OUR NEWS
  • Post date: Sunday, 26 November, 2023 - 14:55
    Isi:

    Tim Event Organizer prodi Pengelolaan Usaha Rekreasi (PUR) gelar event hiburan yang bertajuk Lomba Dolanan Tradisional Festival (LODOTRAFEST) yang diadakan ( 24/11) di Lapangan asrama Kampus Wates. Event ini digarap oleh tim, sejumlah 23 panitia internal dengan 1 dosen pengampu. LODOTRAFEST dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB.

    Menurut ketua pelaksana, Muhammad Khadra Fadhail bahwa tajuk untuk event ini adalah Melestarikan Budaya Bersama. “Event ini ditujukan sebagai konversi nilai UAS sekaligus wadah awal bagi mahasiswa dalam mengenalkan Olahraga Tradisional Indonesia. Acara yang dmulai pukul 08.00-11.00 ini diikuti oleh 90 peserta yang memperlombakan olahraga tradisional seperti, Bakiak, Egrang, Gobak Sodor, dan Tarik Tambang,” ujar Fhadail.

    Pada sambutannya, Ketua Departemen Olaraga dan Kesehatan, Ahmad Ridwan, M.Or memberikan apreasiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “"Event ini sangat baik dan saya harap untuk tahun berikutnya bisa disosialisasikan kepada masyarakat luas, tidak hanya dalam lingkup Departemen Olahraga Kesehatan. Sehingga Masyarakat, terutama anak muda akan mengenal dan lebih dekat lagi dengan olahraga tradisional " imbuh Ridwan.

    Selaras dengan hal tersebut, Dosen Pengampu, Ratna Kumala Setyaningrum, M.Or.menyampaikan kegiatan ini akan menyatukan solidaritas mahasiswa Departemen Olahraga Kesehatan sekaligus meningkatkan softskill, khususnya dalam kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. “Kegiatan ini merupakan sebuah terobosan dari Prodi PUR untuk ikut melestarikan budaya olahraga tradisional. Target kedepannya, kegiatan ini menjadi event tahunan untuk prodi PUR, harap Ratna.

    Kegiatan ini dimulai dengan perlombaan pertama, yaitu perlombaan Bakiak, disusul perlombaan Egrang yang dimainkan secara estafet. Dan tidak kalah menariknya, lomba dolanan tradisional lainnya seperti balap karung dan Gobak Sodor. Dan sebagai pungkasan adalah lomba Tarik Tambang.

    “Kegiatan ini sangat menarik dan menghibur. Panitia sudah menyiapkan kegiatan ini dengan baik. Para pemenang juga mendapatkan piagam dan sejumlah uang.Semoga event ke depannya pesertanya lebih banyak lagi. "harap Afrizal selaku peserta Lomba. (karima&maura/Tha)

  • Post date: Wednesday, 22 November, 2023 - 14:04
    Isi:

    Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Vokasi UNY selenggarakan Ujian Akhir Semester (UAS) praktik gabungan. Ujian praktik gabungan dari 3 mata kuliah Dekorasi dan Hantaran Pernikahan, Rias Pengantin Indonesia, dan Tata Upacara Pernikahan. UAS ini dilaksanakan pada hari Selasa (21/11) di Plaza UNY Wates.

    Menurut Koorprodi Tata Rias dan Kecantikan, Eni Juniastuti menyampaikan ujian praktek gabungan ini kali ini kita adakan di Plaza UNY karena agar bisa menampung jumlah kuota sejumlah 138 mahasiswa. Selain itu kegiatan ini juga untuk ajang promosi dan memaksimalkan kompetensi mahasiswa supaya kelak mahasiswa mampu berkiprah langsung di dunia industri wedding organizer atau jasa yang berkaitan dengan mata kuliah ini. "Saya berharap mahasiswa dapat mengambil poin-poin dari praktik mata kuliah ini untuk dapat menginspirasi saat mereka terjun langsung di dunia kerja masa depan”, imbuh Eni.

    Pada kegiatan ini, mahasiswa Sarjana Terapan Tata Rias Semester 5 yang yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelas E, F dan I berkolaborasi dalam melakukan ujian praktik pada mata kuliah Dekorasi dan Hantaran Pernikahan dan matakuliah tata upacara adat.

