OUR NEWS
  • Post date: Friday, 26 May, 2017 - 10:49
    Isi:

    Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu kebijakan pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan global. Pendidikan yang berkualitas dapat dicapai melalui penegakan sekolah yang efektif salah satu faktor utamanya adalag guru (pendidik). Guru harus mempunyai kompetensi yang unggul dan profesional. Walaupun realitas di lapangan, profil guru masih jauh dari standart minimal seorang guru baik dari latar belakang pendidikan dan sosial, jumlah dan sebaran. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. dalam pembukaan orientasi akademik pada Sabtu (11/2/2017) di Auditorium Lantai 4 Gedung GLA UNY Kampus Wates.

    Tambahnya, menjadi guru profesional itu tidak bisa secara tiba-tiba tapi harus melalui proses. “Profesi guru adalah profesi yang menjunjung komitmen dan nilai sosial. Mempunyai komitmen yang kuat untuk menolong orang lain dan memiliki loyalitas yang tinggi. Serta tidak mudah digoyahkan oleh kepentingan materiil. Selain itu sebagai guru profesional juga memiliki rasa untuk melayani masyarakat sebagai bentuk komitmen sepanjang waktu terhadap karir serta didukung oleh pengetahuan dan ketrampilan di atas kemampuan orang pada umumnya. Sehingga para peserta PPG SM3T diharapkan selama 1 tahun disini akan ditempa baik secara akademik ataupun non akademik yang akan membentuk karakter sebagai guru profesional ” tambah Rochmat.

    Dalam laporannya, Ketua P4TKN, Drs. Suyud M.Pd. menyampaikan bahwa UNY mendapat kuota peserta PPG SM-3T angkatan V terbanyak dibanding LPTK yang lain sebanyak 374 mahasiswa. UNY mendapatkan yang paling banyak karena monitoring dan evaluasi yang baik dan diraihnya akreditasi A oleh UNY “Mahasiswa yang melakukan registrasi online sebanyak 364 mahasiswa yang terbagi menjadi 20 prodi. Sedangkan untuk asramanya, 277 mahasiswa di asrama UNY Kampus Wates dan 87 mahasiswa di Asrama UPP Bantul. ” ungkap Suyud.

    Pada materi orientasi, Ketua LPPMP, Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd. menyampaikan bahwa pada tahun 2017 LPTK penyelenggara sejumlah 23 LPTK baik PTN maupun PTS dengan 26 program studi. Capaian pembelajaran PPG meliputi 4 kompetensi yaitu kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial dengan struktur kurikulum PPG berisi workshop perangkat pembelajaran bidang studi yang mendidik disertai peer teacing dan dilanjutkan dengan PPL. “Sistem pembelajaran yang digunakan adalah dengan activ learning, workshop, PPL, dan uji kompetensi yang terdiri dari uji kinerja dan ujian tulis UTN dan UTL. Peserta lulus jika disiplin dan mengikuti semua kegiatan PPG. Menjaga etika dan kepribadian, mencapai nilai kelulusan minimal pada workshop, PPL dan uji kompetensi,” ujar Anik. Sedangkan Sekretaris LPPMP, Prof. Dr. Suwarna, M.Pd menjelaskan tentang sistem pelajaran PPL dan evaluasi PPG. “Mahasiswa PPG setelah workshop untuk membuat perangkat pembelajaran akan langsung mempraktikkan hasil perangkat pembelajaran dengan PPL di sekolah. Sekolah yang akan dtempati untuk PPL diutamakan untuk sekolah-sekolah yang telah menerapkan K-13.

  • Post date: Wednesday, 24 May, 2017 - 10:26
    Isi:

    Jathilan bagi sebagian besar masyarakat Kulon Progo bukanlah seni pertunjukan yang asing. Namun penikmat pertunjukan ini hanyalah sekedar menonton tanpa mengetahui nilai-nilai yang terkandung di pertunjukan jathilan. Generasi mudapun enggan untuk ikut menyaksikan karena dirasa kurang menarik. Ketidak-menarikan ini karena kurang maksimalnya gerakan dan para penari yang sudah berusia lanjut. Apalagi dikalangan mayarakat telah terbentuk mindset bahwa jathilan merupakan kesenian yang tidak sesuai dengan ajaran agama menurut Dr. Kuswarsantyo, M.Hum dalam Focus Grup Discussion yang diadakan pada Selasa (7/2/2017) di Balai Desa Kali Gintung dengan tema ‘Variasi Gaya Dalam Pertunjukan Jathilan dari hiburan hingga syiar agama.
    Kesenian Jathilan ‘Wahyu Turonggo” Kaligintung, Temon, Kulon progo merupakan luaran Penelitian LPDP Tahun Anggaran 2016/2017 dengan judul Pengembangan Potensi Lokal Seni Budaya (Kesenian Jathilan) Sebagai Upaya Pelestarian Kesenian Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulon Progo. Penelitian ini disusun oleh Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd., Dr. Kuswarsantyo, M.Hum, Terry Irenewati, M.Hum, Diana Trisnawati, M.Pd.

