OUR NEWS
  • Post date: Monday, 30 September, 2024 - 16:00
    Isi:

    Takmir Masjid Baiturrahman Fakultas Vokasi UNY (Masbara FV UNY) menggelar Vokasi Bershalawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (28/9).  Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman Fakultas Vokasi UNY yang dihadiri Kyai Abdulah Salam & Habib Ashari Ahmad.  Para Jamaah terlihat antusias mengikuti sholawatan yang diiringi Tim Hadroh Kanjeng Sunan Kali. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 1000 jamaah dari sekitar warga Kulon Progo. 
    Dalam sambutannya Kepala Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Agus Hidayat memberikan apresiasi atas kegiatan ini sebagai wujud mempererat tali silahturahmi antara pemerintah Kulon Progo dan civitas akademika Fakultas Vokasi. “Peringatan maulid nabi merupakan momentum untuk selalu meneladani Nabi Muhammad di setiap sendi sendi kehidupan bermasyarakat. Serta seruan untuk mencintai rasullah dan menaati segala keteladanan dan ajaran kebaikan, “ ujar Agus. 
    Wakil Dekan Riset, Kerjasama, Sistem Usaha dan Informaasi Fakultas Vokasi, Dr. Tri Hadi Karyono, M.Or. mengatakan seiring berkembangnya UNY sehingga lahir Fakultas Vokasi telah memberikan  kesempatan dapat bersinergi dengan masyarakat di sekitar lingkungan kampus melalui Vokasi Bershalawat. “Kegiatan Vokasi bershawalat ini semoga dapat memberikan kebaikan dan kebermanfaatan bagi seluruh warga masyarakat di Kulon Progo. Diharapkan juga ketika para hadirin ini berkumpul dan melakukan shalawat bersama untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, para hadirin juga memperkuat komitmen mereka untuk mewujudkan prinsip-prinsip kasih sayang, pengertian dan perdamaian tadi dalam hidup “ harap Tri Hadi Karyono. 
    Disela-sela kegiatan menurut Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Mudaqir, SIP., M.M. menyampaikan bahwa  kegiatan shalawat ini sebagai pengingat atas nilai-nilai keteladaan Nabi Muhammad saw dan diharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan acara shalawat bersama ini dapat menumbuhkan semangat niat baik dan gotong royong dalam bermasyarakat.
    Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an dengan acara acara inti yaitu bershawalat bersama. Namun, acara ini tidak hanya berfokus pada refleksi spiritual tetapi juga secara tidak langsung mempromosikan tradisi-tradisi yang ada di wilayah Kulon Progo. (Hudzaifah/Tusti)

  • Post date: Thursday, 5 September, 2024 - 13:07
    Isi:

    Dalam rangka upaya peningkatan keterampilan dan mempromosikan praktik berkelanjutan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mbangun Desa Batch 2 gelar  workshop tentang Sport Massage dan Kosmetika Cat Alami Untuk Rambut Beruban. Kegiatan ini digelar pada Minggu (1/9) Plaza UNY Wates Lantai 2 yang dihadiri oleh warga pedukuhan Serut dan Terbah, Pengasih, Kulon Progo. 
    Workshop ini mempertemukan antara praktisi sekaligus dosen dengan masyarakat untuk berbagi keterampilan dan pengetahuan di bidang massage dan kosmetik. Christine Ulina Tarigan, M.Pd., dosen Prodi Sarjana Terapan Tata Rias dan Kecantikan menyampaikan materi tentang kosmetik cat uban alami dengan bahan utama yaitu bubuk kopi. Bubuk kopi ini baik untuk cat rambut alami karena  karena bubuk kopi mengandung polifenol, asam klorogenat serta antioksidan yang tinggi. 
    “Manfaat bubuk kopi sebagai bahan utama cat uban alami yaitu untuk melindungi kulit dan rambut dari kerusakan akibat radikal bebas, memberikan warna hitam alami yang efektif menutupi uban. Selain itu cat uban alami ini tidak memiliki  efek samping yang seringkali ditimbulkan oleh pewarna rambut lain berbahan kimia. Pada produk ini juga mengandung bahan alami lainnya seperti, minyak kelapa atau minyak zaitun bermanfaat  yang  berfungsi menjaga kelembutan dan kilau rambut serta ramah lingkungan,” ujar Christine.
    Selanjutnya, Arif Kurniawan, S.Or., M.Or. dosen Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia, menyampaikan tentang ketrampilan dan pentingnya sport massage bagi kesehatan tubuh. Sport massage memiliki manfaat diantaranya, untuk memperlancar peredaran darah, merangsang persyarafan terutama syaraf tepi (perifer), mengurangi atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit, merilekskan otot, dan mengurangi ketegangan otot. 
    “Dalam praktiknya dalam manipulasi sport massage terdiri dari berbagai acam manipulasi seperti effleurage, petrissage, shaking atau kniding, tappotement, dan friction.” Tambah Arif. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan praktik langsung atau demonstrasi untuk sport massage dan juga pewarnaan rambut alami kepada para peserta. 
    Kegiatan workshop ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan di mana bakat dan sumber daya lokal dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi. (Hudzaifah/Tusti)

