OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 15 September, 2015 - 09:57
    Isi:

    Tampak ada yang berbeda pada hari Senin (14/9/2015) di halaman UNY Kampus Wates. Mahasiswa mengenakan pakaian putih hitam berderet membentuk barisan.  Para mahasiswa PGSD FIP UNY menggelar Upacara Bendera untuk pertama kalinya setelah sekian lama vakum. Petugas Upacara bendera perdana ini diemban oleh HIMA PGSD FIP UNY dengan pemimpin upacara Arman Zuliadi. Peserta upacara ini adalah seluruh mahasiswa PGSD kecuali mahasiswa semester tujuh yang masih melaksanakan PPL.

    Pada amanat Pembina Upacara, Aprilia Tina Lidyasari M.Pd. menyampaikan bahwa upacara bendera merupakan wujud syukur atas perjuangan para pendahulu bangsa demi meraih kemerdekaan. “ Sebagai mahasiswa yang merupakan penerus cita cita luhur para pejuang bangsa selayaknya memiliki jiwa patriotisme terhadap bangsa dan negara. Serta sebagai calon guru, upacara bendera ini dapat dijadikan bekal bagi mahasiswa saat PPL untuk membimbing peserta didik latihan upacara bendera. Upacara bendera ini akan diagendakan rutin setiap senin di tiap minggunya,” tandas Aprilia yang juga pendamping mahasiswa PGSD.

    Dwi Cahyono, Ketua HIMA PGSD Wates menyambut positif atas kembali diadakannya upacara bendera setiap hari Senin.  “Kegiatan ini akan bermanfaat bagi mahasiswa yang akan menjadi guru sebagai modal untuk memberikan contoh pada peserta didik tentang teknis upacara bendera selain juga untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap air,” ungkap Cahyono.

    “Mengawali upacara bendera ini mungkin masih ada kekurangan tapi untuk kedepannya akan terus diperbaiki.  Setiap kekurangan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk petugas selanjutnya. Sehingga ke depannya akan menjadi lebih baik. Petugas upacara bendera selanjutnya akan dijadwal per kelas untuk setiap angkatan,”pungkas Cahyono.

  • Post date: Monday, 14 September, 2015 - 14:11
    Isi:

    “Aktif berorganisasi pada saat kuliah diibaratkan kita belajar berenang di kolam renang dengan resiko yang kecil dan tekanan air yang terukur. Berbeda dengan ketika kita belajar organisasi dengan langsung terjun di masyarakat seperti belajar renang di laut dengan resiko yang besar dan tekanan air yang tidak menentu. Jangan sampai menjadi mahasiswa ‘Kupu-Kupu. Kuliah pulang. “tutur Dimas Setyo Hartono  alumni PGSD 2008 yang pernah menjadi Ketua HIMA PGSD FIP. Pada Acara Orientasi Dasar Mahasiswa dengan tema Menumbuhkembangkan Sikap Kritis Mahasiswa Dalam Berkontribusi Untuk Pengembangan UNY Wates pada Sabtu (12/9/2015) di UNY Kampus Wates

    Forum Komunikasi Ormawa UNY kampus Wates menggelar penyambutan dan pengenalan untuk mahasiswa baru yang berkuliah di UNY Kampus Wates.  Acara ini diikuti oleh mahasiswa baru dari prodi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan, PGSD Penjas Fakultas Ilmu Keolahragaan dan mahasiswa prodi D3 Akuntansi, D3 Manajemen Pemasaran dan D3 Administrasi Perkantoran. Acara ini Acara Orientasi dasar mahasiswa ini dimulai pada pukul 04.00 pagi dan diawali dengan sholat Shubuh berjamaah di Gedung Pembinaan Karakter Baiturahhman.

