OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 12 January, 2016 - 10:02
    Isi:

    “Memasuki tahun baru ada pergantian kepemimpinan di UNY Kampus Wates. Pergantian kepemimpinan ini pada Sekretaris Bidang I, Isroah M.Si. dan Sekretaris Bidang III, Sunardianta, M.Kes. Peralihan kepemimpinan ini dikarenakan Isroah, M.Si. mendapat tugas untuk menjadi Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Sunardianta, M.Kes diberi amanah untuk menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Keolahragaan, “ ungkap Ketua Pengelola Bambang Saptono, M.Si. pada acara koordinasi UNY Kampus Wates pada Kamis (31/12/2015) di Ruang pertemuan UNY Kampus Wates. Selanjutnya, sebagai refleksi akhir tahun banyak kebijakan, kegiatan dan hal- hal yang tidak sesuai dengan target ataupun harapan. “Tahun depan akan perlu ekstra kerja keras untuk dapat memberikan yang terbaik untuk UNY Kampus Wates, pungkas Bambang.

    Pada kesempatan tersebut, Sunardianta, M.Kes juga menyampaikan terimakasih atas kerjasamanya selama menjabat sebagai sekretaris bidang I sehingga segala kegiatan dapat berjalan dengan baik. “ Saya juga tak lupa mohon maaf jika selama kepimpinan saya banyak hal yang tidak berkenan. Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris bidang II, Isroah bahwa kepimpinannya yang baru saja setahun belum begitu banyak memberikan kontribusi untuk pengembangan Kampus Wates. “Masih banyak pekerjaan yang masih belum tuntas seperti penelitian PPM, akreditasi Administrasi Perkantoran dan persiapan memasuki masa ujian dan perkuliahan baru.”

    Suharjana, M,Pd sebagai Sekretaris bidang III merasa bahagia atas kepercayaan yang diberikan. Sebagai putra Kulon Progo tentu menjadi sebuah motivasi tersendiri untuk turut memberikan sumbangsih dalam pengembangan pendidikan melalui kampus UNY. “Tapi tetap saya membutuhkan dukungan dan akan senantiasa berkonsultasi dengan rekan dosen dan karyawan untuk kemajuan UNY Kampus Wates,”pungkas Suhajana.

    Sedangkan Siswanto, M.Pd. Sekretaris bidang I yang baru mengungkapkan bahwa kampus UNY Wates bukanlah sesuatu hal yang baru. “Saya seperti ditakdirkan untuk kembali di Kampus UNY Wates ini. Jarak bukanlah menjadi halangan untuk terus mengabdi dan memberikan karya nyata untuk pengembangan kampus. Kedepannya pengembangan kampus ada di luar jantung kota. Sehingga Kampus UNY Wates merupakan sebuah prospek yang bagus untuk pengembangan kampus yang lebih baik lagi,” tutur Siswanto.

    Acara yang dihadiri oleh para karyawan UNY Kampus wates ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan ramah tamah.

  • Post date: Wednesday, 6 January, 2016 - 11:42
    Isi:

    “Pemerintah pada tahun 2016 hanya akan menerima guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Ini merupakan kabar gembira bagi teman-teman semua. Sementara ini sertifikat pendidik hanya diberikan kepada lulusan PPG SM-3T angkatan I, II dan kepada anda semua kelak sebagai angkatan ke III setelah lulus Ujian Tulis Nasional,” ungkap Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA. pada acara monitoring, pembekalan dan doa bersama menjelang Ujian Nasional PPG SM-3T di Auditorium UNY Kampus Wates, Minggu (3/1/2016).

    Para lulusan PPG SM-3T juga dapat mendaftar menjadi guru di daerah terpencil melalui program Guru Garis Depan. Program Guru Garis Depan merupakan program dari kemdikbud untuk menyebar guru ke pelosok daerah 3T. “Alumni dari PPG SM-3T jika ingin kembali mengajar di daerah terpencil dapat mendaftar Guru Garis Depan. Guru Garis Depan ini juga mensyaratkan harus memiliki sertifikat pendidik,” tambah Rochmat.

