OUR NEWS
  • Post date: Wednesday, 7 August, 2024 - 11:16
    Isi:

    Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil menciptakan produk inovatif alat lukis yang berasal dari limbah tebu. Ide ini muncul karena melihat potensi besar limbah tebu di Kabupaten Bantul, terutama dari Pabrik Gula Madukismo. Kelima mahasiswa kreatif tersebut mahasiswa Fakultas Vokasi, Regina Amanda Famaretha (DIV Akuntansi) dan Yunita Rizky Alfiani (DIV Tata Busana). Serta dari Fakultas FBSB, Fiqry Prayoga (S1 Pendidikan Kriya), Rizki Aulia Apliananta (S1 Pendidikan Kriya), Kinari Arsya (S1 Pendidikan Seni Rupa), 
    Fiqry menyebutkan bahwa produk ini bernama Sweet Fiber, nama yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti ‘serat manis’. Pembuatan produk alat lukis ini dilatarbelakangi oleh mahalnya perangkat set lukis di pasaran. Melihat melimpahnya bahan baku limbah tebu yang memiliki karakteristik mendekati bahan baku dari masing-masing alat set lukis, memunculkan inovasi baru ini. Selama ini, pemanfaatan ampas tebu (serat ampas tebu) masih terbatas sebagai makanan ternak, bahan bakar boiler, dan bahan baku untuk pembuatan pulp, pupuk, dan papan artikel. Pengaplikasian limbah tebu sebagai komponen pembuatan set alat lukis dapat dilakukan karena serat tebu memiliki komposit tarik sebesar 26,9 MPa serta teruji kekuatan dan kemuluran seratnya.
    Rizki Aulia menambahkan bahwa ampas tebu berpotensi memiliki nilai jual dan diminati di pasaran karena harganya yang cukup ekonomis dan terjangkau untuk pelajar atau mahasiswa. “Target konsumen kami adalah para pelajar, mahasiswa, dan orang yang memiliki minat dalam bidang seni kreatif yang masih dalam tahapan pemula dan mencari produk dengan anggaran terbatas.” Beberapa keunggulan lain dari Sweet Fiber adalah bahan baku yang murah, inovasi yang menarik menciptakan nilai tambah, serta kerjasama lokal yang dapat meningkatkan citra merek. Set alat lukis ini terdiri dari kuas yang terbagi menjadi tiga jenis: knife, round, dan flat; pensil arang terbagi menjadi tiga jenis: dark, grey, dan light grey, serta palet berukuran 14x21 cm.
    Kinari Arsya memaparkan proses pembuatan set alat lukis ini yang dibagi menjadi tiga alur. Alur pertama adalah pembuatan isi pensil. Untuk membuat isi pensil, limbah tebu dibakar menjadi arang yang kemudian dihaluskan dan disaring. Setelah itu, dicampur dengan tanah liat dan tepung kanji. Adonan isi pensil dicetak menjadi isian pensil kemudian dirakit dan dipotong. Alur kedua adalah pembuatan palet serta komponen pensil dan kuas. Limbah ampas tebu dihaluskan dan menghasilkan blotong yang dicampur dengan lelehan limbah plastik kemasan. Tahap terakhir adalah dicetak dan finishing. Alur ketiga adalah pembuatan bulu kuas. Untuk membuat bulu kuas, limbah tebu direndam menggunakan larutan khusus kemudian dijemur. Setelah kering, serat disisir dan dibagi yang kemudian dirakit sesuai ukuran kuas.
    “Untuk proses pengemasannya kami menggunakan packaging berbahan kertas duplek untuk mengurangi limbah plastik. Kami menggunakan warna hijau sebagai warna dominan yang identik dengan warna alam. Kemudian pada kemasan juga terdapat informasi mengenai keunggulan, jenis, dimensi produk, serta panduan penggunaannya,” kata Regina.
    Sweet Fiber diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya memperkenalkan produk inovasi dari limbah. “Kami berharap dengan adanya sejumlah set alat lukis limbah ampas tebu ini, para pengguna baik yang masih dalam tahap awal sampai profesional dapat memaksimalkan kreativitas dengan alat ini,” ujar Yunita. Sweet Fiber bukan sekedar alat lukis biasa, tetapi sebagai medium untuk mengekspresikan diri dengan bebas tanpa khawatir akan terbatasnya biaya. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNY memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan para pelukis pemula. Inovasi ini memberikan dukungan nyata bagi para seniman muda yang membutuhkan alat lukis yang berkualitas namun ramah di kantong. Melalui produk ini, mahasiswa UNY membuktikan bahwa ide-ide memanfaatkan limbah dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat.
    Karya ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun 2024.(Regina/Tha)

