OUR NEWS
  • Post date: Thursday, 22 January, 2015 - 08:25
    Isi:

    GOR UNY Kampus wates pada Rabu (21/1/2015) dilaksanakan kegiatan tes fisik bagi siswa kelas khusus Olahraga bakat istimewa olahraga.  Test fisik ini sebagai uji empirik instrumen keberbakatan olahraga oleh Direktorat Pembinaan Khusus Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemdikbud bekerjama dengan Fakultas Keolahrgaan FIK UNY dan Asosiasi Pelatih Olahraga Indonesia (APORI). Dekan FIK UNY , Drs. Rumpis Sudarko, M.S. menyampaikan bahwa test fisik ini diikuti oleh siswa siswi SMP yang menggelar kelas khusus olahraga. Pada uji fisik ini untuk daerah Kulon Progo mengambil sampel dari  SMP 1 Panjatan dan SMP 2 Galur. Cabang olahraga yang diujikan yaitu Bola Voli, Sepak Bola, Bulutangkis, dan pencak silat. “Sekolah di DIY yang diambil sampel sejumlah 11 sekolah dengan jumlah 400 siswa dengan kisaran usia 10-13 tahun,” Imbuh Rumpis.

    Dr. Siswanto, Sekretaris Jurusan Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga (PKO) FIK disela-sela acara menyampaikan test fisik setiap cabang olahraga berbeda-beda tapi mengacu pada tiga prinsip yaitu antropometri (postur tubuh), kemampuan fisik dan cabang olahraga khusus.  Kajian empirik untuk masing-masing cabang olahraga ini akan menghasilkan instrumen sebagai dasar untuk memilih atlet-atlet berbakat. “FIK UNY yang memiliki jurusan Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memberikan panduan dalam memilih talenta dalam cabang olahraga.

    Lanjut Siswanto, Tiap cabang olahraga memiliki test yang berbeda-beda seperti sepak bola untuk uji antrophometri (postur tubuh)  berupa berat badan dan tinggi badan. Kemampuan fisik yang harus diuji adalah kecepatan lari 20 m, koordinasi dan kelincahan, power (trihoop), lempar bola basket dengan ukuran bola 5, speed maksimum (40 m), Vo2 max (mft). Untuk tes cabang olahraga yang diujikan test kemampuan david lee dan junggling bola. Sedangkan untuk cabang olahraga bola voli uji antrophometri berupa berat badan, tinggi badan, dan panjang lengan. Kemampuan fisik yang diuji adalah kekuatan otot tungkai, power tungkai, power lengan,kecepatan reaksi, kelentukan dan Vo2 max (mft). Kemampuan cabang olahraga yang diujikan adalah Brady Wall voli passing atas, Brady Wall passing bawah, tes smash, pengamatan passing atas dan bawah.

    “Beda lagi untuk pencak silat untuk uji antrophometri yang diukur adalah berat badan, tinggi badan, tinggi duduk dan rentang lengan. Sedangkan test kemampuan fisik berupa lempar tangkap bola tenis,lempar bola basket ukuran 5, power tungkai, kelincahan, kecepatan dan vo2 max. Untuk tes cabang olahraga terdiri dari teknik tendangan, pukulan dan observasi skill teknik. “

    Cabang olahraga bulutangkis juga memiliki kriteria sendiri dalam pengujian. Untuk uji antrophometri berupa tinggi badan, berat badan, dan tinggi duduk.  Test kemampuan fisik berupa lempar tangkap bola tennis, lempar bola basket ukuran 5, power tungkai, kelincahan, kecepatan, vo2 max, kelentukan dan kecepatan reaksi. Sedangkan untuk tes kemampuan cabang olahraga terdiri dari wall volley test dan observasi permainan ungkap Siswanto.

    Tes fisik ini diikuti oleh 37 siswi dari SMP 2 Galur dan 64 siswa dari SMP 1 Panjatan. Indah,siswa dari SMP 2 Galur  sangat antusias mengikut tes uji bakat istimewa ini. Pelajar yang keseharian mengikuti kelas olahraga dengan spesifikasi cabang olah raga bola voli ini mengaku dapat menyelesaikan tes dengan lancar. “ Mungkin tadi agak kesulitan  saat tes kecepatan reaksi terhadap cahaya karena membutuhkan konsentrasi . “papar Indah.

