OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 17 October, 2023 - 10:59
    Isi:

    UMKF Penelitian KRISTAL FV UNY bersama para warga yang ada di Desa Gayamharjo menggelar pembukaan acara Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) 2023 yang mengusung judul “Panca Gama Estungkara: Rintisan Kawasan Ekonomi Kreatif Berbasis Sociopreneurship di Desa Gayamharjo”. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gayamharjo yang beralamat di Jali, Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta baru baru ini. Rencananya Program P2MD ini akan dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan di desa Gayamharjo.

    Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) merupakan salah satu program dari Kemendikbud khususnya Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (Dikti Vokasi) yang bertujuan untuk mewadahi para Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada di perguruan tinggi terkhusus jurusan vokasi untuk bisa menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera. P2MD ini dilaksanakan selama tiga sampai lima bulan tergantung dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Dikti Vokasi.

    Sambutan pembukaan yang disampaikan Dr. Ir. Sutopo, S.Pd., M.T., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, bahwasanya P2MD ini merupakan program unggulan dari Dikti Vokasi yang mana nantinya para mahasiswa yang mengikuti program ini diajarkan untuk mengenal dan sekaligus mengimplementasikan ilmu kepada kondisi masyarakat kita yang sekiranya bisa dibantu. “Anak-anak kita itu seringkali kalau sudah lulus itu nanti pastinya lari ke perusahaan-perusahaan besar atau perusahaan nasional, jarang sekali ada yang turun ke kampung. Padahal kampung-kampung kita ini yang perlu dibangun. Diversifikasi pangan lokal saat ini juga merupakan suatu hal yang perlu digenjot karena hal tersebut yang merupakan keunikan daerah, jadi nantinya dengan program ini desa juga dapat memanfaatkan untuk menggali lagi hal tersebut dan dapat menemukan scientific knowledge dari produk-produk unggulan desa” ujar Sutopo.

    Parwoko, S.T. selaku Lurah Gayamharjo menyambut baik kegiatan P2MD yang akan dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan di Desa Gayamharja.”Saya sangat senang ketika ada mahasiswa yang dapat ikut bersama-sama dalam menggali potensi desa yang ada. Selain itu, dengan adanya P2MD ini juga merupakan invenstasi desa untuk menjadikan manifestasi desapreneur kelak, imbuh Parwoko.

    Kegiatan P2MD Gayamharjo ini diikuti oleh satu tim yang terdiri dari 10 orang dari Fakultas Vokasi dengan program studi yang berbeda-beda adapun anggotanya yaitu Regina Amanda Famaretha (D4 - Akuntansi), Wiwin Indayanti (D4 – Manajemen Pemasaran), Nisa Farina Herningsih (D4 – Akuntansi), Yessi Edillia Putri (D4 – Akuntansi), Asya Nur Agustina (D4 – Administrasi Perkantoran), Elsanti Venesha Putri (D4 – Administrasi Perkantoran), Yogi Firmansyah (D4 – Manajemen Pemasaran), Felita Dwi Rahmawati (D4 – Teknik Tata Boga), Adrianto Steven Bagas Setiawan (D4 – Teknik Tata Boga), Anggin Prihanti (D4 – Teknik Tata Boga). (Regina/THA)

  • Post date: Monday, 9 October, 2023 - 12:03
    Isi:

    Berawal dari pandemic covid-19 dimana kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat orang-orang banyak melakukan bisnis online, tanpa terkecuali bisnis di bidang kuliner. Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) dari Tata Boga ini bertujuan untuk membuat kreasi olahan nasi berwarna yang bermanfaat bagi Kesehatan. Produk nasi berwarna ini diharapkan dapat mengembangkan usaha kekinian yang sehat.

    Kegiatan ini dilakukan oleh 4 Dosen dan 5 mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta bersama dengan 10 ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertempat di Laboratorium Tata Boga,Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta baru baru ini.

    Tim DLK ini diketuai oleh Prihastuti Ekawatiningsih dan anggota yang terlibat diantaranya Endang Mulyatiningsih, Ichda Chayati, Thyara Mahanani, serta mahasiswa dari Tata Boga.

