OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 23 July, 2024 - 14:11
    Isi:

    Mahasiswa UNY mampu mengolah limbah kulit udang menjadi sunscreen body lotion berbahan alami yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Manfaat sunscreen body lotion ini diperkaya dengan ekstrak lidah buaya sebagai pelembab alami dan antioksidan untuk kulit. Sunscreen body lotion tersebut terbuat dari kitosan yang berasal dari proses deproteinasinlimbah cangkang kulit udang dan juga ekstrak lidah buaya. Produk mahasiswa ini merupakan salah satu peraih pendana dari Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2024.
     salah satu PKM Kewirausahaan yang lolos pendanaan dari Mahasiswa yang berhasil mengolah dan memasarkannya tersebut adalah Rhizma Az Zahra dari Prodi Kimia, Melisa Sekarlina Putri Dayani dari Prodi Pendidikan Biologi, Bartolomius Dias dari Prodi Manajemen Pemasaran, Rahma Budiasti dari Prodi Pendidikan Matematika, dan Aisyah Ary Yatma dari Prodi Pendidikan IPA. 
    Menurut Rahma Budiasti, sinar UV sangat berbahaya untuk kulit, sehingga perlindungan dari sinar UV seharusnya untuk semua bagian tubuh yang terpapar sinar matahari, bukan hanya wajah. "Seluruh anggota tubuh kalau bisa harus terlindungi dari paparan sinar UV agar tetap terjaga dan kulit tidak mudah kering" katanya, Selasa (9/7). 
    Sinar UV berperan sekitar 80% dalam perkembangan penyakit kulit termasuk penuaan kulit dan kanker kulit. Produk kosmetik tabir surya yang menggunakan zat kimia sebagai bahan aktif seperti oksibenzon, avobenzon, TiO2, dan ZnO dapat menimbulkan efek samping pada kulit. 
    Melisa Sekarlina Putri Dayani menambahkan, krim tabir surya sangat krusial peranannya. "Krim tabir surya berbahan alami sangat diperlukan untuk terobosan sekaligus mengurangi limbah yang ada di sekitar", ujar Melisa. 
    Pemanfaatan limbah kulit udang selama ini hanya sebagai limbah saja dan dibuang, padahal limbah kulit udang ini sangat berpotensi untuk diolah menjadi tabir surya alami. 
    Kitosan dari limbah kulit udang memiliki banyak kandungan yang bermanfaat terutama sebagai edibel film/tabir surya bahkan sebagai pelembab. Selain itu dikombinasikan dengan lidah buaya yang memiliki kandungan sebagai antioksidan alami dan pelembab kulit akan sangat bermanfaat untuk menyehatkan kulit dari paparan sinar UV. 
    Rhizma Az Zahra menjelaskan, bahan yang diperlukan adalah kitosan dari kulit udang, ekstrak lidah buaya, aquadest, trietanolamin, asam stearat, gliserin, nipagin, karagenan, dan fragrance oil.
    "Kami memberi nama Sunscreen Body Lotion ini KiLoev dengan tagline #BodyCareNatureCare", tutur Aisyah
    Bartolomius Dias menjelaskan, produk tabir surya sangat bermanfaat bagi masyarakat. "Produk KiLoev memiliki target pasar yang sangat luas dan kami akan mengemasnya dengan cara yang lebih menarik", ujar Dias. 
    Keunggulan produk ini mengandung bahan akatif alami sehingga akan mengurangi efek samping dari pengunaan bahan kimia. Selain itu juga sebagai salah satu wujud untuk mendukung kesadaran akan pemanfaatan sumber daya baik dari segi sosial, ekonomidan lingkungan serta mendukung zero wasting. 
    Dalam memasarkan produk ini kami melakukan ekspansi pasar mulai dari hadir di online marketplace kemudian bekerjasama dengan event pameran dan bazaar. Selain itu kita juga menggaet para Brand Ambassador mulai dari duta UNY, duta Genre DIY, Duta Lingkungan serta influencer Muhamad Ihsan Ramadhani dengan followers 127 ribu di Instagram, “imbuh Dias. (Bartolomius Dias/Th)

     

  • Foto bersama Tim Kethekiland di Gunung Kidul
    Post date: Friday, 19 July, 2024 - 10:56
    Isi:

    Gunung Kidul, 17 Juli 2024 - Tim mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Kethekiland Team telah berhasil melaksanakan Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan IPTEK 2024 dengan judul "Inovasi Jebakan dan Pagar Listrik Cerdas sebagai solusi pencegahan hama monyet ekor panjang guna meningkatkan produktivitas kelompok tani Ngudi Makmur". Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian kelompok tani di daerah Paliyan, Namberan, Gunung Kidul. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan hasil panen dapat meningkat secara signifikan, mengurangi kerugian yang selama ini dialami akibat serangan monyet ekor panjang.