    Tambahnya, penelitian ini merupakan sebuah gagasan untuk melestarikan kesenian Jathilan melalui pengembangan koreografi kreasi baru sehingga para generasi muda tertarik untuk mempelajari kesenian jathilan. Koregrafi yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan psikis generasi muda. Selain itu telah diciptakan kreasi baru dari Jathilan Raden Patah yang mengusung syiar islam. “Diceritakan Raden Patah dengan menaiki kuda bersama punggawa-punggawanya menyebarkan syiar ajaran islam yang mendapat rintangan berupa gangguan dari sekelompok orang yang berniat jahat atau juga bisa dari makhluk halus. Itu nanti yang akan kita diskusikan bersama-sama. Dan iringan yang bisa digunakan antara lain syalawatan ataupun doa doa,” Ujar Kuswarsantyo.
    “Obsesi saya adalah ingin mengubah mindset masyarakat tentang pertunjukan jathilan yang dekat dengan kesirikan menjadi jathilan yang mampu menjadi tontonan dan tuntunan masyarakat dalam hal budaya dan agama,” harap Kuswarsantyo.

    Pada kesempatan tersebut LPDP melalui LPPM memberikan hibah dana secara simbolis berupa seperangkat sound system kepada ketua Sanggar Jathilan Wahyu Turonggo, Budi. Dalam sambutannya, Ketua LPPM, Dr. Suyanto, M.Si menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama dan bekerja kerasnya kepada masyarakat Kaligintung sehingga bantuan dana LPDP ini dapat terealisasi. “Konsep penelitian ini kita bangun untuk sebagai bentuk sinergisme antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sehingga akan tercipta kemajuan masyarakat dan negara. Dan hal ini merupakan wujud dari pelestarian dan pengembangan kebudayaan,”ungkap Suyanto.

    Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Drs. Untung Waluyo menyampaikan penelitian ini diharapkan dapat melestarikan dan membangun mindset masyarakat Kulon Progo tentang kesenian pertunjukan jathilan. “Dengan dibangunnya Bandara di Kulon Progo diharapkan kesenian jathilan ini dapat dijadikan salah satu daya tarik kesenian di Kulon Progo yang dapat menarik peminat seni pertunjukan. Kesenian jathilan dapat dipoles menjadi lebih menarik tanpa meninggalkan sisi orisinalitasnya,” ungkap Untung. Dalam FGD tersebut juga diberikan tausiah oleh Kyai Warsono Agus Waluyo dari Karanganyar. Dalam tausiahnya Kyai Warsono Agus Waluyo memberikan gambaran tentang Jathilan dalam segi ajaran Islam. Serta juga ditampilkan pertunjukan jathilan oleh dua pasang penari dengan judul cerita Panji. Jathilan Wahyu Turonggo merupakan seni jathilan yang masih mengusung originalitas dengan musik pengiring yang masih original seperti masa-masa sebelumnya tanpa kolaborasi dari pengiring atau alat musik modern. Selain itu, karakteristik lain yang khas adalah topeng yang digunakan penari, salah satunya pentul dan tembem. Topeng tersebut berbeda dengan yang digunakan oleh kesenian jathilan lainnya. (Tusti)

  • Post date: Thursday, 5 January, 2017 - 08:58
    Isi:

    Mahasiswa PGSD angkatan 2013 menggelar Semarak Drama Tari sebagai bentuk tugas akhir mahasiswa yang diampu oleh Joko Pamungkas, M.Pd. pada Senin (19/12/2016) di GOR UNY Kampus Wates. Pada gelaran tersebut menampilkan 6 kelompok drama tari dengan tajuk antara lain Reksa Wana Bumi, Misteri Panci Gosong, Sisi Terang Mahawira, Gumregahing Segara, Kembang Turu Kabur Kanginan dan Berdarah Gading.

    Pada sambutannya Kajur PGSD Suparlan, M.Pd. I menyampaikan rasa bangga atas usaha keras baik dosen dan mahasiswa sehingga dapat terlaksana gelaran drama tari. Drama tari ini merupakan wujug kreativitas mahasiswa dalam bidang drama dan tari. “Mahasiswa semester akhir ini diharapkan dapat mengaplikasikan secara langung apa yang telah didapat dalam sebuah sendra tari. Tidak hanya kemampuan dalam menampilkan drama dan tari tapi juga dalam kemampuan menyelenggarakan sebuah event kegiatan. Serta diharapkan pagelaran ini dapat memotivasi dan mengasah kreativitas mahasiswa serta menjadi sarana hiburan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar,” harap Suparlan.

