OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 29 January, 2013 - 10:13
    Isi:

    Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2009, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti acara puncak Liga Inovator di Pendopo Kampus UPP II, Jalan Bantul, Senin (21/1/2013). Acara ini menjadi ajang kompetisi ilmiah yang diadakan sebagai kegiatan penutup mata kuliah Inovasi Pendidikan dengan dosen pengampu Unik Ambarwati, M.Pd. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan bagi mahasiswa PGSD khususnya angkatan 2009 yang terbagi dalam tiga kampus wilayah.

    Pelaksanaan Liga Inovator Inovasi Pendidikan memotivasi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik Sekolah Dasar untuk mampu melakukan atau menciptakan inovasi – inovasi di bidang pendidikan, meliputi kurikulum, model atau strategi pembelajaran, media pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dll. Acara ini diikuti oleh 230 mahasiswa gabungan dari kelas A – E yang ada di kampus wilayah Mandala (UPP I), kampus wilayah Bantul (UPP II) dan kampus Wates. Dari jumlah tersebut dibagi secara acak menjadi 20 tim, dan masing-masing tim mengumpulkan satu buah karya inovasi yang telah disusun satu bulan sebelumnya.

    Pada acara puncak Liga Inovator dipilih 3 karya terbaik dari 20 karya yang terkumpul untuk selanjutnya dipresentasikan. Tampil sebagai juara 3 yaitu karya inovasi berjudul “Super Class Method” dari tim yang diketuai oleh Alex Dwi Kurnia, juara 2 karya inovasi berjudul “Rolling Declaration (RoDa)” dari tim yang diketuai oleh Chanifur Rohman, dan tampil sebagai juara 3 adalah karya inovasi berjudul “Mr and Mrs Jusi : Jurnal Siswa Sahabat Guru” dari tim yang diketuai oleh Rahma Latif.

    “Karya inovasi yang dihasilkan merupakan karya-karya yang inovatif. Tiga karya yang terpillih merupakan karya yang memperoleh poin tertinggi pada proses seleksi yang dilakukan berdasarkan rancangan inovasi dan sistematika penulisan karya serta hasil diseminasi karya. Harapannya ini dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik untuk terus berkarya dan melakukan inovasi, sehingga PGSD mampu memberikan kontribusi bagi bangsa khususnya di bidang pendidikan”, pesan Unik Ambarwati, M.Pd kepada mahasiswa. (oleh: Mare Asia Fajaryanti/PGSD/FIP/UNY/2009)

  • Post date: Wednesday, 9 January, 2013 - 09:03
    Isi:

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2009 kelas E yang berada di kampus wilayah Wates pada Rabu malam, 19 Desember 2012 mengadakan Pagelaran Seni Tari dan Drama yang bertemakan The Fraternity on a Multifarious Culture of Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tugas praktik akhir semester mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama dengan dosen pengampu Joko Pamungkas, M.Pd.

    Calon guru sekolah dasar diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam berbagai kompetensi, tidak hanya sekedar teori tetapi juga dalam hal praktik. Mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama tersebut bukan bertujuan membentuk seorang ahli penari ataupun seniman, tetapi membentuk calon guru SD yang mampu memahami dan mengaplikasikan seni kepada peserta didiknya kelak, sehingga seni tersebut dapat menjadi sarana ekspresi, komunikasi, pengembangan bakat serta kreativitas bagi perkembangan peserta didik.

    Bertempat di Hall UNY Kampus Wates dengan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa UNY kampus Wates serta masyarakat sekitar kampus, lima puluh orang mahasiswa PGSD kelas 9 E yang terbagi atas empat kelompok sukses menampilkan seni tari dan drama hasil kreativitas mereka. Keempat judul kreativitas tari dan drama tersebut adalah Larung Saji, Metamorfosa, Don’t Misjudge Us, dan Dewi Sri yang menceritakan ragam budaya di Indonesia.

    Larung Saji menceritakan salah satu budaya Indonesia yang dilakukan masyarakat sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi. Tampil pada urutan selanjutnya yaitu Metamorfosa menceritakan tentang kisah perjalanan hidup sekumpulan kupu-kupu yang berisikan pesan bagi manusia agar tidak terpengaruh terhadap perilaku buruk, hendaknya selalu berbuat baik dan saling menolong.

    Don’t Misjudge Us sebagai kelompok yang tampil di urutan ketiga, pada seni tari dan drama yang ditampilkan memberikan pesan agar manusia tidak salah menilai setiap makhluk ciptaan Tuhan. Dan selanjutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki lahan pertanian yang luas, dan mampu menghasilkan hasil panen yang melimpah. Ini mencirikan kelompok Dewi Sri sebagai kelompok yang tampil pada urutan terakhir dalam pagelaran seni tari dan drama yang memberikan pesan agar manusia senantiasa bersyukur dan tidak saling berebut terhadap hasil pertanian atau panen yang diperoleh.

