OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 10 March, 2015 - 10:43
    Isi:

    Para mahasiswa PPG SM-3T harus memiliki badan dan jiwa yang sehat untuk dapat aktif selama workshop 1 tahun kedepan. Sebelum masuk masa workshop para mahasiswa PPG SM-3T mengikuti tes kebugaran  pada (8/3/2015) di Halaman Gedung Layanan Akademik. Sebelum tes kebugaran, para mahasiswa mengikuti senam kesegaran jasmani yang berlangsung meriah. Tes kebugaran ini diawali dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Selanjutnya, para mahasiswa melakukan tes lari 1600 m dengan lari bolak balik sebanyak 8 kali.

    Menurut, Sekretaris Bidang II, Dapan, M.kes dalam pengarahannya bahwa kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melaksanakan kerja tanpa mengalami kelelahan yang berarti masih memiliki cadangan energi untuk kegiatan selanjutnya. “Jika kalian setelah senam pagi dan dilanjutkan test lari masih segar dan kondisi tubuh  tidak mengalami kelelahan berarti maka tubuh kalian dalam kondisi bugar,” tutur Dapan.

    “Untuk menentukan berat badan ideal dengan menggunakan rumus cara berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (m) pangkat 2. Dari hasil tersebut dicocokkan dengan kategori Indeks Massa Tubuh mulai dari  < 18,5  yang berarti berat badan kurang sampai  > 30 yang termasuk dalam obesitas II.”

    Lanjut Dapan untuk memperoleh kebugaran dilakukan dengan beraktivitas secara teratur, terukur dan bertahap. Aktivitas tersebut dilakukan 3 kali dalam seminggu dengan durasi waktu 20-30 menit. Dan harus masuk daerah latihan dengan denyut nadi  maksimal 220-umur. “Untuk latihan dimulai dari yang ringan, sedang dilanjutkan berat,” lanjut Dapan.

    “Dengan melakukan aktivitas yang menunjang kebugaran jasmani dapat menjaga daya tahan jantung dan paru, menjaga kelentukan sendi, serta memiliki komposisi tubuh yang baik. Selain itu, dapat juga meningkatkan kecepatan, koordinasi, keseimbangan dan kekuatan tubuh. “

    “Tubuh itu perlu perawatan. Rawatlah tubuh selagi kita sehat. Karena kebugaran adalah investasi dalam kehidupan,”pungkas Dapan. (tsa)

     

     

     

     

  • Post date: Monday, 9 March, 2015 - 14:28
    Isi:

    Pada hari ke dua masa orientasi mahasiswa PPG SM-3T angkatan III diisi dengan materi tentang kebijakan dan tata kelola Pendidikan Pusat Dan Daerah  oleh Wakil Rektor II, Dr. Moch Alip, MA pada (7/3/2015) di auditorium UNY Kampus Wates. Setiap individu memiliki peran dalam posisinya masing-masing.  Guru sebagai pendidik mempunyai tanggung jawab dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. “Para siswa didik harus siap dengan persaingan. Guru harus memberi pemahaman tentang makna persaingan dan strategi memenangkan persaingan.  Persaingan di tingkat global sudah tidak dapat dihindari. Apalagi pada tahun 2016 akan segera diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan wujud dari perdagangan bebas dalam skala ASEAN, “ papar Alip.

    Selanjutnya, guru dalam menghadapi tantangan persaingan dunia global memiliki tanggung jawab untuk mendidik para siswa didiknya untuk berkomunikasi yang akuntabel. Sebuah bentuk komunikasi yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

    “Apalagi di era digital, guru harus menyediakan sarana komunikasi yang baik. Media komunikasi yang sesuai dan berkualitas. Jangan sampai komunikasi yang salah berujung pada hal yang destruktif. Seperti, siswa yang tidak suka dengan guru lalu ‘menyerang’ di media sosial,”imbuh Alip.

    Pada kesempatan selanjutnya, Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.SI. menyampaikan tentang sistem kehidupan berasrama. “Salah satu penilaian dalam kelulusan adalah aspek kehidupan berasrama.  Kehidupan berasrama mengajarkan tentang keteladan. Keteladan adalah pendidikan paling murah. Keteladanan itu memberi contoh langsung tentang hal-hal yang baik,” papar Bambang.