    Dalam sambutannya ketua tim, Prihastuti Ekawatiningsih, M.Pd. menyampaikan bahwa program ini menawarkan solusi kreasi nasi berwarna yang dikombinasi dengan lauk kering dan garnish yang menarik untuk difoto dan dipasarkan. “Pada pelatihan ini kita akan memaparkan mengenai pengemasan, food photography, dan pemasaran produk yang merupakan bagian penting dalam meningkatkan omzet penjualan produ, ungkap Prihastuti.

    kegiatan ini dilaksanakan secara paralel dengan dihadiri oleh 4 kelompok kerja memasak nasi berwarna kuning, hijau, merah dan biru. Dimana masing-masing kelompok membuat satu paket menu yaitu nasi berwarna, lauk dan sayur untuk 20 porsi. Semua peserta terlibat aktif dalam pelaksanaan praktik sambil menerapkan budaya 5R (ringkas, rapi, rawat, resik, dan rajin).

    “Kegiatan ini merupakan upaya dalam sumbangsih dalam membina masyarakat sekitar kampus, warga pedukuhan Karanggayam yang memiliki usaha warung makan dan catering. Pelatihan ini pembuatan 3 produk nasi berwarna yaitu nasi biru dari bunga telang, warna kuning dari kunyit, serta warna hijau dari daun pandan dan daun suji. Produk nasi ini memiliki rasa, warna dan tekstur yang baik, dan disajikan pada inner plate dalam bentuk tumpeng, lunch box/bento dan rice bowl. Peserta sangat antusias dengan program kreasi olahan nasi berwarna. Dalam praktiknya memang dibutuhkan ketrampilan dalam mengolah nasi berwarna. Peserta harus memiliki teknik khusus untuk dapat menghasilkan produk nasi yang bagus dari segi warna, tekstur, dan rasa. ” tambah Prihastuti.

    Menurut salah satu peserta,“Semoga masih diberi kesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan-kegiatan serupa karena mendapatkan banyak manfaat baik dari segi ilmu maupun dari pengalaman untuk praktik secara langsung,” harap Rosiawati. (Kartika/THA)

  • Post date: Wednesday, 4 October, 2023 - 11:48
    Isi:

    Tim Robot Terbang Dreamagination Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali raih prestasi pada kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 dengan tuan rumah Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung dengan berhasil meraih 5 kejuaraan. Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2023 yang diselenggarakan pada (22-26/09/2023) oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

    Robot Terbang Dreamagination UNY terbagi 3 divisi dan lima sub divisi yang mengikuti perlombaan di Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tahun 2023. Divisi tersebut antara lain Racing Plane, Vertical Take Off And Landing (VTOL) dan Technology Development. Sub divisi itu di antaranya yaitu Airframe Innovation, Flight Controller Development, Propulsion System Development ESC/ECU, Propulsion System Development Propeller dan Ground Control Station (GCS)

    Prestasi yang diraih oleh Robot Terbang Dreamagination UNY yaitu Juara 1 Racing Plane, Juara 2 Propulsion System Development (ESC/ECU), Juara Harapan 1 Airframe Innovation, Juara Harapan 1 Ground Control Station (GCS) dan Juara Harapan 1 Flight Controller (FC).

    Tim Robot Terbang Dreamagination UNY ini merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai Fakultas di UNY terutama dari Fakultas Teknik dan Fakultas Vokasi. Selain itu juga ada dari FMIPA dan FIPP. Fakultas Vokasi dalam tim robot terbang berasal dari prodi D-IV Teknik Elektronika, D-IV Teknik Elektro dan D-IV Teknik Sipil.

