OUR NEWS
  • Post date: Wednesday, 16 October, 2024 - 00:15
    Isi:

    Dalam upaya meningkatkan keterampilan digital masyarakat desa, tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pengelolaan website untuk perangkat desa dan warga Dusun Serut dan Terbah, Pengasih, Kulon Progo serta Dusun Iroyudan, Pajangan, Bantul. Tim pengabdian ini diketuai oleh Wakil Dekan Bidang RKSIU Fakultas Vokasi, Dr. Tri Hadi Karyono, M.Or., dengan beberapa anggota dosen lainnya, yaitu Ir. Oktaf Agni Dhewa, S.Si., M.Cs.; Ir. Ardy Seto Priambodo, S.T., M.Eng.; Faris Yusuf Baktiar, S.Si., M.Cs.; dan Dr. Septian Rahman Hakim, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu desa-desa tersebut dalam memaksimalkan potensi yang ada pada Dusun melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya website sebagai sarana informasi dan promosi.

    Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan perangkat desa dan beberapa admin website yang bertanggung jawab dalam mengelola kedepanya. Peserta dibimbing langsung oleh dosen-dosen UNY yang ahli di bidang teknologi informasi, serta beberapa mahasiswa yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat. Materi pelatihan meliputi dasar pengelolaan konten, dan strategi optimasi mesin pencari (SEO) untuk meningkatkan visibilitas website desa di dunia maya.

    Para peserta juga diajarkan untuk membuat artikel sederhana tentang produk-produk lokal, cara mengambil foto yang menarik untuk mempercantik tampilan website, serta bagaimana membuat konten yang menarik bagi pengunjung. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mengelola website desa secara mandiri dan memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan desa mereka.

    Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari program tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, dosen-dosen UNY berusaha untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam hal peningkatan kapasitas dan kemandirian desa dalam menghadapi era digital.

    Melalui pelatihan pengelolaan website ini, Dusun Serut, Terbah dan Iroyudan diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa-desa yang lebih maju dan mandiri secara digital. Website desa dapat menjadi pintu gerbang untuk memperkenalkan keunggulan dan potensi lokal, baik itu di bidang ekonomi, budaya, maupun pariwisata. Selain itu, adanya website desa juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi antara pemerintah desa dan masyarakat.

    Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan website secara formal kepada masing – masing kepala Dukuh setiap Dusun. Para dosen UNY yang terlibat berharap agar pengetahuan yang telah dibagikan dapat menjadi modal penting bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital, serta membawa kemajuan bagi desa mereka.

    Dengan adanya inisiatif seperti ini, pengembangan potensi desa melalui teknologi digital dapat terwujud, menjadikan Dusun lebih siap dalam memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan dampak positif bagi pengembangan desa di masa depan.

  • Post date: Monday, 30 September, 2024 - 16:00
    Isi:

    Takmir Masjid Baiturrahman Fakultas Vokasi UNY (Masbara FV UNY) menggelar Vokasi Bershalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (28/9).  Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman Fakultas Vokasi UNY yang dihadiri Kyai Abdulah Salam & Habib Ashari Ahmad.  Para Jamaah terlihat antusias mengikuti sholawatan yang diiringi Tim Hadroh Kanjeng Sunan Kali. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1000 jamaah dari sekitar warga Kulon Progo. 
    Dalam sambutannya Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Agus Hidayat memberikan apresiasi atas kegiatan ini sebagai wujud mempererat tali silahturahmi antara pemerintah Kulon Progo dan civitas akademika Fakultas Vokasi. “Peringatan maulid nabi merupakan momentum untuk selalu meneladani Nabi Muhammad di setiap sendi sendi kehidupan bermasyarakat. Serta seruan untuk mencintai rasullah dan menaati segala keteladanan dan ajaran kebaikan, “ ujar Agus. 
    Wakil Dekan Riset, Kerjasama, Sistem Usaha dan Informaasi Fakultas Vokasi, Dr. Tri Hadi Karyono, M.Or. mengatakan seiring berkembangnya UNY sehingga lahir Fakultas Vokasi telah memberikan  kesempatan dapat bersinergi dengan masyarakat di sekitar lingkungan kampus melalui Vokasi Bershalawat. “Kegiatan Vokasi bershawalat ini semoga dapat memberikan kebaikan dan kebermanfaatan bagi seluruh warga masyarakat di Kulon Progo. Diharapkan juga ketika para hadirin ini berkumpul dan melakukan shalawat bersama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, para hadirin juga memperkuat komitmen mereka untuk mewujudkan prinsip-prinsip kasih sayang, pengertian dan perdamaian tadi dalam hidup “ harap Tri Hadi Karyono. 
    Disela-sela kegiatan menurut Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Mudaqir, SIP., M.M. menyampaikan bahwa  kegiatan shalawat ini sebagai pengingat atas nilai-nilai keteladaan Nabi Muhammad saw dan diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan acara shalawat bersama ini dapat menumbuhkan semangat niat baik dan gotong royong dalam bermasyarakat.
    Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dengan acara acara inti yaitu bershawalat bersama. Namun, acara ini tidak hanya berfokus pada refleksi spiritual tetapi juga secara tidak langsung mempromosikan tradisi-tradisi yang ada di wilayah Kulon Progo. (Hudzaifah/Tusti)

