OUR NEWS
  • VokArt-Expo-23
    Post date: Wednesday, 8 November, 2023 - 08:16
    Isi:

    Rachana Abirupa Event Organizer dari program studi D4 Administrasi Perkantoran Fakultas Vokasi UNY gelar event “ART EXHIBITION VOKART EXPO 2023” pada hari Sabtu - Minggu {4-5/11) di Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan No.37, Suryodiningratan, Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran ini bertemakan “Keindahan Mata Memandang”. Acara ini dihadiri oleh sejumlah dosen dari prodi D4 Administrasi Perkantoran Fakultas Vokasi UNY, anak - anak panti asuhan, para media partner, para seniman yang telah mengirimkan karya mereka serta masyarakat umum.

    Menurut Ketua Panitia, Mayang Kartika Prinasar tema tersebut mengartikan bahwa setiap goresan dan perpaduan warna merupakan keindahan karena makna keindahan bagi setiap orang berbeda dan mengajak masyarakat lebih terbuka untuk lebih menghargai seni khususnya untuk para seniman. “Karya yang ditampilkan dalam pameran kali ini tidak hanya berupa 2D namun ada juga yang berwujud 3D, karya yang ada dalam pameran kali ini tidak hanya menghadirkan karya dari seniman yang berasal dari yogyakarta saja namun ada juga beberapa karya dari Surakarta,” ujar Mayang.

    Selain pameran juga ada kegiatan melukis bersama anak panti asuhan. Para anak anak dari panti asuhan akan mengekspresikan kreativitas dan emosional mereka melalui setiap goresan warna yang mereka lukis di media canvas. Rachana Abirupa Event Organizer mengajak masyarakat untuk berbagi kepada yang membutuhkan baik materi maupun barang yang akan diberikan secara langsung kepada pihak panti asuhan Yauma Bantul.

    “Dan uniknya, dalam pameran ini juga pengunjung dapat menuliskan harapan atau perasaan mereka untuk di tempel di kaca. Tidak sedikit pengunjung yang mencurahkan isi hati mereka untuk seseorang yang spesial, imbuh Mayang.

    Dalam sambutannya dosen pembimbing, Chusnu Syarifa Diah Kusuma mengatakan bahwa EO yang terbentuk dari mata kuliah event organizer ini menggunakan metode project based learning, dengan maksud agar mahasiswa dapat meningkatkan 4C softskill (communication, collaboration, creativity, critical thinking).

    Dalam kegiatan juga iisi dengan kegiatan Artists Talk yang diisi oleh narasumber Dimas Husein, Seorang seniman yang lahir di Tulungagung, 19 Maret 2001 dan Faisal Sidik, Seorang seniman yang lahir di Bekasi, 01 Juni 1999. kegiatan artists talk ini dihadiri oleh seniman seniman yang telah mengirimkan karyanya dan juga rekan rekan seniman lain. dalam Artists talk ini para seniman melakukan tanya jawab terkait karya yang mereka buat dan juga bercerita terkait detail pembuatan karya mereka serta filosofi mendalam karya mereka. Pengunjung juga disuguhkan dengan penampilan beberapa band lokal yang tidak kalah keren seperti Dopamine Band , Neptune & friend, Teraserink Band, Execution Band.

    Sembari menikmati penampilan dari band lokal pengunjung juga dapat menciptakan karya mereka melalui media yang sudah disediakan oleh panitia yaitu “Fun Painting” berupa satu paket alat untuk melukis seperti canvas, cat, kuas, dan palet. Selain paket melukis pengunjung juga dapat melukis pada media kaset dengan harga yang dibandrol 15 ribu rupiah sedangkan media canvas di bandrol dengan harga 30 ribu rupiah.

    Dalam acara pameran ini para pengunjung diminta untuk melakukan voting untuk karya terfavorit dengan melakukan scan barcode yang telah disediakan. Bedasarkan hasil vote perolehan suara terbanyak dimenangkan oleh seniman Oktaviani Saputri dengan karyanya berjudul Goresan Warna. Tidak hanya untuk seniman namun juga untuk volunteer yang aktif juga mendapatkan apresiasi dengan nominasi Best Volunteer.(Chusnu/Tha)

  • Post date: Tuesday, 7 November, 2023 - 11:41
    Isi:

    BEM Fakultas Vokasi gelar talkshow Vokasi Future Explore dengan tema “Bring Your Carrer and Seize Your Glory” pada (4/11) di ruang Sidang Utama Gedung Layanan Akademik Fakultas Vokasi. Menurut ketua BEM, Farih Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan Vokasi Future Explore ini diadakan dengan tujuan menyeimbangkan antara sisi sakademik dan sisi organisasi, dengan dibuktikan bahwa mengikuti organisasi bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.” Melalui talkshow ini diharapkan dapat membuka pola pikir mahasiswa dalam menentukan karir di masa depan. Memberi motivasi untuk menentukan minat dan softskill untuk bagi masa depan karir.”imbuhnya