    Tim Racing Plane (Rejection) beranggotakan Abdul Zaid Fatullah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Evandra Aryadinatha dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Hafidz Rafli Fadhillah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Ilham Ananta Baharudin dari prodi Teknik Elektro, Johannes Arya Bhima Sena dari prodi Teknik Manufaktur, Muhammad Arya Widiantoro dari prodi Teknik Manufaktur, Nurud Afifah dari prodi D4 Teknik Elektronika, Sema Auria Amanda Saputri dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Azizah Hadiyyatil Maula dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Indra Kurniawan dari prodi Teknik Elektro,Nyi Ajeng Sri Widara Wulan dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Yuwono Indro Hatmojo, S.Pd., M.Eng. dengan tema pesawat yaitu “F.A.T (Fast And on Track)”

    Tim Az-Zawra Biantara pada sub divisi Propulsion ESC beranggotakan, Edra Jayeng Katon dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Bayu Angga Rahadi dari prodi D4 Teknik Elektronika, Rohan Septi Salmanda dari prodi Teknik Elektro, Bagus Rian Maulana dari prodi Pendidikan Teknil Elektronika, Muhammad Rizqulloh Akbar dari prodi Teknik Elektro, Anggun Nur Azizah dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Runny Indo Saputri dari prodi Fisika, Derizqiadi Thoriq dari prodi D4 Teknik Elektronika dengan dosen pembimbing Nurman Setiawan, M.Eng. dan Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. Inovasi yang dibuat yaitu Intelligent Electronic Speed Controller dengan dukungan AIoT.

    Sub divisi Airframe Innovation beranggotakan, Ikhlasul Amal Romadhoni dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Akbar Arrazaq dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Alfino Hokkey Ramadhani dari prodi Teknik Manufaktur, Pius Calfin Alfian Nugroho dari prodi Teknik Manufaktur, Muhammad Iqbal Alfariz dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Dzikra Nura Dien dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Sasa Andhika dari prodi D4 Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Rohjai Badarudin, M.Pd. dan Dr. Ir. Mujiyono, M.T., IPU. Inovasi yang dibuat yaitu Pesawat Flywing Berbahan Komposit Serat Rami.

    Sub divisi Flight Controller Development beranggotakan, Ahmad Nurdin Santosa dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Aldhi Febrianto dari prodi D4 Teknik Elektronika, Furqon Taufiq Hidayat dari prodi Teknik Elektro, Raihan Haikal Abrar dari prodi Pendidikan Teknik Elektronika, Charly Ridhwan Manurung dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Laurentius Gabriel dari prodi Pendidikan Teknik Mekatronika, Ricovaldo Dzika Susilo dari prodi D4 Teknik Sipil, Alfian Yudisurya dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, Rahmah Rizky Rufaidah dari prodi Pendidikan Teknik Elektro dengan dosen pembimbing Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. Inovasi yang dibuat Flight Controller Autonomous dengan kendali LQR-JST yang Robust And Adaptif Control

    Sub divisi Ground Control Station terdiri dari Fathi Muhammad Nawa dari prodi Teknologi Informasi, Damar Albaribin Syamsu dari prodi Pendidikan Teknik Informatika, Khoirul Muttaqin dari prodi Pendidikan Sejarah, Surya Agung Saputra dari prodi Pendidikan Teknik Informatika, Akhil Oktanto dari prodi D4 Teknik Elektronika, Andi Prasetyo dari prodi D4 Teknik Elektronika, Nurani Rosyid dari prodi Pendidikan Akuntansi dan Ayuni Nawangsih Aspurianto dari Pendidikan Luar Biasa dengan dosen pembimbing Oktaf Agni Dhewa, M.Cs. dan Ardy Seto Priambodo, S.T., M.Eng. Inovasi yang dibuat adalah Cloud Base Ground Control Station (GCS)

    Menurut salah satu tim, Indra Kurniawan menyampaikan bahwa tim telah mempersiapkan secara matang untuk perlombaan KRTI selama kurun waktu 6 bulan. Persiapan dimulai dari bulan April-Agustus, dan persiapan tingkat nasional bulan September. “Selama kurang lebih 6 bulan kami berusaha untuk memaksimalkan waktu dalam membuat inovasi di bidang teknologi objek tanpa awak dan mulai merancang wahana dengan sangat teliti” ucap Indra Kurniawan.

