OUR NEWS
  • Post date: Tuesday, 13 January, 2015 - 14:41
    Isi:

    Indikasi alumni yang sukses salah satunya adalah jebolan asrama. Asrama menjadikan seseorang lebih disiplin, lebih tertata dan terjadwal. Pola hidup di asrama akan membentuk karakter seseorang lebih baik. Asrama merupakan ajang pengemblengan bagi seseorang untuk menjadi insan yang lebih baik papar Dr Sahidin, M.Pd., Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia dalam acara kunjungan PPG SM-3T dan PPGT UPI pada Senin, (12/1/2015) di Ruang Auditorium UNY kampus Wates. “PPG SM-3T dan PPGT merupakan ‘produk’ dari asrama sehingga kelak menjadi orang-orang yang sukses,” imbuh Sahidin.

    Lanjut Sahidin, PPG SM-3T dan PPGT merupakan duta dari negara dan masyarakat yang turut andil dalam memperekat persatuan. “Para PPG SM-3T dan PPGT  pada saat terjun di masyarakat kelak dapat saling melihat dan memahami karakter setiap individu untuk mempererat persaudaraan,” harap Sahidin.  Kunjungan ini terdiri dari mahasiswa PPG SM-3T Prodi Fisika, Prodi matematika , Prodi PJKR, Prodi Kimia sebanyak 70 mahasiswa dan PPGT sebanyak 101 mahasiswa.

    Pada sambutannya Ketua Pengelola Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si.  mengungkapkan menyambut baik kunjungan ini. “ Kunjungan PPG SM-3T dan PPGT  ini merupakan kunjungan persahabatan yang dapat mempererat tali silahturahmi, “papar Bambang. Pada kunjungan ini dilaksanakan pertandingan persahabatan antara lain badminton, bola voli, tenis meja dan futsal. “Acara ini tidak mencari menang kalah tapi sebagai ajang refreshing dan pengenalan.” Lanjut Bambang.

    Pada kunjungan ini juga turut serta Kepala Manajer Asrama UPi Dr. Edi Sureswan, M.Ag., Kepala Asrama Putri , Dr. Isah, Kepala Asrama Putra, Dr. Mupid, M.Pd. Acara diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan. (tsa)

     

  • Post date: Tuesday, 13 January, 2015 - 11:04
    Isi:

    Universitas Negeri Yogyakarta  sebagai perguruan tinggi negeri yang memiliki kampus di Kulon Progo memiliki andil ntuk ikut serta dalam promosi perguruan  tinggi. Seiring dengan hal itu, UNY Kampus Wates pada (10/1) ikut berpartisipasi dalam pameran pendidikan yang diselenggarakan oleh SMA 1 Pengasih, Kulon Progo. Pameran ini diikuti oleh perguruan tinggi negeri dan swasta.

    Dalam sambutannya Kepala Sekolah Drs.Ambar Gunawan menyampaikan apresiasi atas partisipasi perguruan tinggi negeri  dan swasta dalam EduExpo SMA 1 Pengasih. “ Pada tahun 2013/2014 jumlah siswa XII yang berjumlah 151 yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri sebesar 62 siswa (41,06%) dan perguruan tinggi swasta sebesar 77 siswa (50,99%), 6 siswa masuk polisi (3,97%) dan 6 siswa bekerja (3,97%), “tutur Ambar.

    Drs. Ambar Gunawan  menyadari bahwa presentase minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sangat besar sehingga harus ditopang dengan informasi yang lebih detail  tentang jalur masuk ke perguruan tinggi. “ Selain para siswa kelas X XI,XII, sekolah juga mengundang orang tua wali siswa untuk ikut mendampingi dalam menentukan perguruan tinggi,” imbuh Ambar.

    Menurut Yuni mahasiswa D3 Akuntansi UNY, pengunjung sangat antusias menanyakan tentang jalur masuk dan jurusan-jurusan yang ada di UNY. “ Para siswa juga  menanyakan tentang jurusan-jurusan yang ada di UNY kampus wates,” imbuh Yuni.

    Para pengunjung stan pameran akan mendapatkan informasi tentang perkuliahan dan fasilitas-fasilitas di UNY Kampus Wates.  (tst)

  • Post date: Monday, 12 January, 2015 - 15:34
    Isi:

    Prinsip berkumpul secara melingkar memungkinkan setiap orang untuk saling dekat dan mudah mendapatkan feedback dari  teman  kanan dan kirinya. Alangkah baiknya jika feedback tersebut berupa hal-hal postif.  Terlalu mudah untuk mencari negatif dari orang lain. Sebagai seorang pendidik diharapkan untuk fokus kepada hal-hal yang positif. Hal-hal positif ini yang akan memunculkan sisi-sisi confidence seseorang papar Instruktur  Pusat Studi Kreativitas UNY, Dr. Suwarjo, M.Si.  di sela sela acara Team building dan outbond bagi peserta PPG SM-3T pada  (11/1) di Halaman Rusunawa UNY Kampus Wates.  Acara ini merupakan rangkaian acara Pelatihan Soft Skill Kepemimpinan dan Kewirausahaan PPG-SM3T angkatan 2014.

    Acara outbond ini dibuka dengan senam dan dilanjutkan ice breaking dengan permainan tembak negara. Peserta PPG SM-3T dibagi  dalam nama negara yang per kelompok terdiri 10 orang. Setiap kelompok negara menembak negara lain secara bergantian.  Sesi ini berlangsung meriah dan berhasil mencairkan suasana.

