OUR NEWS
  • Post date: Friday, 15 May, 2015 - 10:18
    Isi:

    Dyah Ayu Intan, mahasiswa PGSD UNY usai mengikuti Youth Adventure dan Youth Leaders Forum yang digelar pada 23  April-4 Mei 2015. Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Gerakan Mari Berbagi  (Yayasan GMB) yang diinisiatori oleh Azwar Hasan. Yayasan Gerakan Mari Berbagi merupakan gerakan yang mendorong pengarusutamaan sikap dan nilai berbagi dalam kehidupan sehari-hari dan hidup melampaui kepentingan diri (living beyond Yourself).

    Menurut Dyah usai kegiatan,peserta yang mendaftar kegiatan ini berjumlah lima ratus calon peserta. Kemudian diadakan seleksi berkas dan  meloloskan 140 peserta yang melanjutkan ke sesi wawancara.  Dari seleksi wawancara terpilih 55 peserta yang berasal dari berbagai kota untuk mengikuti Youth Adventure dan Youth Leaders Forum.

    Youth Adventure merupakan kegiatan ziarah diri yang setiap peserta dikelompokkan berdasar perbedaan agama dan suku dan melakukan perjalanan dari Semarang-Cibubur dengan dibekali Rp 100.000/orang. Satu kelompok terdiri dari 3-4 orang. Dan selama perjalanan tidak boleh menggunakan uang pribadi. Selama perjalanan tersebut setiap kelompok diwajibkan melakukan pengabdian di kota yang disinggahi. Kelompok saya singgah di Semarang dan Brebes. Sasaran pengabdian tidak terbatas pada usia dan perbedaan. “Jelas Dyah.

    Mahasiswa PGSD angkatan 2012 ini menambahkan rangkaian acara setelah Youth Adventure adalah Youth Leaders Forum yang para peserta ditemukan dengan orang-orang sukses baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk berbagi ilmu dan mensupport kegiatan.

    “Pada saat saya mendaftarkan GMB ini saya memiliki proyek sosial Gerakan Mari Berbagi One School One Book. Dan selama kegiatan ini, saya mendapat masukan untuk menggantinya menjadi Gerakan Mari Berbagi, Ayo Menulis. Gerakan ini mengajak para peserta didik untuk berlatih menulis kegiatan sehari-hari di buku diari. Ini akan mengajak peserta didik untuk terbiasa menulis.”ungkap Dyah.

    “Setiap peserta wajib untuk menepati janji menjalankan proyek sosial yang akan didukung dan difasilitasi oleh Board Member. Setiap GMB pun mempunyai proyek sosial masing-masing yang bertujuan membantu masyarakat luas. Dan untuk bonusnya diadakan kesempatan homestay di tiga negara yaitu Jepang, Australia dan Belanda, pungkas Dyah.

  • Post date: Monday, 11 May, 2015 - 10:24
    Isi:

    Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan segenap jajarannya mengunjungi ‘rumah ke duanya’ di UNY kampus Wates dalam rangka Sharing Bersama  Civitas Akademika FIK UNY pada (7/5/2015) bertempat di Ruang Seminar Lantai 4 Gedung Layanan Akademik UNY Kampus Wates. Kesempatan tersebut digunakan oleh para mahasiswa yang diwakili oleh BEM, DPM dan HIMA  FIK UNY untuk berkomunikasi dan sumbang saran bagi kemajuan bersama.

    Pada sambutan pembukaan, Dekan FIK UNY, Drs. Rumpis Agus Sudarko, MS, menyampaikan ajang silahturahmi ini merupakan ajang untuk berkumpul dan saling memberi masukan yang membangun tidak untuk mengkritik yang menjatuhkan satu sama lain. “Mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah institusi pendidikan maka sharing ini merupakan wadah untuk saling berdiskusi mencari yang terbaik untuk pembelajaran bersama, “ ungkap Rumpis.

    “Walaupun untuk pendanaan sedikit dikurangi tapi untuk kunjungan studi mahasiswa kita tetap akan mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk kunjungan studi perguruan tinggi di Kasetsart Thailand,  UPSI dan Malaya di Malaysia dan untuk peringkat mahasiswa berprestasi kita telah naik peringkat berada di posisi 4. “tambah Rumpis.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengelola Kampus Wates UNY, Bambang Saptono, M.Si. menyambut baik atas diselenggarakan kegiatan sarasehan mahasiswa FIK di Kampus Wates yang biasanya diselenggarakan di Kampus UNY Jogja. “Dari tahun ke tahun sarana dan prasana di kampus Wates semakin membaik sehingga harapannya tahun depan tidak ada keluhan dari mahasiswa baru yang tidak mau ditempatkan di Wates karena fasiltas yang masih minim dibanding dengan di kampus pusat. “

    “Apalagi dengan adanya shuttle bus yang tiap jam dari Wates ke Jogja semakin mendekatkan antar Kampus Wates dan Jogja sehingga membuat tidak ada jarak antara kampus wates dan Jogja dan tidak alasan lagi untuk tidak berkomunikasi, “lanjut Bambang.

    Acara sharing antara pimpinan dan mahasiswa dipandu oleh Wakil Dekan III FIK, Suhadi, M.Pd. yang diawali dengan informasi bahwa ada 100 kegiatan  yang telah dirancang oleh BEM, DPM dan HIMA FIK dan akan dilaksakan sampai akhir tahun.