    Menurut Koordinator Pelaksana UAS gabungan, Asi Tritanti,M.Pd. menjelaskan untuk ujian praktek pada matakuliah tata upacara adat, setiap kelas masing-masing melakukan upacara adat. Untuk kelas E melakukan upacara adat Mitoni. Pada Upacara Mitoni ada mahasiswa berperan sebagai wanita yang sedang hamil lalu melakukan prosesi siraman dengan air tujuh mata sumber. Untuk kelas F melakukan upacara adat Siraman dan Midodareni. Pada prosesi ini ada mahasiswa yang memperankan sebagai calon pengantin dan melakukan prosesi siraman dan midodareni.. Untuk kelas I melakukan prosesi upacara adat Ijab Qabul dan dilanjutkan dengan prosesi Panggih.

    Tata acara upacara adat yang dilakukan oleh mahasiswa inipun sesuai dengan urutan, yaitu pertama upacara siraman dan serah-serahan dari calon pengantin. Yang kemudian dilanjutkan dengan upacara Ijab Qobul dan prosesi Panggi. Dan yang terakhir yaitu upacara adat Mitoni. Upacara adat Mitoni merupakan prosesi yang dilakukan pada saat kehamilan tujuh bulan.

    Kegiatan UAS praktik gabungan dinilai oleh tim penilai ujian pada matakuliah hantaran dekorasi pelaminan, yaitu Septi Nawanksari, M.Pd. dan Asi Tritanti. Sedangkan 3 dosen penilai untuk ujian praktek Tata Upacara Adat yaitu Mausa Agrevinna, M.Pd. ,Septi Nawanksari, M.Pd. serta Eni Juniastuti, M.Pd.(Kartika/tha)

  • Post date: Monday, 13 November, 2023 - 15:53
    Isi:

    Mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga, Fairuz Rinjani Haran raih medali bronze kategori Sate Nusantara pada perlombaan internasional La Cuisine 2023 pada (8-11/10) di Jakarta International Expo Kemayoran. Pada kategori Asian Laksa berhasil meraih juara harapan oleh Miflana Jalaludin Rinta dan Alutfi Yufo Mahendra dan kategori Canape Platter oleh Muhammad Salma Alfarisi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Association of Cullinary Profesional (ACP) yang rutin diselenggarakan 3 kali dalam satu tahun. Perlombaan ini dihadiri oleh perwakilan dari 13 negara di asia.

    Dalam wawanara dengan tim humas, Fairus Rinjani menyampaikan tentang keikutsertaan lomba dikategori sate Nusantara dengan menggunakan resep sate Blora. Karena untuk lebih memperkenalkan tentang keunikan sate blora yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Sate Blora memiliki kekhasan kuah kuning yang gurih dan dengan tambahan bumbu kacang pada sate. Pada olahan otentiknya sate blora biasanya untuk dibungkus dengan daun jati. Memiliki cita rasa yang khas. "imbuh Fairuz.

    "Dan untuk sistem penilaian setiap masakan yang sudah jadi akan mendapat komentar langsung dari dewan juri. Menurut penilaian juri untuk sate blora sudah lumayan enak tapi masih kurang garing dan kuah masih kurang gurih. Dan itu menjadi masukan dan pembelajaran berarti dalam proses pengembangan resep, " tandas Fairuz.

    Selaras dengan yang diungkapkan Miflana Jalaludin Rinta bahwa untuk perlombaan ini memang diluar ekspektasi kita. "Persiapan lomba yang singkat kurang lebih 2 minggu, mulai dari pengumpulan berkas, proposal dan latihan untuk persiapan lomba. "Kita Latihan untuk lomba ini sebanyak 2 kali dan kita trial and error sampai menemukan olahan yang sesuai dengan yang kita harapkan, " ungkap Miflana.