    Permainan outbond  yang pertama adalah birthday line.  Menurut Instruktur outbond, Dr. Tri Arif Rahman bahwa birthday line merupakan permainan yang setiap peserta berbaris dan berdiri di atas garis yang telah ditetapkan sesuai dengan kelompoknya. Jika harus melakukan perpindahan, minimal 1 kaki masih di atas garis.  Perpindahan ini dilakukan atas perintah dari instruktur. Seperti mengurutkan barisan berdasarkan tinggi badan, tanggal lahir dsb. Pemainan ini melatih keterbukaan dan saling mengenal lebih dekat antara satu sama lain Lanjut Tri Arif Rahman.

    Setelah istirahat sejenak, acara dilanjutkan dengan permainan rantai bahagia. Rantai bahagia ini merupakan permainan dengan menggunakan tali yang dibentuk lingkaran. Setiap kelompok berdiri berjejer dengan tangan saling mengait dan tali tersebut harus melewati tubuh tiap peserta tanpa menggunakan bantuan tangan papar Dr. Suwarjo, M,Si. Permainan ini melatih taktik dan strategi agar tali tersebut dapat cepat sampai  peserta terakhir.

    Ditengah terik matahari yang mulai meninggi, para peserta tetap bersemangat melanjutkan permainan yang melatih kerjasama tim yang solid dan aspek kepemimpinan. Para peserta diminta untuk mengangkat pipa sepanjang 1 meter dengan dua jari dan dilakukan oleh 10 orang. Peserta dituntut kekompakannya agar pipa tersebut dapat diangkat kemudian diturunkan. JIka tidak kompak, pipa tersebut akan jatuh ungkap Instruktur Dr.Rukiyati, M.Hum.

    Acara diakhiri dengan peserta duduk bersama melingkar dan saling mengisi kartu berisi hal-hal positif teman  sejawat  dan hal hal positif tersebut akan menjadi pencapaian diri pribadi untuk bekal di masa yang akan datang. (tst)

     

  • Post date: Monday, 12 January, 2015 - 13:43
    Isi:

    Faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi wirausaha adalah kekuatan dasar yang tumbuh atau berhasil ditumbuhkan dalam diri seseorang.  Kekuatan dasar itu sederhananya merupakan rangkaian nilai yang membentuk karakterisik mentalitas wirausaha. Mentalitas merupakan serangkaian nilai positif yang dapat digali dari berbagai sumber baik dari keluarga maupun lingkungan.  Dan terjadi  proses pencerapan atau internalisasi nilai-nilai yang akan mewarnai proses sebagai wirausaha. Jadi wirausaha merupakan proses pembelajaran yang terus menerus dan menguat  papar Amir Panzuri, Direktur  Apikri Craft dalam acara pelatihan Soft Skill Kepimpinan dan Kewirausahaan bagi PPG-SM3T   pada (10/1) di Auditorium UNY Kampus Wates.

    Mentalitas wirausaha diibaratkan sebagai roda pedati.  Bila roda itu bagus dan kuat ada harapan pedati itu mudah bergerak. Roda itu adalah landasan agar rumah pedati diatasnya ikut bergerak. Gerak itu kian cepat bila kuda penghelanya juga bagus , sehat dan kuat. "Dan dalam bisnis kuda itu adalah bagian pemasarannya," lanjut Amir Panzuri.

    Pembicara lainnya Dr. Endang Mulyani, M.Si. memaparkan bahwa untuk mengubah mindset dari seorang pekerja menjadi wirausaha itu tidaklah mudah. Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan membutuhkan kerja keras dan pengorbanan apalagi menyangkut pola pikir. Hal-hal yang harus didengungkan setiap saat untuk menjadi wirausaha sukses  adalah memiliki motivasi diri untuk berani memulai, tidak takut gagal danterus mencoba.

    Pada sesi mengenai kepemimpinan Prof. Dr. Nahiyah J. Faraz, M.Pd. memaparkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertanggung jawab membuat keputusan yang etik, berperilaku etik dan mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkan dalam kode-kode atik. Seorang pemimpin hendaklah selalu memegang prinsip-prinsip  kepemimpinan yang etis seperti  selalu bersikap menghargai orang lain, melayani orang lain, menunjukkan keadilan, menampilkan kejujuran dan membangun komunitas. 

    Hal serupa juga disampaikan oleh Lies Endarwati, M.Si.  bahwa membangun jiwa kepemimpinan harus dikelola secara kontinyu agar dapat mencapai kepemimpinan yang efektif. Dan kebutuhan untuk mengembangkannya  disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu karena tiap pemimpin memiliki gaya kepimpinan yang berbeda-beda. Tapi ada sebuah pedoman bagi pemimpin yang baik yakni memperlakukan orang lain sebagaimana ingin diperlakukan dan selalu berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain.

    Pada pembukaan Pelatihan Soft Skill ini Wakil Rektor I, Drs. Wardan Suyanto, Ed.D menyampaikan harapannya bahwa dengan pelatihan soft skill para peserta PPG SM-3T dapat mengelola waktu dengan baik. Para pemimpin yang sukses adalah orang-orang yang displin terhadap waktu dan mampu mengendalikan orang lain.

    Pada akhir sesi peserta dibagi menjadi 5 kelas dengan materi business plan dengan instrukutur Penny Rahmawati, M,Si., Endra Murti Sagoro, M.Sc., Supriyanto, MM., Dr.Kokom Komariah,M.Pd., dan Tejo Nurseto, M.Pd.,  Setiap kelas berisi 45 peserta.

    Pelatihan Soft skill ini bertujuan untuk membekali para pendidik profesional pengetahuan kepemimpinan dan  Pelatihan kepemimpinan. Acara ini  diselenggarakan selama dua hari (10-11/1) dan akan ditutup dengan outbond oleh pusat Studi Kreativitas UNY. (tst)

     

     

     

     

Pages