OUR NEWS
  • Post date: Monday, 2 October, 2023 - 16:23
    Isi:

    Lulusan dari vokasi tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki karakter yang kuat. Lulusan vokasi seyogyanya memiliki tiga sinergi antara tool set, skill set dan mind set. Setelah lulus mahasiswa Vokasi bisa berkiprah di dunia industri. Mahasiswa dapat terus berinovasi menghasilkan sesuatu yang baru. Tidak hanya membuat produk, tapi juga dapat ‘membangun’ sumber daya untuk menciptakan produk. “Teruslah menanamkan dalam diri kita, pola pikir untuk menjadi key player dalam setiap kesempatan yang ada. Terus bertumbuh dengan passion yang kita punya. Karena Passion merupakan salah satu kunci dalam menggapai kesuksesan.”ungkap Dr. Muhammad Aditya Warman, S.Psi., MBA, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sebagai narasumber pada Seminar Nasional Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta yang di Gedung Imam Barnadib lantai 7, Gedung Sekolah Pascasarjana UNY baru baru ini. Seminar nasional vokasi UNY ini mengambil tema “Sinergitas Pendidikan Vokasi dan Industri: Kolaborasi untuk Vokasi Hebat, Ekonomi Kuat.”

    Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya, Prof. Dr. Edi Purwanto, M.Pd. menyampaikan seminar nasional ini menjadi penting mengingat tantangan global seperti revolusi industri 4.0 yang telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Perubahan teknologi dan proses produksi yang cepat membuthkan tenaga kerja yang adaptif, memiliki ketrampilan teknis dan interpersonal yang kuat. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA)

    Seperti halnya yang disampaikan oleh pemateri selanjutnya, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Filipina bahwa tujuan pendidikan vokasi adalah untuk mempersiapkan individu untuk memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan dan siap digunakan. “Hal tersebut perlu dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pendidikan vokasi yang secara terus menerus mengembangkan kemitraan dengan industr, kurikulum yang relevan, pengajar yang berkualitas, sarana dan fasilitas yang memadai, evaluasi dan umpan balik serta pemantuan pasar kerja.”, imbuh Aisyah.

    Pada kesempatan ini turut hadir juga sebagai narasumber, Ditta Yuningtrias, CEIP, CTWM, CSE selaku pengusaha eksporter yang menjelaskan bahwa lulusan vokasi mendapat perhatian khusus dari banyak kalangan untuk bisa berkontribusi lebih besar bagi ekonomi. Pendidikan vokasi diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi antara vokasi dan industri akan mampu memunculkan inovasi ataupun produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi yang baik ini dapat memberikan atmosfer positif kepada mahasiswa untuk merasakan dunia kerja yang berpengaruh terhadap penguatan karakter dalam memprediksi dunia kerja, harap Ditta.

    Pada kegiatan seminar ini juga dilaksanakan serangkaian acara penandatangan 50 kerjasama/MoA (Memorandum Of Agreement) dengan mitra dunia kerja dunia indutri. Baik kerjasama dalam bidang rumpun ilmu keteknikan, ekonomi bisnis dan olahraga kesehatan.

    Seminar nasional ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa baik secara luring maupun daring. Peserta yang mengikuti seminar secara luring sebanyak 400 dan secara daring melalui zoom meeting sebanyak kurang lebih 1000 peserta. (Tha)

  • Post date: Friday, 29 September, 2023 - 08:03
    Isi:

    Fakultas Vokasi UNY ikut berpartisipasi dalam peluncuran pelaksanaan Ekosistem Kemitraan antara Pendidikan Vokasi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dan Pemerintah Daerah Yogyakarta yang diselenggarakan baru baru ini di Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Sekolah Vokasi UGM dan Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya (AKNSB). Ketiga PTV tersebut merukan tim konsorsium Ekosistem kemitraan untuk Daerah Yogyakarta.

    Kegiatan ini menampilkan narasumber yang menilik berbagai topik pemasalahan didaerah, trend, dan daya dukungnya. Melalui diskusi interaktif dengan beberapa narasumber antara lain Robby Kusumaharta (Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY), Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng. (Kepala Disnaker DIY), dan Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd. (Kepala Disdikpora DIY).

    Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah merupakan program riset yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbud Ristek melalui pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini mengacu pada grand design riset pengembangan daerah melalui potensi dan keunggulan daerah serta agenda prioritas pembangunan daerah yang dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun.

    Program ini bertujuan untuk mensinergikan kemitraan dan penyelarasan antar Pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan daerah untuk menghasilkan policy brief yang berisi workforce planning dan innovation planning. Hal ini untuk memberi gambaran tentang klaster inovasi berbasis potensi atau kebutuhan daerah dan untuk menghasilkan inovasi baik dalam bentuk model/sistem/produk/desain yang dibutuhkan bagi pengembangan sector prioritas daerah.

    Menurut, Dr. Tri Hadi Karyono, M.Or, selaku tim periset dari Fakultas Vokasi bahwa program ini merupakan bagian dari ikut serta Fakultas Vokasi dalam bersinergi dan berkolaborasi dengan (DUDI) dan pengembangan agenda prioritas daerah.

    “Vokasi sebagai pencetak lulusan yang terampil, profesioal dan siap untuk berkiprah di dunia usaha dunia industri (DUDI) diharapkan dapat ikut andil dalam menciptakan kualitas SDM yang unggul. Hal ini selaras sinergi “Pentahelix antara Perguruan Tinggi-Pemerintah Daerah- DUDI- Media dan Komunitas untuk dapat mendorong mendorong inovasi sesuai dengan potensi daerah dan keberadaan tenaga kerja yang unggul dan kompeten dari pendidikan vokasi. “ imbuh Tri Hadi.