    Menurut Muhammad Salma Alfarisi, peraih juara harapan Kategori Canape Platter bahwa Event perlombaan ini memberikan banyak pengalaman dan relasi. "Kita jadi punya kesempatan untuk merasakan atmosfer lomba dalam sebuah kompetisi internasional. Kita masih merasa step kerja kita masih berantakan dengan durasi waktu memasak yang terbatas. Waktu memasak dibatasi kurang lebih 45 menit- 1 jam tergantung dengan jenis masakan yang dilombakan. Dan menjadi sebuah pengalaman yang berharga. Selain itu kita juga dapat bertemu dan bertukar informasi kulineri dengan peserta lain, imbuh Alfarisi. (Tusti)

  • VokArt-Expo-23
    Post date: Wednesday, 8 November, 2023 - 08:16
    Isi:

    Rachana Abirupa Event Organizer dari program studi D4 Administrasi Perkantoran Fakultas Vokasi UNY gelar event “ART EXHIBITION VOKART EXPO 2023” pada hari Sabtu - Minggu {4-5/11) di Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan No.37, Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini bertemakan “Keindahan Mata Memandang”. Acara ini dihadiri oleh sejumlah dosen dari prodi D4 Administrasi Perkantoran Fakultas Vokasi UNY, anak - anak panti asuhan, para media partner, para seniman yang telah mengirimkan karya mereka serta masyarakat umum.

    Menurut Ketua Panitia, Mayang Kartika Prinasar tema tersebut mengartikan bahwa setiap goresan dan perpaduan warna merupakan keindahan karena makna keindahan bagi setiap orang berbeda dan mengajak masyarakat lebih terbuka untuk lebih menghargai seni khususnya untuk para seniman. “Karya yang ditampilkan dalam pameran kali ini tidak hanya berupa 2D namun ada juga yang berwujud 3D, karya yang ada dalam pameran kali ini tidak hanya menghadirkan karya dari seniman yang berasal dari yogyakarta saja namun ada juga beberapa karya dari Surakarta,” ujar Mayang.

    Selain pameran juga ada kegiatan melukis bersama anak panti asuhan. Para anak anak dari panti asuhan akan mengekspresikan kreativitas dan emosional mereka melalui setiap goresan warna yang mereka lukis di media canvas. Rachana Abirupa Event Organizer mengajak masyarakat untuk berbagi kepada yang membutuhkan baik materi maupun barang yang akan diberikan secara langsung kepada pihak panti asuhan Yauma Bantul.

    “Dan uniknya, dalam pameran ini juga pengunjung dapat menuliskan harapan atau perasaan mereka untuk di tempel di kaca. Tidak sedikit pengunjung yang mencurahkan isi hati mereka untuk seseorang yang spesial, imbuh Mayang.

    Dalam sambutannya dosen pembimbing, Chusnu Syarifa Diah Kusuma mengatakan bahwa EO yang terbentuk dari mata kuliah event organizer ini menggunakan metode project based learning, dengan maksud agar mahasiswa dapat meningkatkan 4C softskill (communication, collaboration, creativity, critical thinking).

    Dalam kegiatan juga iisi dengan kegiatan Artists Talk yang diisi oleh narasumber Dimas Husein, Seorang seniman yang lahir di Tulungagung, 19 Maret 2001 dan Faisal Sidik, Seorang seniman yang lahir di Bekasi, 01 Juni 1999. kegiatan artists talk ini dihadiri oleh seniman seniman yang telah mengirimkan karyanya dan juga rekan rekan seniman lain. dalam Artists talk ini para seniman melakukan tanya jawab terkait karya yang mereka buat dan juga bercerita terkait detail pembuatan karya mereka serta filosofi mendalam karya mereka. Pengunjung juga disuguhkan dengan penampilan beberapa band lokal yang tidak kalah keren seperti Dopamine Band , Neptune & friend, Teraserink Band, Execution Band.

    Sembari menikmati penampilan dari band lokal pengunjung juga dapat menciptakan karya mereka melalui media yang sudah disediakan oleh panitia yaitu “Fun Painting” berupa satu paket alat untuk melukis seperti canvas, cat, kuas, dan palet. Selain paket melukis pengunjung juga dapat melukis pada media kaset dengan harga yang dibandrol 15 ribu rupiah sedangkan media canvas di bandrol dengan harga 30 ribu rupiah.

    Dalam acara pameran ini para pengunjung diminta untuk melakukan voting untuk karya terfavorit dengan melakukan scan barcode yang telah disediakan. Bedasarkan hasil vote perolehan suara terbanyak dimenangkan oleh seniman Oktaviani Saputri dengan karyanya berjudul Goresan Warna. Tidak hanya untuk seniman namun juga untuk volunteer yang aktif juga mendapatkan apresiasi dengan nominasi Best Volunteer.(Chusnu/Tha)

Pages