OUR NEWS
  • Post date: Monday, 6 July, 2015 - 12:38
    Isi:

    Mahasiswa merupakan agent of Change. Mahasiswa sebagai pembawa misi perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Pembinaan secara kontinyu yang diterima oleh peserta PPG SM-3T baik dari segi akademik dan kehidupan berasrama akan membentuk jiwa pendidik yang tangguh dan membawa misi yang baik untuk kehidupan bermasyarakat papar Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA dalam acara Monitoring dan Evaluasi PPG SM-3T pada Rabu (2/5/2015) di Rusunawa UNY Kampus Wates.

    “Memilih menjadi pendidik bukan suatu hal yang salah. Segala macam persoalan di dunia pendidikan kuncinya hanya satu yaitu kasih sayang. Segala sesuatunya  harus dilandaskan dengan kasih sayang. Marah dengan anak didiknya dilandasi dengan kasih sayang. Memuji pun harus dilandasi dengan kasih sayang,” Lanjut Rochmat.

    “Setelah masa 1 tahun pengabdian dan  1 tahun pembinaan  untuk menjadi pendidik profesional,luruskan niat tidak boleh terjebak dengan masa lalu. Berjiwalah visioner. Saling support dan saling menghargai satu sama lain dan selamat sudah sampai fase ini. Semoga lulus semua. Amin,” Pungkas Rochmat.

    Dalam laporan yang disampaikan oleh Ketua LPPMP UNY, Prof. Dr. Wawan S. Suherman. M.Ed. Acara ini merupakan monitoring dan evaluasi anggota RKU, Kaprodi dan Koordinator  prodi dengan para peserta PPG SM-3T.  “Kegiatan workshop sudah hampir selesai. Setelah libur lebaran peserta PPG SM-3T akan masuk ke  tahapan PPL. PPL akan dilaksanakan di 2 Kabupaten yaitu Kulon Progo dan Sleman. Dan sekolah yang untuk tempat PPL adalah sekolah yang sudah melaksanakan kurikulum 2013,“ papar Wawan.

    Setelah selesai workshop peserta PPG SM-3T akan libur mulai tanggal 11 Juli – 25 Juli 2015 dan pembekalan PPL akan dilaksanakan pada  27 Juli 2015. “Sebelum diterjunkan ke sekolah, para peserta PPG SM-3T akan melaksanakan ujian tengah semester sebagai tolak ukur dalam penguasaan akademik sebagai bekal untuk PPL,” tutup Wawan.

    Acara monitoring ini dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, ka prodi dan koordinator prodi. Acara monitoring ini ditutup dengan acara buka puasa bersama.

  • Post date: Wednesday, 3 June, 2015 - 13:56
    Isi:

    UNY  Kampus Wates bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Wates Kulon Progo dan Pengkap Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kulon Progo menggelar Kejuaraan Renang Antar Sekolah (KRAS) se-DIY pada (31/5/2015) di Kolam Renang UNY Kampus Wates. Pada sambutannya Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. menyampaikan bahwa peserta renang berasal dari atlit yang sekolahnya  berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan kejuaraan ini dikuti oleh ini 159 sekolah se-DIY dengan jumlah peserta 255 dengan 795 nomor lomba. “Kejuaraan ini dibagi berdasarkan kelompok umur dengan KU I (15 tahun keatas), KU II (13-14 tahuan), KU III (11-12 tahun), KU IV (9-10 tahun) dan KU V (8 tahun dan dibawahnya).” Imbuhnya.

    Pada sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo, Drs. Sumarsana, M.Si. memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kejuaraan renang antar sekolah ini yang akan membawa dampak positif bagi lahirnya atlit-atlit muda berbakat. “kejuaraan renang ini merupakan perlombaan sebelum Ujian Kenaikan Kelas dan puasa. "Semoga sukses dan membawa hasil yang terbaik,” tutup Sumarsana.

    Menurut Ketua Panitia, Subagyo, M.Pd. Pada kejuaraan ini semua nomor-nomor perlombaan akan dilaksanakan langsung final. Dan menggunakan Peraturan 1 ( satu ) kali start.  Kegiatan ini memperlombakan renang Gaya Bebas, Gaya Dada, Gaya Kupu-Kupu, Gaya Punggung, dan Gaya Ganti perorangan dengan menempuh jarak bervariasi mulai 50 m, 100 m dan 200 m. “Peserta yang mengikuti perlombaan bukan pada kelompoknya akan didiskualifikasi,”tambah Subagyo.

    Pemenang 200 m bebas KU V Putri juara I Keysa Gendis, Juara II Nayla Grizhella Putri S., Juara III Keryn Charlie Dickinson. Kategori 100 m Punggung KU I/senior putra juara I diraih oleh Febri Ridho Baharianto, Juara II Rizky Arfiyanto, dan Juara III Muh. Gibran Aditama. Kategori 200m bebas KU IV putra juara I diraih oleh Yossalino Andreas, Juara II Muhammad Ilham, Dan Juara III Halim Dwinanta. Kategori 200 m bebas KU IV Putri untuk juaran I diraih oleh Nusa Oryza, juara II oleh Elidya Karensa dan juara III Sri Haryati Desiana Dewi. Dan kategori 100 m bebas KU V putra diraih oleh Ferdy Maulana Pasha,juara II Rifhi Fatuttohman, dan juara III diraih oleh Solomon Darren.

