OUR NEWS
  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 11:29
    Isi:

    Saat ini ada sekitar 500.000 guru yang akan memasuki masa pensiun. Hal ini menjadi perhatian bersama agar menimbulkan masalah. Kondisi ini sudah dikomunikasikan dengan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi salah satunya dengan pemberhentian moratorium untuk guru. Pemerintah pusat juga akan melakukan memetakan kebutuhan guru dan persediaan yang ada sampai di level kecamatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, P.hd sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema Tata Kelola Guru untuk Meningkatkan Pendidikan Yang Memuliakan pada Sabtu (23/4/2016) di UNY Kampus Wates. Seminar ini juga menghadirkan narasumber Pakar Pendidikan dan juga Guru Besar UNY, Prof. Suyanto, Ph.D, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, SP.Og dan Direktur Masijidil Ilm Bani Hasyim Malang, Dr. Aji dedi Mulawarman, SP., MSA.

    Selain itu, kebutuhan guru yang bertambah juga diikuti dengan kualitas guru yang semakin meningkat. Walaupun dari hasil uji kompetensi guru (UKG) tidak ada perbedaan yang signifikan antara penerima sertifikasi dengan yang belum. “Seharusnya untuk sudah menerima sertifikasi dapat lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Bagi yang belum masih ada proses bertahap dan akan dituntaskan,” kata Anies.

    Selain itu Kebijakan anggaran di daerah belum berpihak ke bidang pendidikan. Alokasi anggaran yang ada masih di bawah 20%. “kewenangan pendidikan ini sejak 2001 sudah menjadi kewenangan daerah. Setiap tahun pemerintah juga mengucurkan dana pendidikan kepada daerah. Hanya saja masih ada dana pendidikan yang dihitung dua kali.Saat di pusat dana ini sudah diplot untuk pendidikan. Namun di daerah justru masuk ke APBD dan kembali diberikan untuk pendidikan sekitar 20 persen. Akhirnya kucuran yang sampai di bawah semakin kecil.” Ungkap Anies.
    Sedangkan Menurut Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G pemerintah daerah Kulon Progo terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah salah satunya dengan mendongkrak kualitas guru. Hal ini dilakukan melalui pencapaian pemenuhan jenjang minimal pendidikan guru, pelatihan dan penyegaran bagi guru. “Selain itu Guru juga tidak hanya cukup kompeten tapi juga profisien. Profisien adalah perpaduan kompeten dan efisien. Dan guru tidak hanya bekerja tapi juga harus berkarya. Berkarya dengan menciptakan inovasi baru tidak monoton.”

    Menurut, Pakar pendidikan Prof. Suyanto, Ph.D bahwa untuk menjawab tuntunan abad 21 guru merupakan motivator dan inspirator bagi peserta didik. “Guru profesional harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Kemampuan kreativitas siswa dapat diperoleh melalui proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membuat jaringan. Selain itu Guru juga harus memiliki kemampuan penguasaan teknologi serta penegakan kode etik guru dengan menjunjung tinggi norma perilaku.

    Seminar ini merupakan kerjasama UNY wates dengan IKA UNY dalam rangka dies Natalis UNY ke 52. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Siswanto, M.Pd. mengharapkan seminar ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para guru dan penggiat pendidikan tentang tata kelola guru baru yang akan diimplementasikan. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, guru dan penggiat pendidikan.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 09:42
    Isi:

    Program PPG SM-3T yang berlangsung selama 1 tahun dengan kegiatan workshop dan PPL yang padat mengharuskan stamina dan kebugaran yan sehat. Sebagai program diawal kegiatan, Pengelola Asrama mengadakan test kebugaran jasmani bagi para mahasiswa PPG SM-3T angkatan IV pada Sabtu (26/3) di halaman rusunawa dan alun-alun wates. Test kebugaran jasmani terdiri dari ukur berat badan, tinggi badan dan lari sejauh 1600 m.

    Menurut Ketua Pengelola Rusunawa Wates, Dapan, M.es kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. “Bagi mahasiswa PPG SM-3T aktivitas yang padat membutuhkan fisik yang bugar. Hal ini dapat dilatih dengan melakukan aktivitas fisik minimal 3 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit secara teratur, terukur dan bertahap. Misalnya kita bisa naik turun tangga di asrama setiap pagi secara bertahap sedikit demi sedikit,”ungkap Dapan.