    Uji fisik bagi siswa kelas khusus olahraga  untuk daerah Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul telah dilaksanakan pada Sabtu (17/1/2015) dan menyusul untuk Gunung Kidul pada Sabtu (24/1/2015).(tsa)

     

  • Post date: Tuesday, 20 January, 2015 - 15:11
    Isi:

    Mahasiswa PGSD Penjas Fakultas Ilmu Keolahragaan menggelar Musyawarah Mahasiswa pada Selasa (20/1/2015) di Ruang Gedung Layanan Akademik Lantai 3 UNY Kampus Wates. Musyawarah Mahasiswa ini akan digelar selama 2 hari, Selasa-Rabu (20-21/01/2015) dengan agenda penyusunan dan pembahasan Garis Besar Haluan Kerja dan Rapat Kerja. Musyawarah Mahasiswa ini dihadiri oleh para pengurus hima terpilih yang terdiri dari bidang ESDM, Minat dan bakat, informasi dan komunikasi serta keagamaan.

    Musyawarah Mahasiswa ini dibuka oleh Wakil Dekan III FIK, Drs. Suhadi, M.Pd.  Pada saat pembukaan Drs.Suhadi, M.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berlangsungnya Musyawarah Mahasiswa PGSD Penjas FIK. Belum lama ini telah  dilaksanakan pemilihan ketua HIMA periode 2015 dengan angka partisipasi yang cukup tinggi diatas 70 %.  Selama 3 tahun ini ada kecenderungan partisipasi dalam kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa) mengalami penurunan.  “Kegiatan ormawa menjadi suatu hal yang penting karena mahasiswa akan mendapatkan pengalaman berorganisasi untuk bekal saat kelak terjun di masyarakat," jelas Suhadi.

    Drs. Suhadi, M. Pd juga mengharapkan agar program  kerja yang akan datang selain bersifat ketrampilan dan olahraga juga mengedepankan program penalaran. “Program penalaran ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menembus ajang pimnas dan mengulang kesuksesan mahasiswa FIK yang berhasil menyabet medali di ajang pimnas tahun 2013.” papar Suhadi.

    Dalam sambutannya, Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.SI. menyampaikan kegiatan kemahasiswaan terdiri dari kegiatan intrakulikuler, ekstrakulikuler dan kokulikuler.  Harapannya antara kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler akan saling menunjang satu sama lain. Dan program kerja yang dihasilkan saling bersinergi dengan antara BEM KM, BEM Fakultas, dan HIMA. “Sehingga nantinya UNY Kampus Wates menghasilkan lulusan yang matang baik dalam bidang akademis maupun  non akademis, " imbuh Bambang.

    Dalam kesempatan tersebut Tommy Safarsyah, Ketua BEM KM 2014 berbagi pengalaman kepada para mahasiswa tentang keorganisasian. Menurut Tommy Safarsyah  kampus merupakan laboratorium kehidupan dalam menegaskan jati diri guna mendefiniskan peran dan tanggung jawab masing-masing.”Teruslah berinovasi dan Jangan pernah takut salah dan  karena di kampuslah kita bisa mengevaluasi diri sebelum praktek langsung di masyarakat. Mengukur keberhasilan di ormawa bukan pada  saat akhir kepengurusan tapi saat kita berkecimpung di masyarakat dan berhasil memberi perubahan. “ (tsa)

  • Rektor UNY memberikan pengarahan pada peserta PPG SM-3T
    Post date: Monday, 19 January, 2015 - 09:51
    Isi:

    Kegiatan berasrama merupakan sebuah pembelajaran kehidupan untuk membentuk karakter diri sebagai seorang guru yang profesional. Tentu bagi peserta SM-3T setelah menjalani  1 tahun pengabdian dengan situasi yang tidak terduga, kehidupan berasrama dengan jadwal yang ketat dan padat tentu bukanlah suatu  hal yang sulit. Program SM-3T  telah melatih jiwa kemandirian dan kerjasama ungkap Rektor UNY, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd.,MA  dalam kegiatan monitoring kehidupan berasrama PPG SM-3T gelombang II tahun 2015 pada Kamis (15/01/2015) di Auditorium UNY Kampus Wates.