    “Pada Technology Development kami merancang inovasi yang dapat digunakan untuk divisi sehingga saling berkaitan, seperti flight controller yang dapat digunakan oleh tim Propulsion ESC, kemudian alat GCS yang dapat digunakan oleh tim Propulsion ESC dan bahan serat rami yang digunakan oleh tim Airframe dapat digunakan oleh keseluruhan tim serta serat rami yang dibuat oleh tim Propulsion Propeller dapat digunakan oleh keseluruhan tim dengan mempertimbangkan ketahanan pada kerusakan pada pesawat” imbuh Aldhi Febrianto selaku ketua tim Az-Zawra Biantara

    “Tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada segenap dosen pembimbing atas support dan dukungannya. dengan hasil ini menjadi modal bagi kami untuk tahun depan dapat meningkatkan performa pada ajang kompetisi nasional maupun internasional, harap Aldhi. (Ayuni N./Tha)

  • Post date: Monday, 2 October, 2023 - 16:23
    Isi:

    Lulusan dari vokasi tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki karakter yang kuat. Lulusan vokasi seyogyanya memiliki tiga sinergi antara tool set, skill set dan mind set. Setelah lulus mahasiswa Vokasi bisa berkiprah di dunia industri. Mahasiswa dapat terus berinovasi menghasilkan sesuatu yang baru. Tidak hanya membuat produk, tapi juga dapat ‘membangun’ sumber daya untuk menciptakan produk. “Teruslah menanamkan dalam diri kita, pola pikir untuk menjadi key player dalam setiap kesempatan yang ada. Terus bertumbuh dengan passion yang kita punya. Karena Passion merupakan salah satu kunci dalam menggapai kesuksesan.”ungkap Dr. Muhammad Aditya Warman, S.Psi., MBA, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan sebagai narasumber pada Seminar Nasional Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta yang di Gedung Imam Barnadib lantai 7, Gedung Sekolah Pascasarjana UNY baru baru ini. Seminar nasional vokasi UNY ini mengambil tema “Sinergitas Pendidikan Vokasi dan Industri: Kolaborasi untuk Vokasi Hebat, Ekonomi Kuat.”

    Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor Bidang Umum dan Sumber Daya, Prof. Dr. Edi Purwanto, M.Pd. menyampaikan seminar nasional ini menjadi penting mengingat tantangan global seperti revolusi industri 4.0 yang telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja. Perubahan teknologi dan proses produksi yang cepat membuthkan tenaga kerja yang adaptif, memiliki ketrampilan teknis dan interpersonal yang kuat. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA)

    Seperti halnya yang disampaikan oleh pemateri selanjutnya, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Filipina bahwa tujuan pendidikan vokasi adalah untuk mempersiapkan individu untuk memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan dan siap digunakan. “Hal tersebut perlu dapat dilakukan dengan pengembangan sistem pendidikan vokasi yang secara terus menerus mengembangkan kemitraan dengan industr, kurikulum yang relevan, pengajar yang berkualitas, sarana dan fasilitas yang memadai, evaluasi dan umpan balik serta pemantuan pasar kerja.”, imbuh Aisyah.

    Pada kesempatan ini turut hadir juga sebagai narasumber, Ditta Yuningtrias, CEIP, CTWM, CSE selaku pengusaha eksporter yang menjelaskan bahwa lulusan vokasi mendapat perhatian khusus dari banyak kalangan untuk bisa berkontribusi lebih besar bagi ekonomi. Pendidikan vokasi diharapkan menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi antara vokasi dan industri akan mampu memunculkan inovasi ataupun produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi yang baik ini dapat memberikan atmosfer positif kepada mahasiswa untuk merasakan dunia kerja yang berpengaruh terhadap penguatan karakter dalam memprediksi dunia kerja, harap Ditta.

    Pada kegiatan seminar ini juga dilaksanakan serangkaian acara penandatangan 50 kerjasama/MoA (Memorandum Of Agreement) dengan mitra dunia kerja dunia indutri. Baik kerjasama dalam bidang rumpun ilmu keteknikan, ekonomi bisnis dan olahraga kesehatan.

    Seminar nasional ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa baik secara luring maupun daring. Peserta yang mengikuti seminar secara luring sebanyak 400 dan secara daring melalui zoom meeting sebanyak kurang lebih 1000 peserta. (Tha)

Pages