     

  • Post date: Tuesday, 23 July, 2024 - 14:11
    Isi:

    Mahasiswa UNY mampu mengolah limbah kulit udang menjadi sunscreen body lotion berbahan alami yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Manfaat sunscreen body lotion ini diperkaya dengan ekstrak lidah buaya sebagai pelembab alami dan antioksidan untuk kulit. Sunscreen body lotion tersebut terbuat dari kitosan yang berasal dari proses deproteinasinlimbah cangkang kulit udang dan juga ekstrak lidah buaya. Produk mahasiswa ini merupakan salah satu peraih pendana dari Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2024.
     salah satu PKM Kewirausahaan yang lolos pendanaan dari Mahasiswa yang berhasil mengolah dan memasarkannya tersebut adalah Rhizma Az Zahra dari Prodi Kimia, Melisa Sekarlina Putri Dayani dari Prodi Pendidikan Biologi, Bartolomius Dias dari Prodi Manajemen Pemasaran, Rahma Budiasti dari Prodi Pendidikan Matematika, dan Aisyah Ary Yatma dari Prodi Pendidikan IPA. 
    Menurut Rahma Budiasti, sinar UV sangat berbahaya untuk kulit, sehingga perlindungan dari sinar UV seharusnya untuk semua bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, bukan hanya wajah. "Seluruh anggota tubuh kalau bisa harus terlindungi dari paparan sinar UV agar tetap terjaga dan kulit tidak mudah kering" katanya, Selasa (9/7). 
    Sinar UV berperan sekitar 80% dalam perkembangan penyakit kulit termasuk penuaan kulit dan kanker kulit. Produk kosmetik tabir surya yang menggunakan zat kimia sebagai bahan aktif seperti oksibenzon, avobenzon, TiO2, dan ZnO dapat menimbulkan efek samping pada kulit. 
    Melisa Sekarlina Putri Dayani menambahkan, krim tabir surya sangat krusial peranannya. "Krim tabir surya berbahan alami sangat diperlukan untuk terobosan sekaligus mengurangi limbah yang ada di sekitar", ujar Melisa. 
    Pemanfaatan limbah kulit udang selama ini hanya sebagai limbah saja dan dibuang, padahal limbah kulit udang ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi tabir surya alami. 
    Kitosan dari limbah kulit udang memiliki banyak kandungan yang bermanfaat terutama sebagai edibel film/tabir surya bahkan sebagai pelembab. Selain itu dikombinasikan dengan lidah buaya yang memiliki kandungan sebagai antioksidan alami dan pelembab kulit akan sangat bermanfaat untuk menyehatkan kulit dari paparan sinar UV. 
    Rhizma Az Zahra menjelaskan, bahan yang diperlukan adalah kitosan dari kulit udang, ekstrak lidah buaya, aquadest, trietanolamin, asam stearat, gliserin, nipagin, karagenan, dan fragrance oil.
    "Kami memberi nama Sunscreen Body Lotion ini KiLoev dengan tagline #BodyCareNatureCare", tutur Aisyah
    Bartolomius Dias menjelaskan, produk tabir surya sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Produk KiLoev memiliki target pasar yang sangat luas dan kami akan mengemasnya dengan cara yang lebih menarik", ujar Dias. 
    Keunggulan produk ini mengandung bahan akatif alami sehingga akan mengurangi efek samping dari pengunaan bahan kimia. Selain itu juga sebagai salah satu wujud untuk mendukung kesadaran akan pemanfaatan sumber daya baik dari segi sosial, ekonomidan lingkungan serta mendukung zero wasting. 
    Dalam memasarkan produk ini kami melakukan ekspansi pasar mulai dari hadir di online marketplace kemudian bekerjasama dengan event pameran dan bazaar. Selain itu kita juga menggaet para Brand Ambassador mulai dari duta UNY, duta Genre DIY, Duta Lingkungan serta influencer Muhamad Ihsan Ramadhani dengan followers 127 ribu di Instagram, “imbuh Dias. (Bartolomius Dias/Th)