    Maulana Idris selaku anggota dalam PKM ini menyampaikan latar belakang dari program ini pada wawancaranya "Awalnya saya merasa resah melihat berita di TV bahwa ada sekelompok monyet ekor panjang yang menyerang lahan pertanian hingga rumah warga di daerah Gunung Kidul, Jember, Makasar dan lainnya  " sumber : ( detik.com ), Maulana.

    Kelompok tani di Gunung Kidul merupakan salah satu pengekspor terbesar singkong ke beberapa daerah seperti Cilacap, yang kemudian diolah menjadi keripik, geblek, dan produk olahan singkong lainnya. Namun, serangan monyet ekor panjang telah menyebabkan penurunan hasil panen dan mengakibatkan kerugian besar senilai Rp 41,5 juta. Oleh karena itu, inovasi ini sangat mendesak untuk diterapkan guna mengatasi masalah tersebut.

    Program ini dilaksanakan oleh Kethekiland Team yang terdiri dari: Ketua: Shaiful Abas (S1 Pend.T Mekatronika), Programmer: Adrian Ramdhany (S1 Pend.T Mekatronika), Electrical: Maulana Idris Kamal (D4 T. Elektro), Mechanical: Andrian Dwi Susanto (S1 Pend.T Mesin), Publication: Alfina Risma Ramadhani (S1 Pend. Biologi)

    Program ini dilaksanakan pada tanggal 16 - 17 Juli 2024 di dusun Namberan, Karang Asem, Paliyan, Gunung Kidul. Alat yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan memungkinkan pengembangan serta produksi besar-besaran di masa depan. Tema PKM ini diambil berdasarkan berita mengenai serangan monyet ekor panjang yang meresahkan warga, terutama di daerah Jember. Dari hasil riset, diketahui bahwa monyet ekor panjang takut dengan warna dan bau yang menyengat. Mereka juga mampu menghafal berbagai jenis tipuan seperti suara gonggongan anjing, orang-orangan sawah, dan suara senapan. Oleh karena itu, inovasi jebakan dan pagar listrik ini dirancang untuk memberikan efek jera tanpa membunuh monyet tersebut.

    Dari hasil uji coba menunjukkan bahwa monyet yang masuk ke dalam jebakan akan disemprot dengan cat warna yang menyengat. Selain itu, pagar cerdas yang dipasang di sekitar lahan pertanian akan memberikan efek kejutan listrik yang tidak mematikan, sehingga monyet tersebut akan jera dan tidak kembali lagi. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kelompok tani Ngudi Makmur dapat kembali meningkatkan produktivitas pertanian mereka dan mengurangi kerugian akibat serangan hama monyet ekor panjang. ( Rom )

  • Post date: Friday, 12 July, 2024 - 10:19
    Isi:

    UNY mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Regional tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Universitas Muhammadiyah Solo. Kegiatan ini digelar pada (1-6/7) di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

     Dalam kejuaraan ini UNY mengikuti tujuh kategori yaitu Tim Mobo-Evo (KRSBI-Beroda), Tim Gareng Punk (KRSI), Tim Al-‘Aadiyaat dalam (KRSBI-Humanoid), Tim Maestro-Evo (KRAI), Tim Abhinaya (KRTMI), Tim Mavis (KRBAI) dan Tim Rosemery (KRSTI) yang bertanding di tingkat Nasional. 

    Dalam kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai lintas prodi dan fakultas. Fakultas Vokasi mengirimkan mahasiswa antara lain Naufal Nafi' Nusantoro (D4 Teknik Elektronika 2020), Afif Ilham Syafi Udin(D4 Teknik Elektronika 2020), Muhammad Farid Kurniawan (D4 Teknik Mesin 2022) dan Yusuf Ade Pratama (D4 Teknik Mesin 2022).

    Al-‘Aadiyaat memiliki 5 robot humanoid yang gagah dan lincah. Dari ke-5 robot memiliki ciri khas masing-masing, namun memiliki filosofi yang sama dengan arti dari nama dan logo Al-‘Aadiyaat yaitu, kuda perang yang gagah dan lincah yang siap untuk mengalahkan lawan.