  • Post date: Wednesday, 27 September, 2023 - 09:22
    Isi:

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Vokasi menggelar kegiatan Vokasi Muda Berdaya" di Dusun Pringombo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, selama tiga hari dua malam, 22-24 September 2023. Kegiatan ini merupakan program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM FV Universitas Yogyakarta. Menurut Raihan, Ketua pelaksana Vokasi Muda Berdaya BEM KM FV kegiatan ini di bertujuan memberikan kontribusi postif dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pembekalan ilmu, membangun jiwa kepekaan dan kepedulian sosial masyarakat di Dusun Pringombo dengan bantuan dari relawan para mahasisa Fakultas Vokasi.

    “Kegiatan memberikan pengalaman berharga bagi kami mahasiswa untuk belajar lebih banyak tentang kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan mengembangkan empati serta jiwa sosial yang tinggi.”imbuh Raihan.

    Dalam sesi seminar entrepreunership, Kurniawan Fahmi, Ketua KSPPS BMT Dana Insani bahwa kegiatan seperti ini dapat meningkatkan ketrampilan Masyarakat berwirausaha dan memberikan Pendidikan postif kepada remaja.

    Senada dengan itu, menurut Faishal Alam S.Pd., narasumber dalam bidang kewirausahaan “Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung proses pendidikan formal dengan menciptakan lingkungan belajar, mendukung fasilitas belajar, dan memberikan dukungan moral dan sosial kepada siswa”.

    Kepala Dukuh Dusun Pringombo, Nglipar, Rustiadi memberikan apreasiasi yang tinggi bagi para mahasiswa yang telah berkontrtribusi untuk terjun ke masyarakat dan memberikan sumbangsih nyata melalui kegiatan edukasi baik berupa kelas Pendidikan bagi anak SD, lomba voly, bazar pakaian layak pakai serta kegiatan api unggun.

    Kegiatan "Vokasi Muda Berdaya" disambut baik oleh para Masyarakat. Menurut salah satu warga, ibu Meni merasa senang dengan keberadaan para mahasiswa di dusun Pringombo “Senang sekali para panitia Vokasi Muda Berdaya datang ke Dusun Pringombo ini untuk meningkatkan kualitas SDM nya, kami merasa terbantu atas kedatangan kalian. Jangan melupakan Dusun Pringombo yaa. Untuk kalian para panitia Vokasi Muda Berdaya tetap semangat menjadi mahasiswa”, ujar Ibu Meni.

    Selaras, menurut Arnes Syaputri, "Senang banget ada kakak-kakak "Vokasi Muda Berdaya" yang sudah membuat kegiatan kelas pendidikan anak SD dan kegiatan api unggun. Semoga kakak-kakak "Vokasi Muda Berdaya" tidak melupakan kami yang ada di Dusun Pringombo", ujar Arnes Syaputri selaku anak-anak Dusun Pringombo. (firman/tha)

  • Post date: Wednesday, 23 August, 2023 - 09:18
    Isi:

    Mahasiswa Fakultas Vokasi UNY berhasil meraih empat kejuaraan dalam lomba Vokasi Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi UNY 2023 secara daring baru baru ini. Lomba Vokasi Nasional memperlombakan dua kategori yaitu desain fesyen dan cipta menu dan resep. Untuk Kategori desain Fesyen, Fakultas Vokasi berhasil meraih Juara I oleh Tim Mesada dan Juara III oleh Tim Jakalacme. Sedangkan untuk kategori cipta menu dan resep berhasil meraih Juara 1 oleh tim Limunous dan juara 2 oleh tim sutil. Lomba ini dikuti oleh 178 mahasiswa terdiri dari 48 tim dari 11 perguruan tinggi di Indonesia.

    Menurut Ketua Panitia, Ardy Seto Priambodo,M.Eng. menyampaikan bahwa lomba vokasi nasional ini merupakan ajang kejuaraan pertama kali yang diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi. Kategori yang diperlombakan adalah tentang desain fesyen dan cipta menu dan resep. “Pada bidang lomba Desain Fesyen yakni Pembuatan Desain Kostum Dance Bertema Mix Culture, dan pada bidang lomba Cipta Menu dan Resep yakni Menu Bekal Sekolah Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk Anak Autis, ungkap Ardy.

    Menurut Menurut Wakil Dekan Akademik, kemahasiswaan dan Alumni, Dr.Ir. Sutopo, M.T. menyampaikan bahwa lomba vokasi nasional merupakan komitmen UNY untuk terus berkiprah dalam dunia vokasi. Lomba ini merupakan wadah dan ajang kompetisi bagi bagi mahasiswa vokasi menunjukkan kompetensi sesuai dengan bidang keilmuan untuk mendapatkan pengakuan dan award secara sportif. “dengan mengikuti lomba seperti sebagai ajang bagi para mahasiswa untuk memiliki kemampuan berkembang lebih baik lagi, bisa saling sharing ilmu dengan rekan sejawat sehingga kedepannya bisa berkolaborasi menciptakan inovasi terbaru”, ungkap Sutopo.

    Selain itu dengan lomba ini mahasiswa akan mendapatkan masukan dari para juri dan rekan sebagai sarana belajar untuk bahan evaluasi agar lebih baik lagi,” harap Sutopo. (Laila Nurul/TH)

Pages