeng Sri Widara Wulan dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Yuwono Indro Hatmojo, S.Pd., M.Eng. dengan tema pesawat yaitu “F.A.T (Fast And on Track)”

    Tim Az-Zawra Biantara pada sub divisi Propulsion ESC beranggotakan, Edra Jayeng Katon dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Bayu Angga Rahadi dari prodi D4 Teknik Elektronika, Rohan Septi Salmanda dari prodi Teknik Elektro, Bagus Rian Maulana dari prodi Pendidikan Teknil Elektronika, Muhammad Rizqulloh Akbar dari prodi Teknik Elektro, Anggun Nur Azizah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Runny Indo Saputri dari prodi Fisika, Derizqiadi Thoriq dari prodi D4 Teknik Elektronika dengan dosen pembimbing Nurman Setiawan, M.Eng. dan Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. Inovasi yang dibuat yaitu Intelligent Electronic Speed Controller dengan dukungan AIoT.

    Sub divisi Airframe Innovation beranggotakan, Ikhlasul Amal Romadhoni dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Akbar Arrazaq dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Alfino Hokkey Ramadhani dari prodi Teknik Manufaktur, Pius Calfin Alfian Nugroho dari prodi Teknik Manufaktur, Muhammad Iqbal Alfariz dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Dzikra Nura Dien dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Sasa Andhika dari prodi D4 Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Rohjai Badarudin, M.Pd. dan Dr. Ir. Mujiyono, M.T., IPU. Inovasi yang dibuat yaitu Pesawat Flywing Berbahan Komposit Serat Rami.

    Sub divisi Flight Controller Development beranggotakan, Ahmad Nurdin Santosa dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Aldhi Febrianto dari prodi D4 Teknik Elektronika, Furqon Taufiq Hidayat dari prodi Teknik Elektro, Raihan Haikal Abrar dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Charly Ridhwan Manurung dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Laurentius Gabriel dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Ricovaldo Dzika Susilo dari prodi D4 Teknik Sipil, Alfian Yudisurya dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Rahmah Rizky Rufaidah dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. Inovasi yang dibuat Flight Controller Autonomous dengan kendali LQR-JST yang Robust And Adaptif Control

    Sub divisi Ground Control Station terdiri dari Fathi Muhammad Nawa dari prodi Teknologi Informasi, Damar Albaribin Syamsu dari prodi Pendidikan Teknik Informatika, Khoirul Muttaqin dari prodi Pendidikan Sejarah, Surya Agung Saputra dari prodi Pendidikan Teknik Informatika, Akhil Oktanto dari prodi D4 Teknik Elektronika, Andi Prasetyo dari prodi D4 Teknik Elektronika, Nurani Rosyid dari prodi Pendidikan Akuntansi dan Ayuni Nawangsih Aspurianto dari Pendidikan Luar Biasa dengan dosen pembimbing Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. dan Ardy Seto Priambodo, S.T., M.Eng. Inovasi yang dibuat adalah Cloud Base Ground Control Station (GCS)

    Menurut salah satu tim, Indra Kurniawan menyampaikan bahwa tim telah mempersiapkan secara matang untuk perlombaan KRTI selama kurun waktu 6 bulan. Persiapan dimulai dari bulan April-Agustus, dan persiapan tingkat nasional bulan September. “Selama kurang lebih 6 bulan kami berusaha untuk memaksimalkan waktu dalam membuat inovasi di bidang teknologi objek tanpa awak dan mulai merancang wahana dengan sangat teliti” ucap Indra Kurniawan.

    “Pada Technology Development kami merancang inovasi yang dapat digunakan untuk divisi sehingga saling berkaitan, seperti flight controller yang dapat digunakan oleh tim Propulsion ESC, kemudian alat GCS yang dapat digunakan oleh tim Propulsion ESC dan bahan serat rami yang digunakan oleh tim Airframe dapat digunakan oleh keseluruhan tim serta serat rami yang dibuat oleh tim Propulsion Propeller dapat digunakan oleh keseluruhan tim dengan mempertimbangkan ketahanan pada kerusakan pada pesawat” imbuh Aldhi Febrianto selaku ketua tim Az-Zawra Biantara

    “Tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada segenap dosen pembimbing atas support dan dukungannya. dengan hasil ini menjadi modal bagi kami untuk tahun depan dapat meningkatkan performa pada ajang kompetisi nasional maupun internasional, harap Aldhi. (Ayuni N./Tha)

