OUR NEWS
  • Post date: Wednesday, 23 December, 2015 - 10:15
    Isi:

    Bidang jaringan UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) Al Mujaddid UNY Kampus Wates mengadakan diskusi public speaking. Pemateri pada diskusi ini adalah oleh Heri Maulana Senin (21/12/2015) di ruang 201 Gedung Layanan Akademik. Lily Asmawati, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama panitia dari bidang jaringan. “Jaringan memiliki tujuan untuk berhubungan dalam lingkup internal dan eksternal. Oleh karena itu, acara ini merupakan hal penting bagi pengurus agar PD berbicara di depan umum” kata Lily.

    Acara yang dimulai dengan pembacaan tilawah ini berlangsung dengan lancar. Pemateri menyampaikan dengan judul Komunikasi dan Retorika. Kedua hal tersebut sangatlah berbeda dipandang dari sudut keformalannya. “Retorika lebih formal dibanding komunikasi, karena hakikat komunikasi itu terdiri dari 3 inti yaitu proses pengiriman informasi, terjadi antara 2 pihak atau lebih dan menggunakan media” kata beliau. Beliau juga menyampaikan bahwa di Jepang, pemerintah melarang rakyatnya untuk menertawakan orang lain saat “keseleo” lidahnya. Namun, lain halnya di Indonesia masih banyak orang yang menertawakan orang lain. Materi yang disampaikan pun sangat jelas. Salah satunya penentu keberhasilan komunikasi antara lain 55% bahasa tubuh, 38% nada suara dan 7% kata-kata. Sehingga harus berhati-hati karena persentase bahasa tubuh lebih banyak daripada yang lainnya.

    Para hadirin yang termasuk pengurus UKKI sangat antusias dengan materi. Sehingga di akhir acara banyak pertanyaan dari pengurus. Salah satu pengurus bertanya tentang tips-tips agar tidak grogi saat presentasi. Kemudian pemateri menjawabnya, langkah yang harus dilakukan yaitu dengan menyusun kerangka yang akan dipresentasikan berbentuk point-point, fokus pada materi, adanya jangka emosi yaitu sela untuk mengambil tindakan (jangan terburu-buru), lihatlah orang yang memancarkan aura positif, pandangi orang secara sekilas, jangan melihat orang yang tidak memedulikan kita karena itu akan membuat semangat “down”.

    Para pengurus bertepuk tangan dengan jawaban yang diberikan. Setelah itu, MC menutup acara. Acara tersebut selesai pada pukul 17.50 WIB. (dini)

  • Post date: Tuesday, 22 December, 2015 - 09:01
    Isi:

    Mahasiswa PGSD Kampus Wates angkatan 2015 mementaskan pertunjukan drama sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia untuk SD yang diampu oleh HB. Sumardi pada (14/12/2015) di ruang perkuliahan 1. Sebagai dosen pengampu, HB Sumardi menyampaikan bawa pentas drama ini Pentas drama sebagai wujud praktek langsung dari pengenalan tentang kesusasteraan dengan mengambil tema bebas dengan durasi waktu 10-15 menit. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. “Setiap mahasiswa akan memperankan tokoh yang didukung dengan properti yang mengambarkan peran, setting tempat dan alur cerita. Dan untuk mendukung suasana dapat menggunakan tambahan berupa audiovisual,” ungkap Sumardi.

    Pada penampilan perdana ditampilkan cerita tentang asal muasal gading gajah. Pada kelompok ini 5 mahasiswa yang masing-masing memerankan sebagai gajah, singa, macan, dan pohon. Diceritakan bahwa gajah yang memiliki tubuh besar tapi sering dianggap hewan yang lemah oleh singa dan macan. Gajah merasa sedih karena sering diejek oleh singa dan macan. Dan dia meminta kepada sang pencipta dengan bantuan pohon untuk diberikan sesuatu benda yang tajam seperti taring atau kuku seperti macan dan singa. Dan diberilah gajah dengan gading.