    “Selain itu asupan makanan juga harus diperhatikan. Komposisi antara karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan cairan juga harus seimbang. dari asupan tersebut dapat kita ukur dengan jumlah Indeks Massa Tubuh dengan kategori kurus, ideal dan obesitas. Jika kurang dari 18,5 adalah kurus dan lebih dari 25 termasuk obesitas. Keberhasilan kalian untuk dapat bertahan selama 1 tahun di asrama dan lulus UTN salah satunya adalah dengan tetap sehat dan bugar,” papar Dapan.

    Disela-sela tes kebugaran juga digelar pelantikan kepengurusan PPG SM-3T angkatan IV yang terdiri dari Lurah Putra, Sidiq Pramudito dari prodi Pendidikan Biologi, Lurah Puteri, Joan Bugis dari PPKN, Sekretaris Putra, Wahyudin dari prodi PPKN dan Sekretaris Putri dari Prodi Sosiologi. Serta dibantu oleh RT dan RW untuk tiap lantai yang terdiri dari ketua RT 03 Timur Putera, Muhammad Sujanto dari prodi Pendidikan Sosiologi, Ketua RT 03 Barat Putera, Basuki Rachmat dari prodi PJKR, Ketua RT 04 Timur Putera, Firmansyah Sulistiyono dari prodi Pendidikan Teknik Mesin, Ketua RT 04 Barat Putera, Seto Suryo Atmojo dari prodi PJKR. Sedangkan untuk lantai asrama puteri dari ketua RT 01 Timur Puteri, Tsany Nur Farhani dari prodi PAUD, Ketua RT 04 Timur Puteri, Fitria Arumsari dari prodi PAUD, Ketua RT 04 Barat Puteri, Agasta Ika Wulansari dari prodi Pendidikan Biologi, Ketua RT 05 Timur Puteri, Komang Novitri Ardani dan Ketua RT 05 Barat Puteri, Wahyu Wardani Setyaningsih dari prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

    Dalam sambutannya, Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono,M.Si. menyampaikan bahwa kepengurusan dalam PPG SM-3T ini merupakan amanah dan bukanlah beban bagi mahasiswa yang diberi tugas tambahan. “Asrama ini anggaplah sebagai milik bersama. Rawatlah sebagaimana seperti rumah sendiri. Sebagai pengurus rusunawa kami menerapkan pendekatan andragogi (pendekatan untuk orang dewasa) bukan pedagogi lagi. Dengan pendekatan ini semoga kita saling paham tugas dan tujuan dari PPG ini untuk bisa lulus 100%”,pesan Bambang.

  • Post date: Wednesday, 27 April, 2016 - 13:55
    Isi:

    Demi membantu melatih dan memotivasi siswa kelas VI SD yang akan menghadapi Ujian Nasional 2016, HIMA PGSD UNY Kampus Wates menggelar Try Out UN-SD dengan tema “Putih Biru Tujuanku, UN 2016 Aku Mampu!”. Acara ini diselenggarakan di Gedung Kuliah Kampus Wates pada hari Minggu (17/4/2016) yang diikuti oleh siswa SD se-kecamatan Wates dan Pengasih.

    Try out tersebut terselenggara berkat kerja sama HIMA dengan pihak bimbingan belajar Primagama untuk pembuatan master soal beserta kunci jawabannya. Soal berisi mata pelajaran yang akan diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Uang pendaftaran peserta try out adalah Rp. 10.000,00 dengan fasilitas antara lain pembahasan soal, nonton film, makan siang, Ice breaking dan full doorprize. Devi Seftiana, selaku ketua panitia mengatakan bahwa animo peserta acara ini sangat besar. “Mengingat ini pertama kalinya kami mengadakan try out, kami kemarin memasang target 150 kuota terpenuhi, tetapi kami bisa mendatangkan lebih dari 300 peserta dari berbagai sekolah dasar di kecamatan Wates dan Pengasih,” terang Devi. Strategi “menjemput bola” menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya try out UN-SD ini, karena panitia mengundang secara langsung sekolah dasar di kecamatan Wates dan Pengasih. Tercatat ada 317 peserta SD yang datang untuk mengikuti try out ini.