  • Post date: Wednesday, 7 August, 2024 - 11:16
    Isi:

    Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berhasil menciptakan produk inovatif alat lukis yang berasal dari limbah tebu. Ide ini muncul karena melihat potensi besar limbah tebu di Kabupaten Bantul, terutama dari Pabrik Gula Madukismo. Kelima mahasiswa kreatif tersebut mahasiswa Fakultas Vokasi, Regina Amanda Famaretha (DIV Akuntansi) dan Yunita Rizky Alfiani (DIV Tata Busana). Serta dari Fakultas FBSB, Fiqry Prayoga (S1 Pendidikan Kriya), Rizki Aulia Apliananta (S1 Pendidikan Kriya), Kinari Arsya (S1 Pendidikan Seni Rupa), 
    Fiqry menyebutkan bahwa produk ini bernama Sweet Fiber, nama yang diambil dari bahasa Inggris yang berarti ‘serat manis’. Pembuatan produk alat lukis ini dilatarbelakangi oleh mahalnya perangkat set lukis di pasaran. Melihat melimpahnya bahan baku limbah tebu yang memiliki karakteristik mendekati bahan baku dari masing-masing alat set lukis, memunculkan inovasi baru ini. Selama ini, pemanfaatan ampas tebu (serat ampas tebu) masih terbatas sebagai makanan ternak, bahan bakar boiler, dan bahan baku untuk pembuatan pulp, pupuk, dan papan artikel. Pengaplikasian limbah tebu sebagai komponen pembuatan set alat lukis dapat dilakukan karena serat tebu memiliki komposit tarik sebesar 26,9 MPa serta teruji kekuatan dan kemuluran seratnya.
    Rizki Aulia menambahkan bahwa ampas tebu berpotensi memiliki nilai jual dan diminati di pasaran karena harganya yang cukup ekonomis dan terjangkau untuk pelajar atau mahasiswa. “Target konsumen kami adalah para pelajar, mahasiswa, dan orang yang memiliki minat dalam bidang seni kreatif yang masih dalam tahapan pemula dan mencari produk dengan anggaran terbatas.” Beberapa keunggulan lain dari Sweet Fiber adalah bahan baku yang murah, inovasi yang menarik menciptakan nilai tambah, serta kerjasama lokal yang dapat meningkatkan citra merek. Set alat lukis ini terdiri dari kuas yang terbagi menjadi tiga jenis: knife, round, dan flat; pensil arang terbagi menjadi tiga jenis: dark, grey, dan light grey, serta palet berukuran 14x21 cm.
    Kinari Arsya memaparkan proses pembuatan set alat lukis ini yang dibagi menjadi tiga alur. Alur pertama adalah pembuatan isi pensil. Untuk membuat isi pensil, limbah tebu dibakar menjadi arang yang kemudian dihaluskan dan disaring. Setelah itu, dicampur dengan tanah liat dan tepung kanji. Adonan isi pensil dicetak menjadi isian pensil kemudian dirakit dan dipotong. Alur kedua adalah pembuatan palet serta komponen pensil dan kuas. Limbah ampas tebu dihaluskan dan menghasilkan blotong yang dicampur dengan lelehan limbah plastik kemasan. Tahap terakhir adalah dicetak dan finishing. Alur ketiga adalah pembuatan bulu kuas. Untuk membuat bulu kuas, limbah tebu direndam menggunakan larutan khusus kemudian dijemur. Setelah kering, serat disisir dan dibagi yang kemudian dirakit sesuai ukuran kuas.
    “Untuk proses pengemasannya kami menggunakan packaging berbahan kertas duplek untuk mengurangi limbah plastik. Kami menggunakan warna hijau sebagai warna dominan yang identik dengan warna alam. Kemudian pada kemasan juga terdapat informasi mengenai keunggulan, jenis, dimensi produk, serta panduan penggunaannya,” kata Regina.
    Sweet Fiber diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya memperkenalkan produk inovasi dari limbah. “Kami berharap dengan adanya sejumlah set alat lukis limbah ampas tebu ini, para pengguna baik yang masih dalam tahap awal sampai profesional dapat memaksimalkan kreativitas dengan alat ini,” ujar Yunita. Sweet Fiber bukan sekedar alat lukis biasa, tetapi sebagai medium untuk mengekspresikan diri dengan bebas tanpa khawatir akan terbatasnya biaya. Produk ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UNY memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan para pelukis pemula. Inovasi ini memberikan dukungan nyata bagi para seniman muda yang membutuhkan alat lukis yang berkualitas namun ramah di kantong. Melalui produk ini, mahasiswa UNY membuktikan bahwa ide-ide memanfaatkan limbah dapat memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat.
    Karya ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun 2024.(Regina/Tha)

