OUR NEWS
  • Post date: Wednesday, 12 June, 2024 - 11:11
    Isi:

    Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan penyelarasan kurikulum prodi dengan Permenkes No 17 Tahun 2023, Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 5 Juni 2024, bertempat di Ruang Sidang Gedung Layanan Akademik FV UNY yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia.

    Penyelarasan kurikulum ini bertujuan untuk memastikan kurikulum Prodi PTI UNY selalu mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan terkini di bidang kesehatan tradisional. Narasumber dalam kegiatan ini adalah dr. Chusnun Hendarto dari Dinas Kesehatan Kulon Progo dan dr. Ahmad Riyanto dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

    Dalam sambutannya, Koorprodi Pengobatan Tradisional Indonesia, Prof. Dr. Ali Satia Graha, M.Kes., menyampaikan bahwa Prodi PTI UNY berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing dalam bidang kesehatan tradisional. "Kurikulum yang selaras dengan kebutuhan terbaru ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap bekerja di berbagai bidang kesehatan tradisional, baik sebagai praktisi, peneliti, maupun pendidik," ujarnya.

    dr. Chusnun Hendarto dalam paparannya menyampaikan tentang pentingnya peran Prodi PTI dalam pengembangan dan pemanfaatan pengobatan tradisional di Indonesia. "Pengobatan tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Prodi PTI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ini," terangnya.

    Sementara itu, dr. Ahmad Riyanto menyampaikan tentang peluang kerja bagi lulusan Prodi PTI di DUDI. "Banyak peluang kerja yang terbuka bagi lulusan Prodi PTI di DUDI, seperti di klinik pengobatan tradisional, rumah sakit, BPPOM, dan industri obat tradisional," ungkapnya.

    Kegiatan penyelarasan kurikulum ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum Prodi PTI UNY yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan terkini di bidang kesehatan tradisional. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing di dunia kerja.

  • Post date: Wednesday, 12 June, 2024 - 00:00
    Isi:

    Dalam rangka memperkuat pemahaman dan wawasan mahasiswa tentang produksi obat-obatan dari bahan herbal, Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan kunjungan industri ke PT Sido Muncul pada hari Selasa, 11 Juni 2024. Kunjungan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa di Prodi PTI UNY yang didampingi oleh tim dosen pengampu mata kuliah. Acara berlangsung dari pagi hingga siang hari, diawali dengan sambutan dari perwakilan Prodi PTI UNY dan PT Sido Muncul.

    Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari tim humas PT Sido Muncul tentang sejarah berdirinya PT Sido Muncul secara detail dan rinci. Selanjutnya, mahasiswa diajak berkeliling pabrik untuk melihat secara langsung proses produksi obat-obatan herbal, mulai dari pemilihan dan standar penyimpanan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Selama kegiatan kunjungan disetiap lini proses, tim humas menjelaskan setiap tahapan dan lokasi yang dikunjungi sehingga mahasiswa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana obat-obatan herbal Sido Muncul dibuat.

    Selain proses produksi yang dilalui dalam pembuatan obat, mahasiswa juga mendapatkan materi tentang pengembangan produk yang akan dihasilkan oleh PT Sido Muncul. Bahan baku yang telah digunakan dalam semua produk kurang lebih 160 jenis bahan baku tanaman obat herbal dan telah menghasilkan 320 varian produk yang telah beredar di Tengah Masyarakat.

    Setelah puas menjelajahi pabrik, para mahasiswa diajak untuk berkeliling dan mengunjungi mini zoo dan kebun tanaman herbal yang dimiliki oleh PT Sido Muncul Tbk. Di mini zoo, mahasiswa dapat melihat berbagai hewan yang dipelihara seperti harimau, kuda, burung, buaya dan lain-lain, sedangkan di kebun tanaman herbal, mahasiswa dapat melihat berbagai jenis tanaman obat yang digunakan untuk bahan baku pembuatan obat-obatan Sido Muncul.

    Kunjungan industri diakhiri dengan berkumpul di aula untuk melakukan sesi diskusi dan tanya jawab seputar produksi obat-obatan herbal di PT Sido Muncul. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang berbagai hal, mulai dari proses penanaman dan pemilihan bahan baku yang unggul, produksi, pengemasan, distribusi, dan pengolahan limbah produksi menjadi limbah yang aman untuk dibuang. Selama sesi diskusi dan tanya jawab tim PT Sido Muncul dengan sabar dan profesional menjelaskan setiap pertanyaan secara runtut dan terperinci, sehingga mahasiswa mendapatkan informasi yang lengkap dan bermanfaat.

    Kunjungan industri ke PT Sido Muncul memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI) Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mahasiswa mendapatkan pemahaman, wawasan, dan pengalaman yang mendalam tentang proses produksi obat-obatan herbal yang baik, berkualitas dan sesuai standar keamanan untuk dikonsumsi. Pengetahuan ini sangat penting bagi mereka, karena nantinya mereka akan terjun langsung ke dunia kerja di bidang ini.

    Secara keseluruhan, kunjungan industri ke PT Sido Muncul Tbk diharapkan dapat menumbuhkan minat mahasiswa PTI UNY untuk menjadi wirausahawan di bidang obat-obatan herbal. Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan, diharapkan mereka dapat berkontribusi dalam pengembangan industri obat-obatan herbal di Indonesia.