    Lain lagi dengan kelompok 5 yang menampilkan cinta di musim pop mie. Drama yang menceritakan tentang kerajaan pop mie yang rajanya meninggal dan meninggalkan 2 dua istri. Ke dua istri ini hidupnya tidak akur. Istri ke dua ini memiliki 2 putri yang bernama Culis dan Sari. Sari memiliki keterbatasan dengan tidak bisa bicara (gagu). Istri ke dua ini hanya menyayangi Culis dan tidak menghiraukan Sari. Hingga pada suatu saat Sari difitnah oleh Culis sehingga mendapat kutukan oleh ibunya dan dibuang di hutan. Selama di hutan, Sari bertemu dengan nenek penyihir baik hati yang membebaskan Sari dari kutukan. Selamatlah Sari dari kutukan. Dia kembali ke Kerajaan Pop Mie dan akhirnya ibunya menyadarinya kesalahannnya dan hidup rukun bersama anak dan istri pertama.
    Wanda yang memerankan Culis cukup mendalami peran yang dilakoninya. Wanda selaku pemeran Culis menyampaikan bahwa drama ini cukup nge-pop dan membutuhkan persiapan kurang lebih 2 minggu.”Untuk mempersingkat durasi, pada saat meninggalnya Raja kita buat dalam bentuk video dan kita juga menyelipkan backsound lagu untuk setiap adegan biar lebih ‘hidup’. Kita juga menyiapkan koreografi tarian agar drama ini lebih meriah lagi,”ungkap Wanda.

    Dalam penampilan drama ini banyak tema yang diusung oleh mahasiswa PGSD Kampus Wates. Mulai dari tema anak berkebutuhan khusus yang dikucilkan teman temannya, tema kebhinekaan Indonesia, tema cerita anak thumbellina dan penyihir, dan tema bahaya petasan.

  • Post date: Friday, 18 December, 2015 - 08:21
    Isi:

    Mahasiswa UNY Kampus Wates ikut berpartisipasi dalam melaksanakan pendidikan politik melalui pemilihan wakil mahasiswa (pemilwa). Di UNY Kampus Wates diadakan pemilihan untuk pemilihan Ketua BEM REMA, DPM dan Ketua BEM Fakultas dan Ketua HIMA PGSD Wates, Ketua Hima PGSD Penjas dan Ketua HIMA D3 Ekonomi. Untuk Periode 2016 ini, HIMA PGSD Wates memiliki tiga kandidat yaitu Shodiq Aziz yang berhasil memperoleh raihan suara terbanyak 105 suara, disusul dengan Aan Kaligi 99 suara, dan terakhir Khanifatur Rachmah memperoleh 31 suara.

    Sedangkan untuk kandidat Ketua HIMA Penjas suara terbanyak diperoleh Sheiyawibi yang mendapatkan 62 suara dan pesaingnya Irfan Sodikin mendapat 39 suara dengan suara tidak sah berjumlah 29 suara. Menurut Ketua KPU Kampus Wates, Anis Marsinah menyampaikan bahwa tingkat partispasi dari mahasiswa PGSD Penjas untuk memilih masih cukup rendah.”Dari total jumlah pemilih 240 mahasiswa, mahasiswa yang melakukan pencoblosan hanya 130 mahasiswa dari 240 orang pemilih atau sekitar 58 %,” ungkap Anis.