    Lanjutnya bahwa lulusan PPG SM-3T telah mengalami masa pengemblengan pada saat mengajar di daerah 3T. Lulusan ini telah teruji memiliki kemampuan fisik yang kuat, kemampuan akademik yang mumpuni juga keunggulan moril dan karakter yang tidak diragukan lagi. “Fase perjuangan nan panjang telah kalian lalui dan akhirnya tiba pada titik penentuan di UTN yang akan datang. Dan kata kuncinya adalah fokus. Man jadda wa jadda. Barang siapa yang bersungguh sungguh pasti akan berhasil. Jangan berhenti berusaha sebelum mendapatkan hasil yang optimal. Semoga semuanya dimudahkan dan sukses untuk UTNnya,”pungkas Rochmat.

    Dalam laporannya, Ketua P2TK, Suyud, M.Pd. menyampaikan bahwa mahasiswa PPG SM-3T baru saja menyelesaikan Ujian Tulis lokal dan akan segera digelar Ujian Tulis Nasional pada 16 Januari mendatang. “Para mahasiswa harus dapat mencapai passing grade 60 poin untuk bisa dinyatakan lulus. 10 poin lebih tinggi dari passing grade tahun lalu. Peserta PPG SM-3T yang tidak lulus dapat mengulang pada Ulang I pada 23 Januari dan ulang II 30 Januari,” ungkap Suyud.

    Kegiatan ini dihadiri oleh para wakil rektor, dekan Fakultas, Kaprodi dan koordinator prodi untuk PPG SM-3T. Acara diakhiri dengan doa bersama yang dpimpin oleh Dekan FIS Prof. Dr. Ajat Sudrajat, M.Ag.

  • Post date: Wednesday, 23 December, 2015 - 10:15
    Isi:

    Bidang jaringan UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) Al Mujaddid UNY Kampus Wates mengadakan diskusi public speaking. Pemateri pada diskusi ini adalah oleh Heri Maulana Senin (21/12/2015) di ruang 201 Gedung Layanan Akademik. Lily Asmawati, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa acara ini terselenggara atas kerjasama panitia dari bidang jaringan. “Jaringan memiliki tujuan untuk berhubungan dalam lingkup internal dan eksternal. Oleh karena itu, acara ini merupakan hal penting bagi pengurus agar PD berbicara di depan umum” kata Lily.

    Acara yang dimulai dengan pembacaan tilawah ini berlangsung dengan lancar. Pemateri menyampaikan dengan judul Komunikasi dan Retorika. Kedua hal tersebut sangatlah berbeda dipandang dari sudut keformalannya. “Retorika lebih formal dibanding komunikasi, karena hakikat komunikasi itu terdiri dari 3 inti yaitu proses pengiriman informasi, terjadi antara 2 pihak atau lebih dan menggunakan media” kata beliau. Beliau juga menyampaikan bahwa di Jepang, pemerintah melarang rakyatnya untuk menertawakan orang lain saat “keseleo” lidahnya. Namun, lain halnya di Indonesia masih banyak orang yang menertawakan orang lain. Materi yang disampaikan pun sangat jelas. Salah satunya penentu keberhasilan komunikasi antara lain 55% bahasa tubuh, 38% nada suara dan 7% kata-kata. Sehingga harus berhati-hati karena persentase bahasa tubuh lebih banyak daripada yang lainnya.