    Robot Sepak Bola Humanoid Universitas Negeri Yogyakarta yang lebih dikenal dengan AL-‘AADIYAAT kembali raih kejuaraan pada Kontes Robot Indonesia yang diadakan oleh Puspresnas. Pada kontes ini, perjuangan Tim Al-‘Aadiyaat terbayar dengan berhasil meraih juara 1 Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid (KRSBI-Humanoid) Wilayah I dan Juara 2 Pada tingkat Nasional. Tim Al-‘Aadiyaat mendapatkan juara 2 dari 13 tim yang lolos pada tingkat Nasional dai hasil seleksi tingkat wilayah.

    “Alhamdulillah tim Al-‘Aadiyaat meraih juara 2 ditingkat Nasional setelah mengalahkan tim Barelang dari Politeknik Negeri Batam dan melaju pada tingkat final dan kalah oleh tim Ichiro dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Kami juga tidak menyangka bakalan bisa mencapai juara 2 dalam tingkat Nasional. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendoakan dan memberikan support yang baik untuk tim Al-Aadiyaat saat bertanding di tingkat Nasional” Ujar Hudzaifi selaku ketua Tim Al-‘Aadiyaat.

     

    Untuk persiapan lomba tingkat Nasional, Tim Al-‘Aadiyaat memulainya dari pengecekan kesiapan robot, merancang desain, penataan lapangan, hingga pembuatan motion untuk bertanding. Hudzaifi meyakini dalam menyiapkan lomba ini seluruh tim turut berperan aktif dalam menjalankan setiap prosesnya. 

    Dosen pembimbing Ariadie Chandra Nugraha, ST.,MT. mengaku bangga akan pencapaian tim pada jenjang Nasional tahun ini karena lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang meraih juara 3 pada tingkat Nasional. 

    “Tidak disangka tahun ini tim Al ‘Aadiyaat bisa meraih juara 2 pada tingkat nasional ini karena melihat tim lawan yang memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan dan telah menjadi juara pada tahun sebelumnya, Alhamdulillah tahun ini prestasi tim sudah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, saya berharap untuk tahun depan tim bisa mempertahankan prestasinya baik di tingkat Wilayah maupun ditingkat Nasional. Saya sangat bangga dengan perjuangan anggota tim dalam mempersiapkan tingkat nasional ini karena jeda dengan tingkat wilayah kemarin sangat terbatas waktunya dan sempat mengalami banyak kendala sebelum hari H untuk KRI Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta” ujar Desfitra selaku Manager Tim Al ‘Aadiyaat. (Desfitra)

     

  • Outbond
    Post date: Sunday, 7 July, 2024 - 10:52
    Isi:

    Research Group  Program Studi Pengelolaan Usaha Rekreasi menggelar kegiatan outbond yang berlangsung meriah di Pantai Sepanjang, Gunungkidul pada (6/7/2024).   Kegiatan Penelitian Research Group ini berjudul Peningkatan Kapasitas mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan Olahraga Rekreasi sebagai Upaya Peningkatan Karakter di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul. Research Group ini diketuai oleh Ratna Kumala Setyaningrum, M.Or., dengan tim  Dr. Nurhadi Santoso, M.Pd., Dra. Sri Mawarti, M.Pd., Dr. Galih Pamungkas, S.Pd., M.Pd., dan Muhammad Fatih Humam, M.Or.

    Selaku ketua Research Group, Ratna Kumala Setyaningrum, M.Or.  di sela sela kegiatan menyampaikan bahwa tujuan riset ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan skill mahasiswa dalam menciptakan kegiatan yang karakteristiknya berada di pantai. "Beberapa segmen yang kami pelajari terutama pada manajemen dan event organizer," ujar Ratna.

    Ratna juga menambahkan, "Kami juga memfasilitasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat event kemudian mendesain ini menjadi sesuatu yang menarik." 

    Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengelola event rekreasi, tetapi juga meningkatkan daya tarik masyarakat atau calon mahasiswa baru untuk berkuliah  di Program Studi Pengelolaan Usaha Rekerasi. 

    Kegiatan ini dibagi menjadi enam kelompok permainan, yaitu mengoper bola pingpong dengan kertas, sepak bola dengan sarung, estafet bola voli, balap karung, bakiak, dan gobak sodor. Pengunjung antusias untuk ikut serta dalam kegiatan ini, mulai dari anak-anak SD, SMP, hingga para orang tua. 

    Syakira, mahasiswa Pengelolaan Usaha Rekreasi angkatan 2023, mengungkapkan bahwa olahraga rekreasi sangat menarik. "Pada awalnya  kita mencari peserta sangatlah sulit, namun ketika kita memberikan contoh maka beberapa orang  tertarik untuk ikut berpartisipasi. Hal ini membuat banyak pengunjung yang ikut terlibat  dan harapannya berdampak signifikan pada daya tarik wisatawan," jelas Syakira.(Rom/Tha )

Pages