    Pada kesempatan ini hadir Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, dalam sambutannya bahwa mahasiswa merupakan SDM terlatih yang harus paham tentang minat sejak dini. Di era sekarang orientasi karier masa depan serba tidak pasti oleh karena itu mahasiswa harus melengkapi diri dengan kompetensi yg teruji. “lulusan Sarjana Terapan atau vokasi memiliki keunggulan memiliki skill terlatih dalam ketrampilan menghadapi dunia kerja. Mahasiswa lulusan vokasi harus memiliki sertifikat uji kompetensi sesuai bidang masing- masing setelah lulus kelak sebagai modal awal dalam terjun ke dunia kerja,’ imbuh Sutopo.

    Menurut pemateri, Hanifah Amalia Putri, menyampaikan tentang bagaimana langkah setelah kelulusan untuk menentukan karier. “Tentu banyak pilihan hidup tentang apa yang akan kita ambil. Apakah akan lanjut S2, lanjut S2 sambil bekerja, atau fokus kerja atau bahkan menikah. Pilihan pilihan tersebut tentu akan membawa konsekuensi masing-masing. Ada beberapa hal yang menjadi poin dalam menentukan karier dimasa mendatang, yaitu menentukan motivasi dan tujuan, meng-upgrade skill sejak dini, memperluas relasi, kreatif, serta jangan ragu untuk menjadi diri sendiri, terang Hanifah

    Sedangkan, menurut Erlinda Ika Mawarti bahwa kehidupan sebagai mahasiswa harus seimbang. Menjadi mahasiswa harus seimbang antara dunia akademik dan organisasi. Dalam bidanga akademik, mahasiswa memiliki pengetahuan mengenai keilmuan yang dipelajari dan kompetensi yang dimiliki akan menciptakan kompetensi atau skill. Pada dunia organisasi mahasiswa dapat melatih kepemimpinan dan kerjasama mencapai tujuan, serta dapat memperluas jaringan.

    “Mahasiswa yang aktif organisasi akan mendapat pengetahuan dan keterampilan tidak hanya di dalam kelas kuliah. Pada saat berorganisasi kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dalam tim akan lebih terasah. Mahasiswa juga akan memiliki manajemen konflik yang bagus. serta memiliki peluang mendapat beasiswa, “ ungkap Erlinda yang juga sedang menempuh magister PPKN UNY.

    Kegiatan ini diikuti oleh 100 perwakilan mahasiswa Fakultas Vokasi dari tiap prodi. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab bagi peserta. (Kartika/tha)

  • Post date: Monday, 6 November, 2023 - 11:36
    Isi:

    Departemen Sosial Masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FV UNY gelar kegiatan Vokasi Muda Berdaya di Dusun Blumbang, Karangsari, Pengasih pada (3-5/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Sosial Masyarakat BEM KM Fakultas Vokasi UNY yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menjunjung nilai Tridharma Perguruan Tinggi dan memperkuat rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat setempat.

    Menurut ketua pelaksana, Fadlan Raydana menyampaikan bahwa “Vokasi Muda Berdaya” bukan hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat belajar tentang kehidupan pedesaan dan mengembangkan empati sosial. “Kami berharap kegiatan akan terus berlanjut dan tumbuh sebagai upaya positif untuk memperkuat komunitas dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat desa yang ada di seluruh wilayah Indonesia, imbuh Fadlan.

    “Dalam kegiatan Vokasi Muda Berdaya ini kita memiliki agenda seperti Children’s Creation Class yang memberikan kesempatan bagi anak-anak TK dan SD untuk mengembangkan kreativitas mereka. Kemudian, ada kegiatan “Operasi Semut” atau kegiatan bersih-bersih lingkungan yang didampingi oleh masyarakat setempat, untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar, tambah Fadlan.

    Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari warga dusun blumbang. Menurut Maruf, ketua Karang Taruna Dusun Blumbang, kegiatan ini memberikan hal yang postif bagi kegiatan remaja di Dusun Blumbang. “Seperti kegiatan pertandingan bola voli antar BEM dan pertandingan antar RT di Dusun Blumbang sebagai wadah untuk memperat relasi antara mahasiswa dan warga setempat. Tidak hanya dari segi olahraga untuk kesehatan yang didapat tapi juga kebersamaan antar warga,” imbuh Maruf.