  • Post date: Thursday, 6 June, 2024 - 10:57
    Isi:

    Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Dosen dan mahasiswa Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia (PTI) telah mengikuti Uji Kompetensi Skema Terapis Dasar SPA yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Spa Indonesia (LSP PARSI) pada tanggal 3-4 Juni 2024 di Ruang Sidang Utama Gedung Layanan Akademik (GLA) lantai 4 Fakultas Vokasi.

    Dekan Fakultas Vokasi UNY, Prof. Dr. Komarudin, M.A., menyambut baik kegiatan uji kompetensi ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Prodi Pengobatan Tradisional FV UNY untuk meningkatkan kualitas lulusan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia kerja. "Uji kompetensi ini sangat penting bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dan keahlian mereka di bidang terapis dasar spa. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, mahasiswa akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan di industri spa," ujar Prof. Komarudin.

    Uji kompetensi ini diinisiasi oleh Koorprodi Pengobatan Tradisional Indonesia FV UNY, Prof. Dr. Ali Satia Graha, M.Kes., sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa di bidang wellness. "Kerja sama dengan LSP PARSI ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan lulusan Prodi PTI UNY. Kami berharap dengan adanya sertifikasi ini, bagi dosen akan lebih siap dan matang dalam memberikan pembelajaran wellness dan bagi mahasiswa akan lebih siap untuk terjun ke dunia kerja dan bersaing di industri spa," ujar Prof. Ali Satia Graha.

    Kegiatan uji kompetensi ini akan dilaksanakan selama dua hari di Ruang Sidang Utama Gedung Learning Center (GLA) FV UNY. Uji kompetensi ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari Prodi PTI UNY. Direktur LSP PARSI, Ibu Dr. Lastiani Warih Wulandari, S.E., M.M., sekaligus owner Putri Kedaton Griya Spa Yogyakarta, turut hadir dalam kegiatan ini dan memberikan dukungan penuh kepada para peserta.

    "Kami sangat mengapresiasi komitmen Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia UNY dalam meningkatkan kualitas lulusannya melalui uji kompetensi ini. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa depan," ujar Ibu Dr. Lastiani.

    Uji kompetensi ini merupakan salah satu bukti komitmen Prodi PTI Fakultas Vokasi UNY untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, para dosen dan mahasiswa Prodi Pengobatan Tradisional Indonesia FV UNY diharapkan dapat berkontribusi lebih nyata dalam pengembangan industri spa di Yogayakarta dan Indonesia.

  • Post date: Thursday, 30 May, 2024 - 11:13
    Isi:

    Prodi Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi berhasil memecahkan Rekor MURI untuk mengulek sambal terbanyak dalam tradisi sambelan sebagai salah budaya di Gunungkidul dengan peserta sebanyak  635 orang. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam  Festival Makanan bertajuk Bhojana Boga yang diselenggarakan pada Selasa (28/5/2024) di area halaman Fakultas Vokasi Kampus Gunungkidul. Festival Makanan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Food Festival bagi mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga Angkatan 2021.

    Dalam sambutan pembukaan, Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Komarudin, S.Pd., M.A  menyampaikan apresiasi yang tinggi bagi mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga yang telah berhasil menggelar acara yang memiliki daya tarik masyarakat. Hal ini sebagai salah satu media untuk memperkenalkan Fakultas Vokasi sebagai fakultas baru yang belum genap berusia 2 tahun.

    "Fakultas Vokasi sebagai pencetak lulusan yang berkompeten dan siap terjun ke dunia industri berkomitmen untuk terus berakselerasi meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran. Melalui kegiatan ini Sarjana Terapan Tata Boga sebagai pencetak tenaga profesional dalam dunia industri didorong untuk terus berinovasi dalam hal pengolahan bahan pangan lokal yang dapat diimplementasikan bagi warga sekitar guna menambah nilai ekonomi bahan pangan local.” ujar Komarudin.

    Menurut ketua Panitia, Dr. Minta Harsana, M.Sc. disela sela kegiatan menyampaikan bahwa dalam kegiatan festival makanan ini juga digelar pemecahan rekor MURI untuk lomba mengulek sambal dengan jumlah peserta 635 peserta. “Setiap kelompok terdiri dari 5 peserta dan pada saat lomba akan diberikan waktu untuk mengulek sambal selama 50 detik dengan alokasi waktu tiap peserta 10 detik bergantian. Selama proses mengulek sambal peserta tidak diperkenankan untuk mencicipi sambal buatannya. Rasa sambal menjadi salah satu tolak ukur dalam penjurian pemenang lomba mengulek sambal”, tambah Minta.

    Setelah kegiatan prosesi pemecahan Rekor MURI, para peserta dapat mengunjungi stan Festival Makanan Bhojana Boga 2024. Para pengunjung akan diberikan tiket masuk dan diperkenankan untuk mencicipi 5 macam makanan hasil karya mahasiswa. Para pengunjung akan dimintai penilaian terhadap makanan tersebut dari segi rasa dan tekstur. Dalam Festival Makanan ini mahasiswa membuat produk inovasi dari bahan-bahan subtitusi seperti umbi-umbian, serelia, biji-bijian, kacang-kacangan dan ikan. Terdapat 153 produk inovasi makanan dalam Festival Makanan Bhojana Boga. (Tusti)

     

Pages