    Lanjutnya, persoalan pendidikan adalah persoalan kasih sayang. Para peserta SM-3T telah mewujudkan dengan terjun langsung ke daerah 3T (terdepan,terluar,dan tertinggal). Para peserta SM-3T telah mencurahkan kasih sayang kepada para siswa-siswa yang minim pendidikan dengan menggunakan sarana dan prasarana yang terbatas. Setelah lulus dari PPG SM-3T para guru profesional dapat terjun menjadi pendidik. “Pada tahun 2015 ini akan ada booming guru yang pensiun jadi akan ada banyak lowongan guru tapi dengan konsekuensi siap ditempatkan di seluruh Indonesia,” tambah Rochmat.

    Dalam kesempatan tersebut Rektor UNY juga memberikan wejangan dalam persiapan Ujian Tulis Nasional yang akan digelar dalam waktu dekat. “ Ilmu itu disimpan dalam hati bukan di kepala karena itu hati yang bersih dan jiwa yang tenang akan membuat ingatan lebih jernih dan mudah untuk mengerjakan soal ujian, “ papar Rochmat.

    Dalam laporannya Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. memaparkan bahwa peserta PPG SM-3T telah menghuni asrama sejak tanggal 25 Februari  2014 sampai dengan pertengahan Februari 2015. Kegiatan kehidupan berasrama lebih cenderung untuk membekali peserta dalam kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Pada semester I peserta melakukan kegiatan workshop di Kampus Karang malang  dan pada semester II peserta melakukan kegiatan PPL di sekolah.

    “Dalam prakteknya kegiatan asrama mengacu pada pedoman asrama oleh Tim PPG SM-3T Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti  pembinaan mental, program belajar bersama, senam bersama, Gerakan Budaya Bersih Asrama, latihan kepemimpinan dan kepramukaan,” papar Bambang.

    Pada acara tersebut dihadiri oleh para wakil rektor, para kepala lembaga dan juga para dekan fakultas. Pada kesempatan tersebut juga  diisi dengan sesi tanya jawab. Acara ini ditutup dengan doa bersama oleh Drs.Djihad Hisyam, M.Pd. (tsa)

     

  • Post date: Thursday, 15 January, 2015 - 15:31
    Isi:

    UNY  Kampus Wates menggelar Ujian Online Mata Kuliah Umum (MKU) untuk pertama kalinya pada  Kamis, (15/1/2015) di Ruang Laboratorium Komputer.  Pada sesi pertama  ujian online MKU untuk mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI)dengan jurusan PGSD. Menurut Dosen Pengampu Mata Kuliah PAI ,  Suparlan, M.Pd.I. ujian online MKU PAI ini merupakan sebuah terobosan baru untuk mengefektifkan ujian dengan menyelenggarakan ujian secara serentak melalui online. “MKU memiliki banyak kelas sedangkan nilai ujian harus keluar setelah 1 minggu sehingga ujian ini akan mengefektifkan hasil ujian karena nilai langsung keluar setelah peserta melakukan finalisasi. “ imbuh Suparlan.

    Hasil ujian online ini akan digabung dengan tugas, praktek, tutorial, dan mid. Soal-soal ujian ini dibuat oleh tim yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan sehingga diharapkan soal ujian akan sesuai dengan standart dan memiliki output yang baik. “Walaupun sejauh ini ujian online MKU ini belum dievaluasi,” tambah Suparlan.

    Persyaratan untuk mengikuti ujian online MKU adalah memiliki email UNY yang aktif. Tim IT dari  Puskom, Andhika  Widiastomo, S.Kom mengatakan  Ujian online kali ini dapat berlangsung cepat karena mahasiswa banyak memiliki email yang aktif sehingga bisa langsung mengerjakan. Para Mahasiswa PGSD ini mengerjakan soal pilihan ganda berjumlah 60 soal. “Di layar akan terdapat menu  navigasi berisi nomor soal sehingga mahasiswa bisa mengerjakan tanpa harus urut nomor. ” papar Andhika.

    Kahfi, mahasiswa PGSD  mengungkapkan antusiasnya untuk mengikuti ujian online MKU PAI.”Saya tidak perlu penasaran dengan hasil nilai karena langsung bisa dilihat dan ujian online dapat melatih kejujuran karena soal diacak sehingga tidak bisa saling contek,” tambah Kahfi. (tsa)

Pages