    Para hadirin yang termasuk pengurus UKKI sangat antusias dengan materi. Sehingga di akhir acara banyak pertanyaan dari pengurus. Salah satu pengurus bertanya tentang tips-tips agar tidak grogi saat presentasi. Kemudian pemateri menjawabnya, langkah yang harus dilakukan yaitu dengan menyusun kerangka yang akan dipresentasikan berbentuk point-point, fokus pada materi, adanya jangka emosi yaitu sela untuk mengambil tindakan (jangan terburu-buru), lihatlah orang yang memancarkan aura positif, pandangi orang secara sekilas, jangan melihat orang yang tidak memedulikan kita karena itu akan membuat semangat “down”.

    Para pengurus bertepuk tangan dengan jawaban yang diberikan. Setelah itu, MC menutup acara. Acara tersebut selesai pada pukul 17.50 WIB. (dini)

  • Post date: Tuesday, 22 December, 2015 - 09:01
    Isi:

    Mahasiswa PGSD Kampus Wates angkatan 2015 mementaskan pertunjukan drama sebagai tugas dari mata kuliah Bahasa Indonesia untuk SD yang diampu oleh HB. Sumardi pada (14/12/2015) di ruang perkuliahan 1. Sebagai dosen pengampu, HB Sumardi menyampaikan bawa pentas drama ini Pentas drama sebagai wujud praktek langsung dari pengenalan tentang kesusasteraan dengan mengambil tema bebas dengan durasi waktu 10-15 menit. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang. “Setiap mahasiswa akan memperankan tokoh yang didukung dengan properti yang mengambarkan peran, setting tempat dan alur cerita. Dan untuk mendukung suasana dapat menggunakan tambahan berupa audiovisual,” ungkap Sumardi.

    Pada penampilan perdana ditampilkan cerita tentang asal muasal gading gajah. Pada kelompok ini 5 mahasiswa yang masing-masing memerankan sebagai gajah, singa, macan, dan pohon. Diceritakan bahwa gajah yang memiliki tubuh besar tapi sering dianggap hewan yang lemah oleh singa dan macan. Gajah merasa sedih karena sering diejek oleh singa dan macan. Dan dia meminta kepada sang pencipta dengan bantuan pohon untuk diberikan sesuatu benda yang tajam seperti taring atau kuku seperti macan dan singa. Dan diberilah gajah dengan gading.

    Lain lagi dengan kelompok 5 yang menampilkan cinta di musim pop mie. Drama yang menceritakan tentang kerajaan pop mie yang rajanya meninggal dan meninggalkan 2 dua istri. Ke dua istri ini hidupnya tidak akur. Istri ke dua ini memiliki 2 putri yang bernama Culis dan Sari. Sari memiliki keterbatasan dengan tidak bisa bicara (gagu). Istri ke dua ini hanya menyayangi Culis dan tidak menghiraukan Sari. Hingga pada suatu saat Sari difitnah oleh Culis sehingga mendapat kutukan oleh ibunya dan dibuang di hutan. Selama di hutan, Sari bertemu dengan nenek penyihir baik hati yang membebaskan Sari dari kutukan. Selamatlah Sari dari kutukan. Dia kembali ke Kerajaan Pop Mie dan akhirnya ibunya menyadarinya kesalahannnya dan hidup rukun bersama anak dan istri pertama.
    Wanda yang memerankan Culis cukup mendalami peran yang dilakoninya. Wanda selaku pemeran Culis menyampaikan bahwa drama ini cukup nge-pop dan membutuhkan persiapan kurang lebih 2 minggu.”Untuk mempersingkat durasi, pada saat meninggalnya Raja kita buat dalam bentuk video dan kita juga menyelipkan backsound lagu untuk setiap adegan biar lebih ‘hidup’. Kita juga menyiapkan koreografi tarian agar drama ini lebih meriah lagi,”ungkap Wanda.

    Dalam penampilan drama ini banyak tema yang diusung oleh mahasiswa PGSD Kampus Wates. Mulai dari tema anak berkebutuhan khusus yang dikucilkan teman temannya, tema kebhinekaan Indonesia, tema cerita anak thumbellina dan penyihir, dan tema bahaya petasan.

Pages