OUR NEWS
  • Post date: Sunday, 5 September, 2021 - 07:16
    Isi:

    Prestasi kembali ditorehkan oleh para mahasiswa Program Sarjana Terapan Universitas Negeri Yogyakarta. Pada ajang ini, ada lima mahasiswa yang mengikuti kompetisi merupakan mahasiswa dari program studi yang berbeda. Tim ini diketuai oleh Muhammad Ikhsan Ardi Hansyah dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, kemudian dengan anggota Hilal Fahrul Hamam dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, Ersa Ivadany Hidayat dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, Fitria Alsya Yasmin dari Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan, dan yang terakhir Chayyu Zalena Hawie dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Para mahasiswa ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus yaitu Gold Medal in the Category of Technology dan Macedonia Special Award dalam ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) yang diadakan secara daring.

    WYIIA sendiri adalah sebuah ajang yang bertujuan untuk memaparkan ide dan juga inovasi dalam berbagai macam kategori yang telah disediakan dalam ketentuan. Kompetisi ini diadakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) dan bekerja sama dengan beberapa pihak salah satunya dengan Malaysia Innovation Invention Creativity Association. WYIIA diikuti oleh 450 tim dari 35 negara di dunia.

    Sebagai ketua tim dalam ajang ini, Muhammad Ikhsan Ardi Hansyah atau yang akrab disapa Hansyah merasa sangat bangga karena bisa mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini. Dalam kompetisi ini Hansyah dan tim membuat sebuah alat yang dapat mendeteksi kadar pH pada sungai yang tercemar oleh limbah tahu. Dengan alat ini nantinya bisa mendeteksi kadar pH yang ada dan mengetahui apakah lingkungan tersebut aman untuk para organisme yang ada di sekitar atau tidak. Ketika keadaan pH dianggap tidak aman bagi lingkungan maka servo akan bekerja dan akan menstabilkan dengan kandungan asam atau basa dan juga akan menambahkan nutrisi yang baik untuk biota dan lingkungan.

    Sebelum merancang dan membuat alat tersebut, Hansyah dan tim melakukan pengamatan pada sungai yang tercemar oleh limbah tahu di Kabupaten Gunungkidul D.I Yogyakarta. Hansyah dan tim melihat beberapa sungai telah tercemar dan sehingga terciptalah gagasan untuk membuat alat tersebut. Alat ini juga jika dihitung dari segi biaya lebih murah daripada alat pH meter yang ada di pasaran.

    Bisa mendapatkan dua penghargaan sekaligus menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Hansyah dan tim. Hansyah dan tim berharap bisa mengikuti kompetisi serupa dengan harapan adanya dukungan dari berbagai pihak terutama dari pihak UNY. Ke depannya Hansyah dan tim juga akan mengajak mahasiswa lain untuk bisa bergabung dalam ajang serupa dan berharap dengan mengikuti kompetisi-kompetisi seperti ini nama UNY bisa lebih dikenal oleh dunia dan UNY bisa lebih maju daripada sebelumnya.

  • Post date: Saturday, 28 August, 2021 - 10:14
    Isi:

    Kebutuhan industry akan kemampuan tenaga kerja terus berubah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi yang saat ini memasuki era Industri 4.0 yang ditandai dengan penerapan teknologi otomasi dan robotic. Otomasi produksi diterapkan oleh industri manufaktur bertujuan untuk menciptakan efekifitas dan efisiensi produksi agar dapat mempersingkat proses dan mendapatkan hasil produk yang berkualitas untuk memenangkan persaingan bisnis. Teknologi otomasi dan robotic merupakan masa depan proses produksi di industri manufaktur. Oleh karena itu, siswa SMK sebagai calon tenaga kerja harus disiapkan dengan baik agar mereka siap bekerja di dunia industry.

    Penyiapan lulusan yang siap kerja tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidik. Alasan itulah yang mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kelompok Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang bertugas di Kampus Vokasi UNY Wates menyelenggarakan Pelatihan Robotic Welding bagi Guru SMK bidang pengelasan. Tim Pengabdi di antaranya Dr. Ir. Widarto, M.Pd., Slamet Karyono, M.T., Ahmad Fikrie, S.ST, M.T., Aris Eko Wibowo, M.Pd., Ardani Ahsanul Fakhri, M.Pd., dan Burhan Febrinawarta, M.T. Pelatihan diselenggarakan pada 28/08/2021 sampai dengan 02/09/2021 di Laboratorium Robotic Welding, Kampus Vokasi UNY Wates.

    Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari SMK Muhammadiyah 2 Wates dan SMK Negeri 2 Pengasih. Pelatihan terdiri dari teori dan praktik. Penjelasan teori dilakukan secara daring melalui Zoom selama dua hari, sedangkan praktik dilakukan secara tatap muka selama empat hari dengan menerapkan protokol Kesehatan Covid 2019 secara ketat dimana setiap harinya pelatihan dibatasi hanya untuk 5 peserta.

    Dr, Widarto selaku Ketua Pengelola Kampus Wates sekaligus Ketua Tim PkM saat pembukaan berharap pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para guru untuk mengembangkan proses pembelajaran khususnya di bidang otomasi las. “Semoga pelatihan robotic welding ini nantinya dapat ditularkan baik kepada siswa di sekolah Bapak-bapak maupun kepada kolega guru yang lain,” ujarnya.

    “Jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” pesan Ketua Pengelola Kampus Vokasi UNY Wates

    Ahmad Fikrie, salah satu tim pengabdi, saat ditemui disela-sela pelatihan mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada guru SMK tentang robotic welding di era revolusi industry 4.0, serta memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada era industri 4.0. “Penggunaan robotic welding di industri saat ini sangat pesat sehingga pendidik sekolah vokasi dituntut beradaptasi untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berorientasi pada era revolusi industry 4.0,” ujarnya. (aew)

  • Post date: Thursday, 26 August, 2021 - 12:01
    Isi:

    Pandemic Covid-19 tidak menghalangi Universitas Negeri Yogyakarta untuk menyapa dan menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021. Serangkaian kegiatan PKKMB telah dilalui, mulai dari tingkat Universitas, display Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kini giliran Civitas Vokasi UNY melakukan Sapa Mahasiswa Baru secara daring yang dilakukan di Auditorium Gedung Layanan Akademik Kampus wates pada Kamis (16/8).

    Kegiatan yang bertajuk “PKKMB Vokasi UNY” ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru Kampus Vokasi Wates dan Kampus Vokasi Gunung Kidul. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Pendidikan Vokasi dan mengenalkan lebih dalam Kampus Vokasi UNY Wates dan Kampus Vokasi UNY Gunungkidul mulai dari perkuliahan, laboratorium, sarana, dan prasarana pendukung lainnya. Narasumber pada kegiatan pengenalan ini adalah Dr. Ir. Widarto, M.Pd., Ketua Pengelola Kampus UNY Wates dan Dr. Slamet Suyanto, M.Ed., Ketua Pengelola Kampus UNY Gunungkidul.

    Widarto sebelum memberikan paparan tentang Kampus Vokasi UNY Wates, ia menjelaskan bahwa mahasiswa baru perlu pencerahan apa yang dimaksud pendidikan vokasi sehingga pemilihan program studi bisa tepat sesuai minat sehingga nantinya mahasiswa senang dan sungguh-sungguh dalam meningkatkan kompetensi.

    “Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang menyiapkan lulusan siap kerja. Pendidikan vokasi diselenggarakan sesuai kebutuhan pasar. Kurikulum pendidikan vokasi relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di industry. Sukses tidaknya pendidikan vokasi adalah ditentukan dari penguasaan keterampilan (hands on). Kunci pendidikan vokasi yaitu harus menjalin hubungan erat dengan dunia kerja. Vokasi harus responsif dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” Papar Widarto.

    Keterampilan yang dibentuk pada pembelajaran vokasi tidak hanya keterampilan otot semata. “Pemahaman terampil pada pendidikan vokasi yaitu terampil ototnya, terampil pikirnya dan terampil rasa hatinya. Tiga hal ini akan dibiasakan di kampus Vokasi UNY sehingga menjadi kebiasaan (habit) dan akhirnya menjadi budaya.” Tambah Widarto.

    Ketua Pengelola Kampus Wates itu juga menyatakan bahwa belajar di pendidikan vokasi artinya belajar bekerja, lebih banyak learning by doing, oleh karena itu perbandingan antara teori dan pratik harus 40%:60%, bahkan bisa mencapai 30:70%”.Paparan kemudian dilanjutkan dengan materi ciri-ciri mahasiswa vokasi menuju tenaga kerja profesional.

    “ciri-ciri mahasiswa vokasi yang pertama, harus memiliki etos kerja produktif, inovatif, dan kompetitif yang dibutuhkan dunia kerja, kedua, mahasiswa vokasi harus disiplin, dalam praktik, berlatih berfikir sistemis dan logis, dan yang terakhir, mahasiswa vokasi harus jujur, rajin, komitmen, dan memiliki kemampuan kerja tim (team work).” papar Widarto.