     

  • Foto bersama Tim Kethekiland di Gunung Kidul
    Post date: Friday, 19 July, 2024 - 10:56
    Isi:

    Gunung Kidul, 17 Juli 2024 - Tim mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Kethekiland Team telah berhasil melaksanakan Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan IPTEK 2024 dengan judul "Inovasi Jebakan dan Pagar Listrik Cerdas sebagai solusi pencegahan hama monyet ekor panjang guna meningkatkan produktivitas kelompok tani Ngudi Makmur". Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian kelompok tani di daerah Paliyan, Namberan, Gunung Kidul. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan hasil panen dapat meningkat secara signifikan, mengurangi kerugian yang selama ini dialami akibat serangan monyet ekor panjang.

    Maulana Idris selaku anggota dalam PKM ini menyampaikan latar belakang dari program ini pada wawancaranya "Awalnya saya merasa resah melihat berita di TV bahwa ada sekelompok monyet ekor panjang yang menyerang lahan pertanian hingga rumah warga di daerah Gunung Kidul, Jember, Makasar dan lainnya  " sumber : ( detik.com ), Maulana.

    Kelompok tani di Gunung Kidul merupakan salah satu pengekspor terbesar singkong ke beberapa daerah seperti Cilacap, yang kemudian diolah menjadi keripik, geblek, dan produk olahan singkong lainnya. Namun, serangan monyet ekor panjang telah menyebabkan penurunan hasil panen dan mengakibatkan kerugian besar senilai Rp 41,5 juta. Oleh karena itu, inovasi ini sangat mendesak untuk diterapkan guna mengatasi masalah tersebut.

    Program ini dilaksanakan oleh Kethekiland Team yang terdiri dari: Ketua: Shaiful Abas (S1 Pend.T Mekatronika), Programmer: Adrian Ramdhany (S1 Pend.T Mekatronika), Electrical: Maulana Idris Kamal (D4 T. Elektro), Mechanical: Andrian Dwi Susanto (S1 Pend.T Mesin), Publication: Alfina Risma Ramadhani (S1 Pend. Biologi)

    Program ini dilaksanakan pada tanggal 16 - 17 Juli 2024 di dusun Namberan, Karang Asem, Paliyan, Gunung Kidul. Alat yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan memungkinkan pengembangan serta produksi besar-besaran di masa depan. Tema PKM ini diambil berdasarkan berita mengenai serangan monyet ekor panjang yang meresahkan warga, terutama di daerah Jember. Dari hasil riset, diketahui bahwa monyet ekor panjang takut dengan warna dan bau yang menyengat. Mereka juga mampu menghafal berbagai jenis tipuan seperti suara gonggongan anjing, orang-orangan sawah, dan suara senapan. Oleh karena itu, inovasi jebakan dan pagar listrik ini dirancang untuk memberikan efek jera tanpa membunuh monyet tersebut.