    Acara semakin meriah ketika Feo,badut maskot FIP datang di sela-sela acara Ice Breaking untuk menghibur peserta sembari menunggu pengumuman juara dan nilai try out. Juara 1 Try Out SD HIMA PGSD Kampus Wates diraih oleh Sekar Arum dari SD N 4 Wates dengan nilai 9,6. Kemudian, juara 2 dan 3 diraih oleh Febriana Nur Syifa dari SD IT Ibnu Masud dan Hayuningtyas Utami dari SD Terbahsari yang memperoleh nilai 9,4 dengan skor berbeda pada pelajaran matematika. Rencananya, acara serupa akan diadakan kembali tahun depan dengan meningkatkan kuota peserta. (Diah Rizky Pangestika)

  • Post date: Wednesday, 23 March, 2016 - 10:18
    Isi:

    UNY menyambut kedatangan para mahasiswa PPG SM3T angkatan IV dengan menggelar orientasi awal PPG SM-3T yang berlangsung pada (17-19/3) di UNY Kampus Wates dan UNY Karang Malang. Pada Laporan Ketua Penyelenggara PPG SM-3T, Drs.Suyud M.Pd. menyampaikan bahwa ada tahun 2016 ini UNY mendapatkan kuota 295 mahasiswa. “Dari 295 mahasiswa tersebut, 285 mahasiswa telah melakukan registrasi online. Dan yang lapor diri sebanyak 284 mahasiswa. Dan 1 orang tidak lapor diri sampai pada batas yang telah ditentukan. Dengan presentase sebanyak 129 laki-laki dan 155 perempuan.

     “PPG SM-3T angkatan IV ini terdiri dari 15 program studi yaitu Bimbingan Konseling sebanyak 16 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 18 orang, Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 17 orang, Pendidikan Biologi sebanyak 19 orang, Pendidikan Ekonomi sebanyak 12 orang, Pendidikan Fisika sebanyak 18 orang, Pendidikan Geografi sebanyak 18 orang, PAUD sebanyak 14 orang, PGSD sebanyak 23 orang, Pendidikan Matematika sebanyak 16 orang, PPKN sebanyak 20 orang, Sejarah sebanyak 21 orang, pendidikan Sosiologi sebanyak 24 mahasiswa dan Pendidikan Teknik Mesin sebanyak 22 orang,” jelas Drs. Suyud, M.Pd.

    Pada pembukaan kegiatan, Wakil Rektor I Drs. Wardan Suyanto, MA. Ed.D menyampaikan apresiasi atas keberhasilan peserta PPG SM-3T angkatan IV untuk dapat masuk dalam tahap ke 3 ini setelah melalui fase pra pemberangkatan dan keberangkatan SM-3T.”Setelah melalui berbagai fase perjuangan akhirnya berhasil lolos seleksi untuk sampai pada tahap ini. Selama 1 tahun ini kedepan mahasiswa mengikuti workshop dan PPL demi tujuan untuk dapat lulus UTN. Setelah angkatan III berhasil lulus 100 % semoga angkatan IV ini harapannya dapat mengikuti jejak angkatan sebelumnya,”harap Wardan. Para mahasiswa tidak hanya dididik secara akademik tapi juga diasah kemampuan sosialnya dengan pola kehidupan di asrama. “ Pola berkehidupan di asrama juga memiliki nilai yang penting untuk kelulusan kelak. Jika nilai asrama buruk maka akan berpengaruh pada kelulusan mahasiswa,” pesan Wardan. Menjadi guru profesional harus memiliki state of art atau kemampuan untuk mengikuti teknologi yang terkini.

    Selain juga memiliki kemampuan bahasa, komunikasi,kerjasama dan jiwa entrepreneurship yang mumpuni. “Tapi tak kalah pentingnya guru profesional juga harus memiliki bekal penguasaan bidang studi. Banyak ditemui guru yang yang penguasaan subjek meternya masih lemah,” jelas Wardan. Orientasi PPG SM-3T yang berlangsung selama 3 hari ini berisi materi pengenalan awal tentang sistem pembelajaran, PPL, evaluasi dalam PPG, orientasi fakultas, kebijakan dan SOTK, pengembangan profesi guru profesional, dan kehidupan berasrama.

Pages