     

  • Post date: Tuesday, 23 July, 2024 - 14:11
    Isi:

    Mahasiswa UNY mampu mengolah limbah kulit udang menjadi sunscreen body lotion berbahan alami yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Manfaat sunscreen body lotion ini diperkaya dengan ekstrak lidah buaya sebagai pelembab alami dan antioksidan untuk kulit. Sunscreen body lotion tersebut terbuat dari kitosan yang berasal dari proses deproteinasinlimbah cangkang kulit udang dan juga ekstrak lidah buaya. Produk mahasiswa ini merupakan salah satu peraih pendana dari Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2024.
     salah satu PKM Kewirausahaan yang lolos pendanaan dari Mahasiswa yang berhasil mengolah dan memasarkannya tersebut adalah Rhizma Az Zahra dari Prodi Kimia, Melisa Sekarlina Putri Dayani dari Prodi Pendidikan Biologi, Bartolomius Dias dari Prodi Manajemen Pemasaran, Rahma Budiasti dari Prodi Pendidikan Matematika, dan Aisyah Ary Yatma dari Prodi Pendidikan IPA. 
    Menurut Rahma Budiasti, sinar UV sangat berbahaya untuk kulit, sehingga perlindungan dari sinar UV seharusnya untuk semua bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, bukan hanya wajah. "Seluruh anggota tubuh kalau bisa harus terlindungi dari paparan sinar UV agar tetap terjaga dan kulit tidak mudah kering" katanya, Selasa (9/7). 
    Sinar UV berperan sekitar 80% dalam perkembangan penyakit kulit termasuk penuaan kulit dan kanker kulit. Produk kosmetik tabir surya yang menggunakan zat kimia sebagai bahan aktif seperti oksibenzon, avobenzon, TiO2, dan ZnO dapat menimbulkan efek samping pada kulit. 
    Melisa Sekarlina Putri Dayani menambahkan, krim tabir surya sangat krusial peranannya. "Krim tabir surya berbahan alami sangat diperlukan untuk terobosan sekaligus mengurangi limbah yang ada di sekitar", ujar Melisa. 
    Pemanfaatan limbah kulit udang selama ini hanya sebagai limbah saja dan dibuang, padahal limbah kulit udang ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi tabir surya alami. 
    Kitosan dari limbah kulit udang memiliki banyak kandungan yang bermanfaat terutama sebagai edibel film/tabir surya bahkan sebagai pelembab. Selain itu dikombinasikan dengan lidah buaya yang memiliki kandungan sebagai antioksidan alami dan pelembab kulit akan sangat bermanfaat untuk menyehatkan kulit dari paparan sinar UV. 
    Rhizma Az Zahra menjelaskan, bahan yang diperlukan adalah kitosan dari kulit udang, ekstrak lidah buaya, aquadest, trietanolamin, asam stearat, gliserin, nipagin, karagenan, dan fragrance oil.
    "Kami memberi nama Sunscreen Body Lotion ini KiLoev dengan tagline #BodyCareNatureCare", tutur Aisyah
    Bartolomius Dias menjelaskan, produk tabir surya sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Produk KiLoev memiliki target pasar yang sangat luas dan kami akan mengemasnya dengan cara yang lebih menarik", ujar Dias. 
    Keunggulan produk ini mengandung bahan akatif alami sehingga akan mengurangi efek samping dari pengunaan bahan kimia. Selain itu juga sebagai salah satu wujud untuk mendukung kesadaran akan pemanfaatan sumber daya baik dari segi sosial, ekonomidan lingkungan serta mendukung zero wasting. 
    Dalam memasarkan produk ini kami melakukan ekspansi pasar mulai dari hadir di online marketplace kemudian bekerjasama dengan event pameran dan bazaar. Selain itu kita juga menggaet para Brand Ambassador mulai dari duta UNY, duta Genre DIY, Duta Lingkungan serta influencer Muhamad Ihsan Ramadhani dengan followers 127 ribu di Instagram, “imbuh Dias. (Bartolomius Dias/Th)

     

Pages