  • Post date: Thursday, 5 September, 2024 - 13:07
    Isi:

    Dalam rangka upaya peningkatan keterampilan dan mempromosikan praktik berkelanjutan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mbangun Desa Batch 2 gelar  workshop tentang Sport Massage dan Kosmetika Cat Alami Untuk Rambut Beruban. Kegiatan ini digelar pada Minggu (1/9) Plaza UNY Wates Lantai 2 yang dihadiri oleh warga pedukuhan Serut dan Terbah, Pengasih, Kulon Progo. 
    Workshop ini mempertemukan antara praktisi sekaligus dosen dengan masyarakat untuk berbagi keterampilan dan pengetahuan di bidang massage dan kosmetik. Christine Ulina Tarigan, M.Pd., dosen Prodi Sarjana Terapan Tata Rias dan Kecantikan menyampaikan materi tentang kosmetik cat uban alami dengan bahan utama yaitu bubuk kopi. Bubuk kopi ini baik untuk cat rambut alami karena  karena bubuk kopi mengandung polifenol, asam klorogenat serta antioksidan yang tinggi. 
    “Manfaat bubuk kopi sebagai bahan utama cat uban alami yaitu untuk melindungi kulit dan rambut dari kerusakan akibat radikal bebas, memberikan warna hitam alami yang efektif menutupi uban. Selain itu cat uban alami ini tidak memiliki  efek samping yang seringkali ditimbulkan oleh pewarna rambut lain berbahan kimia. Pada produk ini juga mengandung bahan alami lainnya seperti, minyak kelapa atau minyak zaitun bermanfaat  yang  berfungsi menjaga kelembutan dan kilau rambut serta ramah lingkungan,” ujar Christine.
    Selanjutnya, Arif Kurniawan, S.Or., M.Or. dosen Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia, menyampaikan tentang ketrampilan dan pentingnya sport massage bagi kesehatan tubuh. Sport massage memiliki manfaat diantaranya, untuk memperlancar peredaran darah, merangsang persyarafan terutama syaraf tepi (perifer), mengurangi atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit, merilekskan otot, dan mengurangi ketegangan otot. 
    “Dalam praktiknya dalam manipulasi sport massage terdiri dari berbagai acam manipulasi seperti effleurage, petrissage, shaking atau kniding, tappotement, dan friction.” Tambah Arif. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan praktik langsung atau demonstrasi untuk sport massage dan juga pewarnaan rambut alami kepada para peserta. 
    Kegiatan workshop ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan di mana bakat dan sumber daya lokal dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi. (Hudzaifah/Tusti)

  • Post date: Wednesday, 7 August, 2024 - 11:16
    Isi:

    Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil menciptakan produk inovatif alat lukis yang berasal dari limbah tebu. Ide ini muncul karena melihat potensi besar limbah tebu di Kabupaten Bantul, terutama dari Pabrik Gula Madukismo. Kelima mahasiswa kreatif tersebut mahasiswa Fakultas Vokasi, Regina Amanda Famaretha (DIV Akuntansi) dan Yunita Rizky Alfiani (DIV Tata Busana). Serta dari Fakultas FBSB, Fiqry Prayoga (S1 Pendidikan Kriya), Rizki Aulia Apliananta (S1 Pendidikan Kriya), Kinari Arsya (S1 Pendidikan Seni Rupa), 
    Fiqry menyebutkan bahwa produk ini bernama Sweet Fiber, nama yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti ‘serat manis’. Pembuatan produk alat lukis ini dilatarbelakangi oleh mahalnya perangkat set lukis di pasaran. Melihat melimpahnya bahan baku limbah tebu yang memiliki karakteristik mendekati bahan baku dari masing-masing alat set lukis, memunculkan inovasi baru ini. Selama ini, pemanfaatan ampas tebu (serat ampas tebu) masih terbatas sebagai makanan ternak, bahan bakar boiler, dan bahan baku untuk pembuatan pulp, pupuk, dan papan artikel. Pengaplikasian limbah tebu sebagai komponen pembuatan set alat lukis dapat dilakukan karena serat tebu memiliki komposit tarik sebesar 26,9 MPa serta teruji kekuatan dan kemuluran seratnya.
    Rizki Aulia menambahkan bahwa ampas tebu berpotensi memiliki nilai jual dan diminati di pasaran karena harganya yang cukup ekonomis dan terjangkau untuk pelajar atau mahasiswa. “Target konsumen kami adalah para pelajar, mahasiswa, dan orang yang memiliki minat dalam bidang seni kreatif yang masih dalam tahapan pemula dan mencari produk dengan anggaran terbatas.” Beberapa keunggulan lain dari Sweet Fiber adalah bahan baku yang murah, inovasi yang menarik menciptakan nilai tambah, serta kerjasama lokal yang dapat meningkatkan citra merek. Set alat lukis ini terdiri dari kuas yang terbagi menjadi tiga jenis: knife, round, dan flat; pensil arang terbagi menjadi tiga jenis: dark, grey, dan light grey, serta palet berukuran 14x21 cm.
    Kinari Arsya memaparkan proses pembuatan set alat lukis ini yang dibagi menjadi tiga alur. Alur pertama adalah pembuatan isi pensil. Untuk membuat isi pensil, limbah tebu dibakar menjadi arang yang kemudian dihaluskan dan disaring. Setelah itu, dicampur dengan tanah liat dan tepung kanji. Adonan isi pensil dicetak menjadi isian pensil kemudian dirakit dan dipotong. Alur kedua adalah pembuatan palet serta komponen pensil dan kuas. Limbah ampas tebu dihaluskan dan menghasilkan blotong yang dicampur dengan lelehan limbah plastik kemasan. Tahap terakhir adalah dicetak dan finishing. Alur ketiga adalah pembuatan bulu kuas. Untuk membuat bulu kuas, limbah tebu direndam menggunakan larutan khusus kemudian dijemur. Setelah kering, serat disisir dan dibagi yang kemudian dirakit sesuai ukuran kuas.
    “Untuk proses pengemasannya kami menggunakan packaging berbahan kertas duplek untuk mengurangi limbah plastik. Kami menggunakan warna hijau sebagai warna dominan yang identik dengan warna alam. Kemudian pada kemasan juga terdapat informasi mengenai keunggulan, jenis, dimensi produk, serta panduan penggunaannya,” kata Regina.
    Sweet Fiber diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya memperkenalkan produk inovasi dari limbah. “Kami berharap dengan adanya sejumlah set alat lukis limbah ampas tebu ini, para pengguna baik yang masih dalam tahap awal sampai profesional dapat memaksimalkan kreativitas dengan alat ini,” ujar Yunita. Sweet Fiber bukan sekedar alat lukis biasa, tetapi sebagai medium untuk mengekspresikan diri dengan bebas tanpa khawatir akan terbatasnya biaya. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNY memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan para pelukis pemula. Inovasi ini memberikan dukungan nyata bagi para seniman muda yang membutuhkan alat lukis yang berkualitas namun ramah di kantong. Melalui produk ini, mahasiswa UNY membuktikan bahwa ide-ide memanfaatkan limbah dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat.
    Karya ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun 2024.(Regina/Tha)

     

Pages