    “Selain itu,  asrama juga mengajarkan tentang tradisi dan budaya serta pembiasaan (habituasi). Selain itu kehidupan asrama akan mengajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, dan persatuan.  Sistem kehidupan berasrama yang teratur dan tertata akan menjadi kebiasaan baik yang akan menumbuhkan kedisiplinan dan kemandiran para mahasiswa PPG SM-3T, “ lanjut Bambang.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh Dapan, M.kes tentang orientasi umum kegiatan dan lokasi program PPG. “Selama kehidupan di asrama mahasiswa selain workshop, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan yang menunjang 3 ranah kecerdasan baik itu spiritual, sosial dan intelektual,”ungkap Dapan.

    “kecerdasan spiritual melingkupi kegiatan untuk memperdalam pengetahuan agama seperti pengajian, peringatan hari besar keagamaan. Kecerdasan intelektual berupa diskusi atau belajar kelompok sesuai dengan prodi masing-masing. Dan kecerdasan sosial meliputi kegiatan yang mencakup interaksi antar kelompok seperti kebersihan lingkungan, kegiatan perayaan hari nasional misal upacara bendera, lomba perayaan hari nasional. “ pungkas Dapan.

    Acara ini  ditutup oleh Drs. Suyud, M.Pd. Ketua Pusat Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta profesi Non Kependidikan dengan dihadiri oleh Sekretaris Pusat Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta profesi Non Kependidikan Zulfi Hendri, M.Sn. Ketua Asrama Putri, Sri Mawarti, M.Pd. dan Kabag TU LPPMP Dra. Sri Ningsih. (tusti)

     

     

  • Post date: Friday, 6 March, 2015 - 10:59
    Isi:

     “Menjadi guru di masa kini tidak semudah dibayangkan. Guru menjadi sebuah paket komplit yang tidak hanya sekedar unggul dalam bidang pedagogik semata. Guru harus memiliki keunggulan di aspek penguasaan bidang keahlian, kepribadian dan  sosial. Serta didukung dengan karakter kuat dan cerdas. Kuat untuk tidak mudah terbawa arus dan cerdas dalam pengambilan keputusan. Guru juga dibutuhkan ‘kesepenuhan hati’ dan ‘kemurahan hati’ dalam menunaikan tugas kependidikan. “ jelas Wakil Rektor I, Wardan Suyanto, Ed.D di hadapan 254 mahasiswa PPG SM-3T angkatan III tahun 2015 di Ruang Auditorium UNY Kampus Wates. Acara ini merupakan pembukaan dari rangkaian acara Orientasi Mahasiswa PPG SM-3T angkatan III yang akan digelar dari (5-7/3/2015).

    Lanjut Wardan bahwa guru juga harus mampu menjadi suri tauladan bagi anak didiknya. Memberi contoh yang baik dengan menunjukkan jiwa entreprenurship dan kooperatif. Juga mampu menguasai komunikasi global. “Dan harapannya program PPG pra jabatan sebagai rintisan untuk mencetak guru yang berkarakter dan profesional“ pungkas Wardan.

    Pada hari pertama orientasi PPG SM-3T ini, materi pertama diisi oleh Ketua LPPMP, Prof. Drs. Wawan S. Suherman, M.Ed. Pada materi yang berisi orientasi umum ini memaparkan bahwa guru selain sebagai sebuah profesi juga merupakan pengejawantahan  dari komitmen pribadi karena dorongan jiwa. Guru merupakan panggilan jiwa.”Bagi peserta PPG SM-3T yang telah berkomitmen mengajar di daerah 3T tentunya panggilan jiwa untuk menjadi guru profesional sudah tidak diragukan lagi. “papar Wawan.

    Lanjut Wawan, Program PPG SM-3T merupakan pengembangan kompetensi pedagogik, bidang keahlian, kepribadian, dan sosial dalam proses pendidikan yang terpadu dalam kegiatan akademik dan kehidupan berasrama.