    Pada penampilan kelompok 1 bertajuk Reksa Wana Bumi yang berkisah tentang betapa pentingnya untuk menjaga hutan bumi untuk keberlangsungan hidup manusia. Cerita diawali Kelompok 1 yang bercerita tentang kerusakan hutan oleh para pemburu yang membuat kijang kehabisan makanan. Kijang yang kehabisan makananan lalu menyerbu lahan pertanian milik warga. Sehingga kijang menjadi korban kemarahan para warga karena lahan pertaniannya di rusak oleh para kijang. kijang kehabisan makan dan menyerbu pemukiman warga. Kijang melihat para petani mengolah tanaman dan ketika itu para kijang menyerbu tanaman tersebut. Akhirnya bahwa kelestarian hutan akan berdampak pada hewan yg menghuni.

    Menurut Lia Izzati, pemeran penduduk desa, pada akhir pementasan menyampaikan bahwa untuk persiapan pementasan ini membutuhkan persiapan sekitar 1 bulan dari menentukan tema, konsep cerita, dialog, koreografi, musik dan juga properti. “Pementasan drama tari ini membuat kita saling bekerjasama untuk dapat menciptakan hasil karya yang kreatif dan juga inovatif. Dan tentunya juga mendapatkan nilai tugas akhir yang memuaskan, “ harap Lia.

  • Post date: Thursday, 5 January, 2017 - 08:39
    Isi:

    Hima D3 Fakultas Ekonomi menggelar talkshow bertajuk Gema Prestasi D3 Fakultas Ekonomi pada Senin (19/12/2016) di Ruang Auditorium Kampus Wates. Acara ini dihadiri oleh mahasisa D3 Ekonomi angkatan 2016. Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Silvia Shinta yang merupakan alumni mahasiswa D3 Ekonomi yang telah berhasil menorehkan prestasi baik dalam bidang akademik ataupun non akademik. Adapun untuk Prodi Manajemen Pemasaran diwakili oleh Yuanda Putra yang merupakan mahasiswa berprestasi D3 angkatan 2015. Perwakilan Sekretari adalah Silvia Shinta yang merupakan peraih juara I untuk lomba baca puisi pada Peksiminas tahun 2016. Sedangkan perwakilan alumni prodi Akuntasi adalah Ahmadulloh, pemeran Adik Ipar jenderal Soedirman dalam Film Jenderal Soedirman.

    Menurut Ahmadulloh, keberhasilan dalam mendapatkan peran dalam Film Jenderal Soedirman merupakan sebuah pencapaian sebagai bagian dari pendewasaan diri. “Saya sempat agak down ketika pertama kali kuliah di Kampus Wates. Kuliah di Kampus Wates atau Jogja itu bukan menjadi penghalang untuk kita mengembangkan potensi diri. Yakin dengan diri sendiri. Berteman dengan banyak orang dan jangan membatasi diri sendiri. Tak lupa saya juga ucapkan terimakasih yang mendalam kepada bapak Ibu Dosen yang telah mengizinkan saya untuk menjalani proses casting dan syuting sehingga tetap bisa menyelesaikan kuliah di UNY. “ ungkap Ahmadulloh.

    Hal senada juga disampaikan oleh Silvia Shinta, gadis berkerudung yang memiliki bakat dalam seni membaca puisi ini juga menganggap bahwa kuliah di D3 merupakan pilihan yang kesekian. Tapi karena dia aktif dalam kegiatan berorganisasi dan mengikuti berbagai perlombaan menjadikan motivasi tersendiri untuk terus maju. “Kuliah di D3 FE bukan menjadi halangan untuk meraih apa yang menjadi keinginan kita. Tetap fokus pada tujuan dan tidak ada yang tidak mungkin selama kita terus berusaha, tandas Silvia.

    Menurut Yuanda Putra, mahasiswa berprestasi D3 angkatan 2015 keberhasilannya menyabet gelar tersebut tidak lepas dari keikutsertaannya dalam berbagai lomba karya ilmiah baik tingkat nasional ataupun internasional. Berawal dari diajak oleh kakak tingkat menjadi tim anggota kegiatan penelitian karya ilmiah dan akhirnya ‘ketagihan’ untuk mengikuti lomba karya ilmiah. “Pengalaman mengikuti konferensi internasional di Pattaya menjadi suatu pembelajaran yang tak terlupakan. Pengalaman berbagi ilmu, berdiskusi dengan peserta dari negara lain dan kesempatan untuk berwisata gratis merupakan suatu hal dulu tidak pernah terbayangkan, ujar Yuanda.

    Pada kesempatan tersebut, pada saat membuka acara, Sekretaris Bidang III, F.Suharjana menyampaikan bahwa acara diskusi atau sharing dengan para alumni merupakan media pencerahan dan sharing pengalaman bagi mahasiswa angkatan 2016. Keberhasilan alumni tersebut dapat diikuti jejaknya sehingga akan membawa faedah dan kesuksesan. Disela-sela acara para peserta disuguhi penampilan dari mahasiswa D3 Ekonomi.

Pages