    Pada akhir acara, Joko Pamungkas, M.Pd. selaku dosen pengampu memberikan evaluasi dan apresiasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ekspresi atau penghayatan perlu dijaga pada setiap penampilan. Selain itu, keorisinilan karya yang telah dibuat dan ditampilkan baik dari ide cerita, kreativitas gerak, dan kelengkapan properti yang digunakan menjadi salah satu hal yang patut dibanggakan.

    Seni Tari dan Drama tersebut memiliki makna atau pesan yang dapat menjadi contoh maupun inspirasi bagi para penonton dan khususnya bagi calon peserta didik mereka kelak. Setelah kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu menerapkannya kepada peserta didik dan tidak berhenti untuk terus berkarya. [Mare Asia Fajryanti/PGSD 2009].

  • Post date: Monday, 28 May, 2012 - 10:09
    Isi:

    Sepeda Sehat dalam rangka Dies Natalis UNY ke 48 yang diselenggarakan  tanggal 27 Mei 2012. Dengan start dan finish di halaman UNY Kampus Wates, Sepeda Sehat ini akan menempuh rute sekitar kecamatan pengasih kulon progo yang sekaligus bersepeda mengelilingi kampus wates dengan jarak tempuh sekitar 12 KM.

    Sekitar pukul 06.00 WIB ratusan peserta mulai memadati halaman UNY kampus wates, acara sepeda sehat ini dihadiri oleh wakil Bupati beserta pejabat dari Kabupaten Kulon Progo dan juga Rektor UNY beserta para pejabat tinggi fakultas dan lembaga. Start Sepeda sehat ini dilepas oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo.

    Dalam acara tersebut juga di adakan bazar makanan tradisional oleh HIMA D3 FE UNY, yang menyediakan beraneka ragam makanan tradisional yang disediakan untuk peserta sepeda sehat.

    Peserta mengikuti acara sampai pengundian hadiah utama honda revo fit sampai sekitar pukul 11.00, dan juga diselingi oleh hiburan. (alf)

  • Post date: Monday, 14 May, 2012 - 14:15
    Isi:

    Rusunawa UNY kampus Wates mengadakan kegiatan keakraban berupa outbound yang berlokasi di Pantai Depok, Parangtritis Yogyakarta tanggal 13 Mei 2012. Kegiatan tersebut diikuti oleh para mahasiswa penghuni rusunawa, perwakilan ormawa kampus Wates, staff beserta Pengelola  UNY Kampus Wates.

    Sekitar 130 peserta dalam kegiatan outbound tersebut, dimulai pukul 06.30 dengan berjalan kaki menyusuri rumah warga desa setempat, kemudian menyusuri sawah, melewati lembah serta melalui rerimbunan pepohonan sebelum pada akhirnya tiba di Pantai Depok, yaitu tempat untuk kegiatan outbound didalam bentuk game.

    Game didalam kegiatan outbound dimulai dengan pemberian pengarahan terlebih dahulu oleh salah satu trainer yaitu Bapak Danardono, M.Or. Setelah itu semua peserta memulai kegiatan berupa game yang menyenangkan. Dengan semangat para peserta outbound meneriakan yel yel pada saat kegiatan outbound. Game berakhir sekitar pukul 11.00.

    Kegiatan keakraban berupa outbound tersebut disamping kegiatan yang rekreatif juga terdapat nilai-nilai edukasi yang baik guna membentuk

    karakter para mahasiswa seperti sportivitas, kebersamaan, respect, kerja sama, keberanian, rasa percaya diri dan sebagainya. Lebih lanjut Danardono, M.Or. selaku traniner juga mengatakan bahwa setiap mahasiswa bisa melakukan hal-hal yang dianggap sulit untuk dilakukan tetapi jika memiliki semangat dan kerja keras maka hal tersebut dapat dilakukan dengan baik. Selain itu beliau juga menekankan tentang pentingnya proses dari pada hasil pada saat perkuliahan, walaupun hasil yang didapat juga penting.

     

    Dengan diadakan kegiatan di luar rusunawa tersebut, merupakan bentuk klimak dari kegiatan-kegiatan yang diadakan di rusunawa. Disamping itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan agar para penghuni rusunawa dengan sesama Pengelola UNY Kampus Wates beserta para staff terjalin silaturahmi yang baik, memiliki kualitas kesehatan dan kebugaran jasmani yang baik, memberikan rasa senang, dan juga untuk menanamkan kepada para mahasiswa nilai-nilai sebagai bentuk implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan rekreasi luar  yang tetap sarat akan nilai-nilai moral dan religius. (Lukman/FIK).

     

     
     

     

Pages