    Sementara itu Drs. Suyud, M.Pd. Ketua Pusat Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta profesi Non Kependidikan memaparkan bahwa struktur kurikulum dan sistem pembelajaran menggunakan sistem workshop pengembangan perangkat untuk pembelajaran bidang studi yang mendidik (subject specific pedagogy) dan PPL Kependidikan. “Workshop pembelajaran tersebut berbentuk lokakarya yang bertujuan untu menyiapkan mahasiswa PPG mengemas materi untuk pembelajaran dalam bidang studi yang mendidik, “Tutur Suyud.

    Di sesi terakhir, mahasiswa mendapatkan penjelasan tentang PPL Kependidikan oleh Sekretaris LPPMP, Prof. Dr. Suwarna, M.Pd. Menurut Suwarna, “PPL sebagai sarana untuk memantapkan profesionalisme guru dengan  mendalami karakteristik peserta didik, pemecahan masalah pembelajaran/sekolah, perbaikan pembelajaran, inovasi pembelajaran dan belajar penelitian Tindakan Kelas. “komponen penilaian dalam PPL ini meliputi perangkat pembelajaran, praktek mengajar, kegiatan non mengajar, kompetensi kepribadian dan sosial, portofolio, laporan PKL, laporan PTK. Nilai minimal untuk PPL adalah B.”pungkas Suwarna. (tusti)

     

     

     

     

     

  • Post date: Friday, 6 March, 2015 - 08:13
    Isi:

    UKKI Al Mujaddid UNY Kampus Wates mengadakan upgrading awal tahun periode 2015. Kegiatan tersebut diadakan selama dua hari yakni pada  (27-28/2 2015) di Bothokan, Lendah, Kulonprogo.Sebanyak 57 orang mengikuti upgrading ini dengan jargon “Bersatu Membangun Generasi Rabbani, Allahu Akbar”. Para peserta melafalkan jargon tersebut dengan tangan mengepal ke atas. Menurut Menurut ketua Panitia, Rachmat Bayu Firdaus jargon tersebut sesuai dengan visi UKKI Al Mujaddid yaitu UKKI Al Mujaddid sebagai lembaga dakwah kampus yang mencetak generasi rabbani dan penggerak syiar Islam di kampus dan masyarakat. Visi tersebut merupakan buah pemikiran Ari Fitriyanto selaku Mas’ul atau ketua UKKI Al Mujaddid 2015.

    “Tujuan dari up grading ini untuk meningkatkan ukhuwah, mempererat dan mengakrabkan hubungan antar pengurus UKKI Al Mujaddid.  Kegiatan upgrading berjalan cukup lancar dengan adanya kesepakatan kontrak belajar antara lain shalat dhuha minimal 4 rakaat, shalat tahajud minimal 4 rakaat, membaca al Ma’tsurat, tilawah 1 juz dsb, “papar Rachmat.

    Pada upgrading ini acara diisi pemateri Danang Harya Saputra, S.Pd tentang syumulyatul Islam. Danang Harya Saputra, S.Pd. menyampaikan bahwa Islam sebagai ideologi dan sistem hidup. “Islam merupakan agama yang integral dan universal dan dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai aspek di berbagai pandangan. “ jelas Danang.

    Di sesi yang lain, Bagus Santosa menyampaikan materi tentag urgensi dakwah. “Tujuan dakwah adalah untuk menyampaikan hal-hal yang baik. Tapi bukan berarti kita melupakan tanggung jawab sebagai pribadi. Sebagai pribadi harus mempunyai manajemen diri yang baik sehingga dapat mengoptimalkan waktu yang ada untuk aktivitas-aktivitas yang bermanfaat,“ tutur Bagus.

    Pada upgrading ini juga diadakan outbond yang berisi tentang permainan permainan untuk membentuk kerjasamau. Menurut Koordinator Akhwat, Dewi berpesan, “Amanah dalam kepengurusan ini sudah berada pada pundak kalian, sehingga kalian harus menjaga hubungan dan komunikasi antar pengurus agar semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar”. Kegiatan diakhiri dengan tukar kado dan sesi foto bersama seluruh peserta upgrading UKKI Al Mujaddid 2015. (rdw/tsa)

Pages