    Kegiatan ini juga diisi dengan seminar kewirausahaan oleh Nadzir Alimudin, pembisnis, pemilik brand Dawet Kemayu yang menyampaikan bahwa modal utama untuk penjadi pengusaha adalah mental. Selain itu mau belajar tentang hal yang baru dan juga memiliki jaringan yang luas.”Pengusaha punya kemampuan helicopter views yang bisa membaca peluang, melihat potensi yang ada, memaksimalkan kapasitas dan sumber daya serta memiliki kemampuan untuk membangun sistem. Pengusaha memiliki kemampuan untuk dapat membayangkan masa depan dengan memiliki insting untuk jualan yang laku dan potensial serta mampu menciptakan dan memaksimalkan momentum”, imbuh Nadzir.

    Selain itu juga dihadirkan narasumber tentang Sex Education oleh Fiki Saadah, M.Pd.yang memaparkan tentang tahapan-tahapan perkembangan seksual dalam siklus kehidupan manusa mulai dari bayi, toddler, pra sekolah, usia sekolah, remaja, dewasa awal, dewasa madya dan dewasa akhir. “Ada faktor-faktor yang mempengaruhi seksualitas seperti nilai-nilai religius (keagamaan), budaya dan norma yang berlaku di Masyarakat, status kesehatan, dan tentang citra tubuh.

    “Harapannya paparan ini dapat memberikan pengetahuan tentang pentingnya pendidikan seksual bagi anak-anak remaja. Sehingga mereka akan lebih terjaga dari seksualitas yang menyimpang dan juga pernikahan dini,”tandas Fiki.

    Acara puncak kegiatan ini adalah pentas Seni yang dimeriahkan oleh vokalis dari panitia Vokasi Muda Berdaya dan penampilan dari Band MM Music dan Band DEAD. (Firman/tha)

  • Post date: Wednesday, 1 November, 2023 - 11:37
    Isi:

    Keinginan atau mimpi untuk mendapatkan akses kuliah di luar negeri bagi mahasiswa biasanya terkendala oleh keterbatasan penguasaan bahasa asing, faktor finansial atau biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri yang relatif mahal. Serta kesiapan mental bagi mahasiswa untuk mampu bersaing dan hidup berjuang sendiri di negara lain. Dibutuhkan kesiapan yang matang untuk dapat mengakses pendidikan di luar negeri, hal ini diungkapkan oleh Arnantyo Naresyworo selaku CEO dari Naresy Internationl Educational Consultant (NIEC) pada sosialisasi dan kunjungan NIEC dan Edith Cowan Universtiy dan Edith Cowan College pada Senin (23/10) di Aula Gedung Layanan Akademik Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta Kampus Wates.

    NIEC merupakan konsultan pendidikan yang memfasilitasi bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Pada kesempatan ini NIEC berkolaborasi dengan mendatangkan langsung perwakilan dari perguruan tinggi dari Australia, Edith Cowan University dan Edith Cowan College, Princess Bonafacio dan Lili Fang.

    Dalam presentasinya, Princes Bonafacio menyampaikan bahwa Australia menempati peringkat tiga untuk pilihan study ke luar negeri. Australia memiliki 8 perguruan tinggi dari 100 perguruan tinggi terbaik di dunia. Dan untuk Edith Cowan University memiliki pilihan untuk berbagai macam jurusan baik dengan pilihan gelar untuk sarjana dan master. “Edith Cowan University yang berdiri tahun 1991 memiliki 30.000 mahasiswa telah mempertahankan peringkat sebagai universitas dengan peringkat bintang lima untuk kualitas pengajaran dalam Good Universities Guide dan telah mempertahankan rekor ini selama 17 tahun berturut-turut, imbuh Princes.

    Ditambahkan Lily Fang, bahwa bagi mahasiswa internasional, pemerintah Australia memberikan hak untuk mendapatkan kerja part time disela sela perkuliahaan dengan durasi 24 jam selama 1 minggu. “Mahasiswa dapat proaktif untuk mengecek di website komunitas yang menyediakan layanan part time pekerjaan. Dan pekerjaan part time ini juga ada yang mensyaratkan tanpa pengalaman kerja. Jadi

    Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Komarudin, S.Pd., M.A menyampaikan bahwa ini merupakan momentum yang bagus bagi para mahasiswa untuk dapat membuka wawasan baru dan mimpi untuk bisa melanjutkan kuliah di luar negeri. “Semoga kesempatan ini bisa dijadikan pemantik bagi mahasiswa untuk menemukan jalan atau langkah-langkah untuk menempuh pendidikan di luar negeri, tambah Komarudin.

    Menurut mahasiswa Administrasi Perkantoran, Sketsa Annisa Marsyafina, menyampaikan bahwa sebuah kesempatan emas dapat menjadi perwakilan untuk mendengarkan langsung tentang menempuh perkuliahaan di Australia. “Saya menyukai desain. Saya bermimpi saya dapat melanjutkan Pendidikan di Australia dan mengambil seni atau desain, “ ucapnya antusias. (Tusti)

Pages