    Jauh berbeda jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih untuk Ketua HIMA D3 Ekonomi dari total 311 mahasiswa sebanyak 294 mahasiswa menggunakan hak pilihnya. Perolehan suara Ketua HIMA D3 Ekonomi terbanyak diraih oleh Abdul Halim memperoleh 88 suara, Shintya Aditya 75 suara, Tredy Agung Tahmid memperoleh 56 suara, Dimas Singarimbun 38 suara, dan terakhir Badriatus Soleha 37 suara. Disela sela kesibukannya,pengelola kampus wates, Bambang Saptono, M.Si. memberikan apresiasi atas pelaksanaan pemilwa ini. “Pemilwa ini merupakan sebuah pembelajaran politik bagi mahasiswa untuk dapat berpolitik secara santun, berkampanye secara beradab dan mampu menerima hasil baik itu menang atau pun kalah. Serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar demokrasi dengan menyalurkan apa yang menjadi aspirasinya,” pungkas Bambang.

  • Post date: Wednesday, 16 December, 2015 - 09:16
    Isi:

    UKKI PPG SM-3T angkatan III menyelenggarakan sekolah Pra nikah “Pribadi Muslim yang siap Menuju gerbang Pernikahan yang islami dan berberkah”  yang secara berurutan pada (14/12, 17/12, 21/12, dan 28/12) di Ruang Auditorium Lt. 4 UNY Kampus Wates. Acara ini diikuti oleh mahasiswa PPG SM-3T dan mahasiswa reguler UNY. Pada pembukaan, Kepala Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. menyampaikan bahwa setiap insan manusia pasti menginginkan pernikahan yang bahagia. “Pernikahan yang bahagia bukan seberapa besar tingkat kecocokan dengan pasangan kita tetapi seberapa besar kemampuan dan kesediaan untuk mengatasi ketidakcocokan. Cinta mungkin terlihat ideal (apa yang seharusnya)  tetapi sesungguhnya pernikahanlah yang benar-benar aktual (apa adanya),” ungkap Bambang.

    “Saat seseorang mencari pasangan, harus disadari bahwa tidak ada yang manusia yang sempurna. Setiap orang pasti memiliki kesalahan dan kelemahan. Indahnya pernikahan justru muncul ketika menemukan pasangan yang dapat menjadi teman dalam pencarian spiritual, mitra membangun hidup dan pelipur saat saat lemah,” tambah Bambang.

    Menjaga keseimbangan antara deskripsi masing-masing peran suami dan istri tidaklah mudah. Tiap pasangan suami istri haruslah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan memahami realitas sebelum menikah. “Hal inilah yang membuat pelatihan pra nikah menjadi sangat penting sampai dengan proses administrasi dan legalisasi nikah,” tandas Bambang.

    Dalam tausyiahnya Ustad Adi Abdilah menyampaikan bahwa seseorang yang saat akan menikah harus sehat baik secara jasmani maupun spiritual. “Sehat secara fisik saja tidak cukup tapi juga harus memiliki persiapan ruhyah atau mental yang bagus. Persiapan mental itu meliputi wawasan pernikahan yang mengacu kepada tugas dan tanggung jawanb yang harus diemban oleh seorang suami ataupun istri. Serta ilmu tentang kedamaian dan ketenangan yang merupakan tujuan dari sebuah pernikahan,”tambah Ustad Adi yang berdomisili di Kalasan.

    Selain hal tersebut, bagi seorang laki laki yang sering membuat belum siap menikah adalah tentang penghasilan untuk memberi penghidupan yang layak bagi istrinya kelak. “Mau menikah tapi hidup masih sama orang tua. Makan dan minum masih numpang orang tua. Sebagai laki-laki harus berani hidup mandiri dan mampu memberikan maisyah (sumber nafkah) bagi pasangannya.”

    “Jangan khawatir dengan kemapanan asal kita memiliki niat baik dan berusaha untuk memberikan penghidupan yang halal bagi pasangan kita Allah akan memberikan jalan rezeki yang tidak pernah kita duga,”tegas Adi.

    Sekolah pra nikah ini juga akan membahas tentang Medis Pranikah Ikhwan dan Akhwat, Perencanaan Finansial Pra dan Pasca pernikahan, Hak dan kewajiban Berumah Tangga, Psikologi dan Problematika Pernikahan, talak dan ruju’.

     

Pages