  • Post date: Monday, 2 October, 2023 - 16:23
    Isi:

    Lulusan dari vokasi tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki karakter yang kuat. Lulusan vokasi seyogyanya memiliki tiga sinergi antara tool set, skill set dan mind set. Setelah lulus mahasiswa Vokasi bisa berkiprah di dunia industri. Mahasiswa dapat terus berinovasi menghasilkan sesuatu yang baru. Tidak hanya membuat produk, tapi juga dapat ‘membangun’ sumber daya untuk menciptakan produk. “Teruslah menanamkan dalam diri kita, pola pikir untuk menjadi key player dalam setiap kesempatan yang ada. Terus bertumbuh dengan passion yang kita punya. Karena Passion merupakan salah satu kunci dalam menggapai kesuksesan.”ungkap Dr. Muhammad Aditya Warman, S.Psi., MBA, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sebagai narasumber pada Seminar Nasional Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta yang di Gedung Imam Barnadib lantai 7, Gedung Sekolah Pascasarjana UNY baru baru ini. Seminar nasional vokasi UNY ini mengambil tema “Sinergitas Pendidikan Vokasi dan Industri: Kolaborasi untuk Vokasi Hebat, Ekonomi Kuat.”

    Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya, Prof. Dr. Edi Purwanto, M.Pd. menyampaikan seminar nasional ini menjadi penting mengingat tantangan global seperti revolusi industri 4.0 yang telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Perubahan teknologi dan proses produksi yang cepat membuthkan tenaga kerja yang adaptif, memiliki ketrampilan teknis dan interpersonal yang kuat. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA)

    Seperti halnya yang disampaikan oleh pemateri selanjutnya, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Filipina bahwa tujuan pendidikan vokasi adalah untuk mempersiapkan individu untuk memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan dan siap digunakan. “Hal tersebut perlu dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pendidikan vokasi yang secara terus menerus mengembangkan kemitraan dengan industr, kurikulum yang relevan, pengajar yang berkualitas, sarana dan fasilitas yang memadai, evaluasi dan umpan balik serta pemantuan pasar kerja.”, imbuh Aisyah.

    Pada kesempatan ini turut hadir juga sebagai narasumber, Ditta Yuningtrias, CEIP, CTWM, CSE selaku pengusaha eksporter yang menjelaskan bahwa lulusan vokasi mendapat perhatian khusus dari banyak kalangan untuk bisa berkontribusi lebih besar bagi ekonomi. Pendidikan vokasi diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi antara vokasi dan industri akan mampu memunculkan inovasi ataupun produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi yang baik ini dapat memberikan atmosfer positif kepada mahasiswa untuk merasakan dunia kerja yang berpengaruh terhadap penguatan karakter dalam memprediksi dunia kerja, harap Ditta.

    Pada kegiatan seminar ini juga dilaksanakan serangkaian acara penandatangan 50 kerjasama/MoA (Memorandum Of Agreement) dengan mitra dunia kerja dunia indutri. Baik kerjasama dalam bidang rumpun ilmu keteknikan, ekonomi bisnis dan olahraga kesehatan.

    Seminar nasional ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa baik secara luring maupun daring. Peserta yang mengikuti seminar secara luring sebanyak 400 dan secara daring melalui zoom meeting sebanyak kurang lebih 1000 peserta. (Tha)

  • Post date: Friday, 29 September, 2023 - 08:03
    Isi:

    Fakultas Vokasi UNY ikut berpartisipasi dalam peluncuran pelaksanaan Ekosistem Kemitraan antara Pendidikan Vokasi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan Pemerintah Daerah Yogyakarta yang diselenggarakan baru baru ini di Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Sekolah Vokasi UGM dan Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya (AKNSB). Ketiga PTV tersebut merukan tim konsorsium Ekosistem kemitraan untuk Daerah Yogyakarta.

    Kegiatan ini menampilkan narasumber yang menilik berbagai topik pemasalahan didaerah, trend, dan daya dukungnya. Melalui diskusi interaktif dengan beberapa narasumber antara lain Robby Kusumaharta (Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY), Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng. (Kepala Disnaker DIY), dan Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd. (Kepala Disdikpora DIY).

    Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah merupakan program riset yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud Ristek melalui pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini mengacu pada grand design riset pengembangan daerah melalui potensi dan keunggulan daerah serta agenda prioritas pembangunan daerah yang dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun.

    Program ini bertujuan untuk mensinergikan kemitraan dan penyelarasan antar Pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan daerah untuk menghasilkan policy brief yang berisi workforce planning dan innovation planning. Hal ini untuk memberi gambaran tentang klaster inovasi berbasis potensi atau kebutuhan daerah dan untuk menghasilkan inovasi baik dalam bentuk model/sistem/produk/desain yang dibutuhkan bagi pengembangan sector prioritas daerah.

    Menurut, Dr. Tri Hadi Karyono, M.Or, selaku tim periset dari Fakultas Vokasi bahwa program ini merupakan bagian dari ikut serta Fakultas Vokasi dalam bersinergi dan berkolaborasi dengan (DUDI) dan pengembangan agenda prioritas daerah.

    “Vokasi sebagai pencetak lulusan yang terampil, profesioal dan siap untuk berkiprah di dunia usaha dunia industri (DUDI) diharapkan dapat ikut andil dalam menciptakan kualitas SDM yang unggul. Hal ini selaras sinergi “Pentahelix antara Perguruan Tinggi-Pemerintah Daerah- DUDI- Media dan Komunitas untuk dapat mendorong mendorong inovasi sesuai dengan potensi daerah dan keberadaan tenaga kerja yang unggul dan kompeten dari pendidikan vokasi. “ imbuh Tri Hadi.

  • Post date: Wednesday, 27 September, 2023 - 09:22
    Isi:

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi menggelar kegiatan Vokasi Muda Berdaya" di Dusun Pringombo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, selama tiga hari dua malam, 22-24 September 2023. Kegiatan ini merupakan program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM FV Universitas Yogyakarta. Menurut Raihan, Ketua pelaksana Vokasi Muda Berdaya BEM KM FV kegiatan ini di bertujuan memberikan kontribusi postif dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pembekalan ilmu, membangun jiwa kepekaan dan kepedulian sosial masyarakat di Dusun Pringombo dengan bantuan dari relawan para mahasisa Fakultas Vokasi.

    “Kegiatan memberikan pengalaman berharga bagi kami mahasiswa untuk belajar lebih banyak tentang kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan mengembangkan empati serta jiwa sosial yang tinggi.”imbuh Raihan.

    Dalam sesi seminar entrepreunership, Kurniawan Fahmi, Ketua KSPPS BMT Dana Insani bahwa kegiatan seperti ini dapat meningkatkan ketrampilan Masyarakat berwirausaha dan memberikan Pendidikan postif kepada remaja.

    Senada dengan itu, menurut Faishal Alam S.Pd., narasumber dalam bidang kewirausahaan “Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung proses pendidikan formal dengan menciptakan lingkungan belajar, mendukung fasilitas belajar, dan memberikan dukungan moral dan sosial kepada siswa”.

    Kepala Dukuh Dusun Pringombo, Nglipar, Rustiadi memberikan apreasiasi yang tinggi bagi para mahasiswa yang telah berkontrtribusi untuk terjun ke masyarakat dan memberikan sumbangsih nyata melalui kegiatan edukasi baik berupa kelas Pendidikan bagi anak SD, lomba voly, bazar pakaian layak pakai serta kegiatan api unggun.

    Kegiatan "Vokasi Muda Berdaya" disambut baik oleh para Masyarakat. Menurut salah satu warga, ibu Meni merasa senang dengan keberadaan para mahasiswa di dusun Pringombo “Senang sekali para panitia Vokasi Muda Berdaya datang ke Dusun Pringombo ini untuk meningkatkan kualitas SDM nya, kami merasa terbantu atas kedatangan kalian. Jangan melupakan Dusun Pringombo yaa. Untuk kalian para panitia Vokasi Muda Berdaya tetap semangat menjadi mahasiswa”, ujar Ibu Meni.

    Selaras, menurut Arnes Syaputri, "Senang banget ada kakak-kakak "Vokasi Muda Berdaya" yang sudah membuat kegiatan kelas pendidikan anak SD dan kegiatan api unggun. Semoga kakak-kakak "Vokasi Muda Berdaya" tidak melupakan kami yang ada di Dusun Pringombo", ujar Arnes Syaputri selaku anak-anak Dusun Pringombo. (firman/tha)

Pages