    Lanjut Dimas, menjadi mahasiwa mempunyai tugas utama yaitu belajar. Dan belajar merupakan wujud pertanggungjawaban kepada orang tua. “Tapi belajar tidak hanya dari tatap muka perkuliahan, belajar juga bisa dari aktivitas kita berorganisasi. Karena ilmu itu tidak hanya yang bersifat hard skill tapi kita harus juga mengasah soft skill.”

     “Tidak lupa untuk untuk tetap menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi. Jangan sampai kuliah keteteran karena sibuk berorganisasi. Jadi harus pandai mengatur waktu. Dan jadilah manusia pembelajar, bangun komunikasi dan relasi sebanyak mungkin karena hal itu yang akan mengantar kepada gerbang kesuksesan, ‘’pungkas Dimas.

    Pada acara ramah tamah,  para mahasiswa dapat bertanya tentang prosedur tata laksana dalam hal akademik, administrasi dan asrama di UNY Kampus Wates. Pada kesempatan tersebut pihak kampus diwakili oleh Hadna Andy Alfalasany, A.Md. , Tusti Handayani, A.Md. dan Junaidi, A.Md.  Mahasiswa banyak bertanya tentang layanan akademik dan asrama. Para mahasiswa juga diperkenalkan dengan para pegawai UNY Kampus Wates yang akan membantu mahasiswa selama masa perkuliahan.

    Selain tentang birokrasi kampus mahasiswa juga dikenalkan dengan organisasi mahasiswa (ormawa) yang disampaikan oleh  ketua Hima PGSD, PGSD Penjas, Dan D3 Ekonomi dan display ormawa.  Para mahasiswa baru juga dikenalkan dengan lingkungan sekitar kampus Wates dengan outbond mengelilingi seputaran UNY Kampus Wates. Acara diakhiri dengan membentuk formasi UNY Kampus Wates.

  • Post date: Monday, 7 September, 2015 - 09:20
    Isi:

    Sebanyak 30 pelaku UMKM di lingkungan UNY Kampus Wates mendapatkan pelatihan tentang pengembangan usaha dan strategi pemasaran untuk usaha yang sedang dirintis. Pelatihan ini memfokuskan tentang perubahan pola pikir dan sikap tentang kewirausahaan.

    Ketua Tim pengabdi PPM FE UNY, Isroah, M.Si. mengatakan dengan akan dibangunnya calon bandara, Kulon Progo tidak lama lagi akan menjadi target sasaran para investor. “Jangan sampai makanan khas Kulon Progo seperti gebleg dan growol justru dikelola oleh pihak luar bukan oleh penduduk asli. Para pelaku UMKM harus memiliki motivasi untuk terus berinovasi sehingga produknya akan selalu ada dan terus berkembang,” ungkap Isroah pada pembukaan Pelatihan Kewirausahaan bagi pelaku UMKM di Lingkungan UNY Kampus Wates pada Selasa (2/9/2015) di Laboratorium Pemasaran UNY Kampus Wates.

    Dalam paparannya Isroah juga mengatakan bahwa pelatihan ini akan memunculkan ide ide baru dan kreativitas dalam mengembangkan usaha. Salah satu cara dalam mengembangkan usaha yakni dengan promosi yang tepat sasaran. “Promosi yang tepat akan meningkatkan penjualan dengan  menggaet target-target yang potensial serta juga  untuk menjaga loyalitas konsumen. Promosi dapat dilakukan melalui hal yang sederhana dengan metode ‘Getok tular’ atau  ‘icip - icip’ langsung.  Atau di era teknologi dapat juga melalui iklan via telepon seluler, email ataupun media sosial,” tambah Isroah.

    Pemapar selanjutnya, Endra Murti Sagoro, M.Sc. mengungkapkan bahwa berdagang itu tidak sama dengan berwirausaha. Dalam berwirausaha itu ada sebuah sistem yang dibangun. “Kalau berdagang itu hanya ada istilah hari ini. Berdagang itu tidak hanya untuk kita tapi juga untuk diwariskan kepada anak cucu kita. Berwirausaha itu telah memiliki pola manajemen yang baik.” Ungkapnya.