    Dari hasil uji coba menunjukkan bahwa monyet yang masuk ke dalam jebakan akan disemprot dengan cat warna yang menyengat. Selain itu, pagar cerdas yang dipasang di sekitar lahan pertanian akan memberikan efek kejutan listrik yang tidak mematikan, sehingga monyet tersebut akan jera dan tidak kembali lagi. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kelompok tani Ngudi Makmur dapat kembali meningkatkan produktivitas pertanian mereka dan mengurangi kerugian akibat serangan hama monyet ekor panjang. ( Rom )

  • Post date: Friday, 12 July, 2024 - 10:19
    Isi:

    UNY mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Universitas Muhammadiyah Solo. Kegiatan ini digelar pada (1-6/7) di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

     Dalam kejuaraan ini UNY mengikuti tujuh kategori yaitu Tim Mobo-Evo (KRSBI-Beroda), Tim Gareng Punk (KRSI), Tim Al-‘Aadiyaat dalam (KRSBI-Humanoid), Tim Maestro-Evo (KRAI), Tim Abhinaya (KRTMI), Tim Mavis (KRBAI) dan Tim Rosemery (KRSTI) yang bertanding di tingkat Nasional. 

    Dalam kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai lintas prodi dan fakultas. Fakultas Vokasi mengirimkan mahasiswa antara lain Naufal Nafi' Nusantoro (D4 Teknik Elektronika 2020), Afif Ilham Syafi Udin(D4 Teknik Elektronika 2020), Muhammad Farid Kurniawan (D4 Teknik Mesin 2022) dan Yusuf Ade Pratama (D4 Teknik Mesin 2022).

    Al-‘Aadiyaat memiliki 5 robot humanoid yang gagah dan lincah. Dari ke-5 robot memiliki ciri khas masing-masing, namun memiliki filosofi yang sama dengan arti dari nama dan logo Al-‘Aadiyaat yaitu, kuda perang yang gagah dan lincah yang siap untuk mengalahkan lawan.

    Robot Sepak Bola Humanoid Universitas Negeri Yogyakarta yang lebih dikenal dengan AL-‘AADIYAAT kembali raih kejuaraan pada Kontes Robot Indonesia yang diadakan oleh Puspresnas. Pada kontes ini, perjuangan Tim Al-‘Aadiyaat terbayar dengan berhasil meraih juara 1 Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid (KRSBI-Humanoid) Wilayah I dan Juara 2 Pada tingkat Nasional. Tim Al-‘Aadiyaat mendapatkan juara 2 dari 13 tim yang lolos pada tingkat Nasional dai hasil seleksi tingkat wilayah.

    “Alhamdulillah tim Al-‘Aadiyaat meraih juara 2 ditingkat Nasional setelah mengalahkan tim Barelang dari Politeknik Negeri Batam dan melaju pada tingkat final dan kalah oleh tim Ichiro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Kami juga tidak menyangka bakalan bisa mencapai juara 2 dalam tingkat Nasional. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendoakan dan memberikan support yang baik untuk tim Al-Aadiyaat saat bertanding di tingkat Nasional” Ujar Hudzaifi selaku ketua Tim Al-‘Aadiyaat.

     

    Untuk persiapan lomba tingkat Nasional, Tim Al-‘Aadiyaat memulainya dari pengecekan kesiapan robot, merancang desain, penataan lapangan, hingga pembuatan motion untuk bertanding. Hudzaifi meyakini dalam menyiapkan lomba ini seluruh tim turut berperan aktif dalam menjalankan setiap prosesnya. 

    Dosen pembimbing Ariadie Chandra Nugraha, ST.,MT. mengaku bangga akan pencapaian tim pada jenjang Nasional tahun ini karena lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang meraih juara 3 pada tingkat Nasional. 

    “Tidak disangka tahun ini tim Al ‘Aadiyaat bisa meraih juara 2 pada tingkat nasional ini karena melihat tim lawan yang memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan dan telah menjadi juara pada tahun sebelumnya, Alhamdulillah tahun ini prestasi tim sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, saya berharap untuk tahun depan tim bisa mempertahankan prestasinya baik di tingkat Wilayah maupun ditingkat Nasional. Saya sangat bangga dengan perjuangan anggota tim dalam mempersiapkan tingkat nasional ini karena jeda dengan tingkat wilayah kemarin sangat terbatas waktunya dan sempat mengalami banyak kendala sebelum hari H untuk KRI Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta” ujar Desfitra selaku Manager Tim Al ‘Aadiyaat. (Desfitra)

     

Pages