    Pada sharing ini, mahasiswa sangat antusias untuk mengutarakan yang menjadi keluh kesahnya. Mulai  bidang akademik seperti dosen, nilai, informasi beasiswa dll. Selain akademik, mahasiswa juga banyak memberi masukan tentang sarana dan prasarana dan juga tentang seluk beluk UKM.

     

  • Post date: Monday, 11 May, 2015 - 10:19
    Isi:

    Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN akan muncul sejumlah kekhawatiran tentang tenaga profesional ASEAN yang akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Kondisi ini tidak luput karena masih rendahnya daya saing nasional dibanding dengan Negara ASEAN lainnya. Ditambah dengan masih rendahnya tingkat kewirausahaan dan kesiapan teknologi nasional yang masih jauh dibanding Negara ASEAN lain. Dan kesiapan menghadapi tantangan di Era MEA tidak luput dari peran guru profesional  sebagai pencetak para sumber daya manusia yang kelak akan menjadi pelaku di era MEA ungkap Prof. Suyanto, Ph.D, Guru Besar UNY  pada Seminar Nasional Entrepreneurship dan Profesionalitas Guru di Era MEA  (2/5/2015) di Auditorium UNY Kampus Wates.

    “Telah terjadi pergeseran paradigma pembelajaran bahwa seorang guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dan mengobservasi dari berbagai sumber. Para peserta didik tidak hanya mampu menyelesaikan masalah tapi juga merumuskan masalah. Sehingga peserta didik dilatih untuk berpikir analitis bukan mekanistis “ imbuh Suyanto.

    Prof. Suyanto, MM, Direktur Amikom menambahkan entreprenuership merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dalam entrepreneurship dibutuhkan sikap mental positif sebagai landasan smart technoprenuer.  “Terus menciptakan mimpi dan berusaha untuk mengejarnya.  Ambil langkah untuk memulai usaha walaupun tanpa uang tunai  dan terima kegagalan sebagai pelajaran, “pesan M.Suyanto.

    Pada pembukaan Wakil Rektor I UNY, Wardan Suyanto, MA.Ed.D menyampaikan bahwa era keterbukaan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan dirasakan sama oleh masing-masing Negara ASEAN. Persiapan dalam menghadapi era keterbukaan ini menjadi suatu hal tidak bisa dielakkan lagi. Semakin siap suatu negara membekali SDMnya dengan ketrampilan dan mental maka akan semakin siap bersaing dengan negara lain.

    Ketua Panitia,  Isroah, M.Si. memaparkan bahwa seminar ini digelar untuk untuk membuka  wawasan dan budaya entrepreneurship para pendidik  untuk bertindak  profesional  agar mampu  menjawab  tantangan  seiring diberlakukan MEA. Seminar  dihadiri   400 peserta dari kalangan mahasiswa, guru, maupun dosen. Seminar ini selain pembicara inti juga mempresentasikan makalah pendamping dari dosen  berbagai universitas serta  guru-guru SD, SMP  maupun SMA.

  • Post date: Monday, 11 May, 2015 - 10:03
    Isi:

    Dalam rangka menyambut Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (1436 Hijriyah), Hima PGSD Penjas Wates berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNY Kampus Wates dan  dengan mahasiswa PPG SM-3T UNY angkatan III menyelenggarakan Tabligh Akbar di Hall UNY Kampus Wates, Jumat (1/5/2015). Dalam majelis yang dibuka langsung oleh Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. ini, panitia penyelenggara mengundang salah satu ulama dari Banyumas, Jawa Tengah,  Habib Umar bin Ahmad Bafaqih dengan mengangkat tema “Spirit Keimanan dan Nuansa Kebersamaan”.

    Dalam sambutannya, Bambang Saptono, M.Si. sangat mengapresiasi diadakannya tabligh akbar ini. Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya kegiatan kerohanian semacam ini, apalagi untuk para calon guru profesional yang dituntut untuk memiliki jiwa spiritual yang tinggi.

    Sementara itu, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih sebagai pengisi acara utama lebih banyak mengajak para jamaah untuk bersama-sama mendendangkan shalawat. Jamaah majelis kali ini tidak hanya dari warga UNY tapi banyak juga yang dari warga Wates dan kelompok hadrah serta pencinta shalawat.

    Dalam kegiatan ini, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih bershalawat bersama para jamaah dengan diiringi musik rebana dari grup hadrah Qolbussalam dari Wates, Kulonprogo. Setelah bershalawat bersama-sama, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih juga memberikan pesan kepada para jamaah tentang fadhilah atau manfaat dari gemar bershalawat. Beberapa fadhilah atau manfaat dari bershalawat diantaranya adalah agar mendapat syafaat (pertolongan) Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti, dihapuskan dosa-dosa kecil, dipermudah bertemu jodoh, dikabulkan hajat atau keinginan, dan diindahkan akhlaknya.

    Selain itu, beliau juga berpesan untuk jangan hanya berhenti pada anjuran untuk memperbanyak shalawat secara lisan saja, namun alangkah lebih baik lagi jika kita juga menebarkan semangat kedamaian antar manusia, semangat membangun moral, semangat saling tolong-menolong, semangat kerja keras, dan segala hal dalam tataran sosial yang sekiranya bisa membahagiakan hati Baginda Nabi Muhammad SAW.

    Dengan adanya kegiatan tabligh akbar seperti ini, harapannya mahasiswa UNY kampus Wates serta mahasiswa PPG SM3T UNY angkatan III semakin gemar bershalawat dan memiliki jiwa spiritual yang tinggi. (Firdaus Laili)

     

Pages

Company Profile

Profile Video

 

Kulon Progo Campus

Gunungkidul Campus