  • Post date: Wednesday, 3 June, 2015 - 09:35
    Isi:

    Rombongan IKIP PGRI Wates yang dipimpin oleh Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan mengadakan kunjungan ke UNY Kampus Wates pada Senin (25/5/2015). Wates. Dalam rombongan tersebut juga ikut Ketua Prodi PGSD, Sekretaris Bimbingan Konseling dan dosen PGSD. Kunjungan tersebut bertujuan untuk pengelolaan PGSD di UNY Kampus Wates.

    Dalam sambutannya Pembantu Dekan Fakultas Pendidikan IKIP PGRI, Dra. Wahyu Utami, M.Pd. menyampaikan bahwa IKIP PGRI Wates baru saja membuka  jurusan PGSD dan tahun ini memasuki tahun ke dua. Dan pada pada tahun 2016 mendatang akan dilaksanakan visitasi untuk memperoleh akreditasi. “Dalam kesempatan yang baik ini, kunjungan kami ini untuk menggali informasi dan sebagai inisiatif pembelajaran bagi pengelola kampus.”

    “Kampus PGRI ini tergolong kecil tapi sudah sangat tua. Kami lahir pada tahun 1968.  Mahasiswa kami juga hanya berjumlah 300an tapi kami mempunyai spirit untuk maju dan siap memenuhi calon guru profesional.” Imbuh Wahyu.

    Kepala pengelola Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. memberi ucapan selamat atas lahirnya prodi baru PGSD di IKIP PGRI wates. Harapannya ini akan menjadi sebuah sebuah persaingan yang positif demi memajukan dunia pendidikan.

    “Proses mendapatkan akreditasi tentu memiliki tantangan tersendiri. Pengalaman PGSD dalam menyiapkan borang akreditasi dapat dijadikan gambaran bagi IKIP PGRI Wates dalam menyiapkan borang akreditasi. Seperti linieritas dosen dan karya dosen selama mengabdi menjadi hal yang perlu diperhatikan. Serta laboratorium pembelajaran yang ideal juga menjadi tolak ukur dalam penilaian,”ungkap Bambang yang juga dosen PGSD.

    Selain itu, Aprilia Tina Lidyasari, dosen PGSD juga menambahkan bahwa untuk mengangkat akreditasi dapat juga dengan menggerakan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah. Dan menerjunkan mahasiswa –mahasiswa ke sekolah untuk dapat melihat langsung dan itu biasanya akan berimplikasi positif untuk menambah kerjasama dengan sekolah sekolah tersebut.

    Acara ini tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris bidang I, Isroah M.Si. dan Sekretaris bidang II, Dapan, M.Kes. Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan observasi langsung di laboratorium microteaching.

  • Post date: Tuesday, 26 May, 2015 - 11:30
    Isi:

    Rombongan anggota senat FIP Komisi C UNY berkunjung ke UNY Kampus Wates pada (22/5/2015). Kunjungan ke UNY Kampus Wates ini dikhususkan untuk melihat dan mengobservasi Asrama dan Hima Kampus Wates.  Di awal kedatangan ombongan yang berjumlah 10 orang ini langsung melihat proses pembelajaran dan workshop PPG SM-3T prodi Pendidikan Luar Biasa FIP. Para anggota senat juga sempat berdialog langsung dengan para mahasiswa.

    Bambang Saptono, M.Si., selaku pengelola Kampus Wates menyampaikan kunjungan ini sebagai wadah observasi agar rusunawa dan Hima Wates dapat terus berkembang menjadi lebih baik lagi. “Semoga para anggota komisi C ini dapat memberi masukan-masukan yang dapat memajukan rusunawa.”ungkap Bambang.

    Bambang menjelaskan bahwa idealnya asrama harus dekat dengan kampus. Mahasiswa di kampus wates ini relatif dekat untuk menuju kampus. Pendidikan tidak hanya di kampus tapi asrama pun merupakan sebuah proses pendidikan.“Pendidikan berasrama dimulai dari kegiatan yang paling sepele yaitu makan bersama. Makan bersama akan menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas  dan juga kedisiplinan, tambah Bambang.

    “Dengan melalui pendidikan berasrama mahasiswa akan dilatih untuk mempunyai karakter yang disiplin dan tertib. Kita memiliki buku panduan tentang tata tertib dan sanksi administrasi jika ada penghuni asrama yang melanggar. Kita akan memberikan sanksi kepada penghuni asrama yang melanggar untuk memberikan efek jera terhadap penghuni lain agar tidak terulang lagi. “

    Pada kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa masukan oleh Dr. Cepi Safrudin Abdul Jahar untuk memberikan nuansa jogja disetiap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Karena nuansa Jogja ini akan memberikan kesan dan pengalaman  bagi setiap individu penghuni asrama. “Tapi tetap juga karena ini multi etnis sebaiknya ada satu event yang menampilkan kebudayaan baik berupa bahasa, makanan dari setiap wilayah dari para penghuni asrama. Hal ini akan menumbuhkan rasa memiliki dan mencintai terhadap kebudayaan nusantara. “ tambah Cepi.

    Acara diakhiri dengan rombongan mengunjungi secara langsung lingkungan dan sarana prasarana asrama putri maupun putra.

     

     

Pages