    “Modal itu adalah hal yang pertama tapi bukan yang utama. Yang utama adalah keinginanan dan cita-cita. Modal dan keahlian bisa dicari tapi cita-cita dan semangat adalah suatu hal yang tak terbeli. Setiap kita harus mempunyai mimpi atau cita-cita yang akan dicapai setelah itu terus kembangkan kreativitas, “ ungkap Endra.

    Lanjut Endra, pelatihan ini ditujukan untuk mencoba membuka pikiran dan wawasan para pelaku UMKM untuk tidak berhenti bermimpi. “ Bagi bapak ibu kalau hanya sekedar untuk memiliki usaha mie ayam, bakso, es buah, sembako tidak usah ikut pelatihan ini. Kita ingin mengubah mind set bahwa kita bisa untuk membuka bakso dengan 10 cabang, es buah 7 cabang dsb. Dan Hal itu dibutuhkan kekreatifan, tekad kuat, dan tahan uji,” tandas Endra.

    Pada pelatihan ini juga dibagikan formulir perencanaan usaha yang harus diisi oleh masing-masing peserta. Formulir berisi tentang rencana usaha yang telah atau akan dilakukan oleh para peserta. Nantinya dari Tim PPM FE UNY akan memantau keberlanjutan usaha tersebut.

  • Post date: Thursday, 3 September, 2015 - 09:26
    Isi:

    Standart isi pembelajaran pada era sekarang tidak hanya mempertimbangkan aspek knowledge semata, tapi aspek afektif dan skill juga menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian. “Ada mahasiswa mendapat nilai bagus tapi skillnya buruk jangan harap mendapatkan nilai baik.” Ungkap Wakil Dekan I FE, Nurhadi, MM dalam Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester  pada Selasa (25/8/2015) di Laboratorium Pemasaran UNY Kampus Wates. Acara ini dihadiri oleh Kepala Prodi dan dosen pengampu mata kuliah DIII Ekonomi FE UNY.

    Lanjut Nurhadi,  Standart Kompetensi Lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi lulusan yang mencakup aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran. Dan dalam pengembangan capaian pembelajaran diawali dengan  mencari peran yang akan dihasilkan dari lulusan prodi dan akan dirumuskan menjadi profil lulusan prodi. Dari profil lulusan prodi dapat dijabarkan kemampuan yang perlu dikuasai agar dapat berperan di masyarakat yang kemudian dapat dirumuskan menjadi Learning Outcomes Prodi. Dari Learning Outcomes Prodi sudah dapat ditentukan mata kuliahnya.

    “Dalam merancang rumusan mata kuliah berdasarkan  pada hal – hal yang bersifat spesific  mampu menggambarkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap/perilaku dengan jelas. Measurable, mempunyai target atau hasil yang dapat diukur sehingga dapat dicapai oleh mahasiswa. Achievable, kemampuan yang dirancang dan dapat dicapai oleh sebagaian besar mahasiswa. Realistic, kemampuan yang dirancang merupakan sesuatu yang wajar dan Time Bound, kemampuan mahasiswa menyelesaikan kegiatan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. “ tambah Nurhadi.

    “Para mahasiswa dalam pengalaman belajarnya  menggunakan model learning activites seperti berdiskusi, menelusur referensi, mewawancari narasumber, melakukan pengamatan dan atau melakukan kegiatan-kegiatan belajar termasuk mengerjakan tugas-tugas belajar,” tambah Nurhadi.

    Dalam pembukaan workshop, Sekretaris Bidang I, Isroah, M.Si.  menyampaikan bahwa workshop ini sebagai tindak lanjut dari workshop yang telah diselenggarakan di fakultas. “ Workshop ini juga sebagai ajang tanya jawab bagi para dosen untuk lebih memantapkan tentang rencana pembelajaran yang disusun. Untuk lebih gamblang lagi tentang perbedaan tentang S1 dan vokasi,” jelas Isroah

Pages