    Ketua pengelola kampus Vokasi UNY Wates selanjutnya menjelaskan proses perkuliahan, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung perkuliahan di Kampus Wates.

    Widarto juga menambahkan catatan bahwa mahasiswa dikatakan sukses dalam perkuliahan jika memenuhi 5 indikator yakni, IPK tinggi, masa studi singkat, masa tunggu kerja singkat, kerja sesuai bidang studi dan gajinya tinggi.

    Kegiatan selanjutnya yaitu menyimak materi dari pembicara kedua, Dr. Slamet Suyanto, M.Ed., ketua pengelola Kampus Vokasi Gunungkidul. mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru, “Selamat datang di kampus UNY lantai 2”, kelakar Slamet. Bukan tanpa alasan, Kampus Vokasi Gunungkidul ahkhir-akhir ini disebut kampus ‘UNY Lantai Dua’ karena secara geografis terletak di Kabupaten Gunung Kidul yang terkenal dengan sebutan ‘Jogja Lantai Dua’.

    “Tujuan Pendidikan vokasi adalah menghasilkan lulusan siap kerja, bersifat multi entry multi exit atau bisa keluar masuk sesuai kompetensi yang diinginkan peserta didik, menjalin kerjasama dengan industri sehingga belajarnya tidak hanya dikampus sesuai kurukulum merdeka belajara yang mana 3 semester kuliah di luar kampus. Pendidikan vokasi memiliki perbedaan dengan pendidikan lain dimana dosen tamu berasal dari dunia industri dan usaha”. Jelas Slamet.

    Ketua pengelola kampus Vokasi UNY Gunungkidul itu selanjutnya menjelaskan proses perkuliahan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung perkuliahan di Kampus Gunungkidul. Di akhir acara, dilakukan tanya jawab melalui teleconference kepada para narasumber. (aew)

  • Post date: Wednesday, 28 July, 2021 - 14:34
    Isi:

    Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan (D4) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) secara daring dengan perwakilan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk penilaian akreditasi pada Rabu – Kamis (28–29/07/2021). Asesor BAN-PT yang bertugas pada AL tersebut adalah Syafrizal S., M.T. dari Politeknik Negeri Jakarta dan Eniman Yunus Syamsuddin, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung. AL diawali dengan sambutan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO.

    Rektor UNY menyatakan bahwa pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus utama UNY saat ini demi mewujudkan insan yang unggul, kreatif, inovatif, actual, mandiri dan cendikia. “Kami berusaha all out untuk mengoptimalkan prodi-prodi vokasi tidak hanya meningkatkan kapasitas SDM-nya namun juga mengakselerasi lab dan bengkel serta merevisi statuta dan OTK demi memastikan keunggulan pendidikan vokasi di UNY,” ujarnya.

    Prof. Sumaryanto meyakini kehadiran asosor pada kesempatan kali ini pasti akan banyak memberikan masukan-masukan untuk perkembangan Pendidikan vokasi di UNY khususnya di Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan. Ia berharap antara dokumen yang dikirimkan akan sinkron dengan proses asesmen lapangan. “Semoga tidak banyak deviasi yang muncul selama proses asessmen, pun kalo ada semoga hanya hal-hal minor yang dapat segera dilakukan perbaikan,” ujar Rektor UNY.
    “Melalui momentum visitasi lapangan ini, tentu kami berharap kualitas layanan Tri dharma perguruan tinggi di Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan akan semakin meningkat,” harapnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNY, Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D., dalam presentasinya menyampaikan bahwa Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan (D4) merupakan metamosfosis dari D3 Teknik Elektronika berdasarkan lampiran Surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. B/185/C. Ca/KB.01.00/2019 tentang Penugasan Perubahan Program Studi Program Diploma III menjadi Sarjana Terapan di Perguruan Tinggi untuk menguatkan jenjang pendidikan vokasi terhadap tantangan industri masa depan.

    Usai pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi Borang Akreditasi Program Studi (APS), Borang Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), dan Borang Laporan Evaluasi Diri (LED) Prodi D4 ELektronika Program Sarjana Terapan. Terdapat sembilan standar yang ditinjau sebagai dasar penilaian, meliputi (1) Visi, Misi, Tujuan dan Strategi, (2) Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama, (3) Mahasiswa, (4) Sumber Daya Manusia, (5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana, (6) Pendidikan, (7) Penelitian, (8) Pengabdian kepada Masyarakat, (9) Luaran dan Capaian Tri Dharma.

Pages