OUR NEWS
  • Post date: Friday, 9 January, 2015 - 09:58
    Isi:

     Pemerintah telah menyediakan 1000 formasi guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, terluar dan Tertinggal (PPG SM-3T) tahun 2013 dari 2.448 lulusan PPG SM3T. Formasi guru ini hanya dapat didaftar oleh lulusan PPG SM3T tahun 2013 melalui sandi khusus yang hanya dapat diketahui oleh lulusan PPG SM3T papar Dr.Paidi,  Staf Ahli Wakil Rektor I UNY dalam acara Rakor Pembekalan Persiapan Ujian Akhir bagi peserta PPG SM3T  angkatan 2014 pada (8/1)  di Auditorium  UNY Kampus Wates.

    Program PPG SM-3T  selama 1 tahun telah menempuh workshop, PPL di sekola,h dan berakhir pada uji kompetensi . Uji kompetensi terdiri  ujian kinerja di sekolah dan ujian tulis. Sedangkan ujian tulis terdiri dari Ujian Tulis lokal dan Ujian Tulis Negara.  Salah satu persyaratan yang paling menentukan dalam kelulusan program PPG SM-3T adalah Ujian Tulis Negara. Ujian Tulis Negara diselenggarakan secara online dengan bentuk soal objektif pilihan ganda. Soal-soal untuk Ujian tulis Negara PPG SM-3T ini dibuat oleh tim Dikti lanjut Paidi.

    Pada acara tersebut Dr. Margana,M.Hum., MA, staf Ahli Wakil Rektor I juga menjelaskan tentang tingkat kelulusan Ujian Tulis Lokal untuk angkatan 2013 untuk tahun ini berjumlah 159 orang dari 225 peserta PPG SM-3T. Bagi peserta Ujian Tulis Lokal yang belum lulus disediakan remedi untuk memperbaiki nilai. Ujian Tulis Lokal diselenggarakan oleh LPTK penyelenggara dengan soal lebih detail dan menyeluruh berupa studi kasus.

    Selain itu juga disampaikan motivasi untuk para peserta PPG SM-3T oleh Kepala BAKI UNY, Sukirjo, M.Pd. bahwa untuk meraih kesuksesan dibutuhkan sebuah energi positif untuk  yakin  pada diri sendiri  dan memiliki komitmen dan integritas yang kuat serta tidak melupakan kekuasaan sang Pencipta. Acara yang dibuka oleh Ketua Pengelola Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Pd.  ini diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta PPG SM-3T.  (tst)

  • Post date: Tuesday, 10 September, 2013 - 16:07
    Isi:

    Pada pekan pertama bulan September ini, tepatnya 3 September 2013, Rusunawa UNY Kampus Wates menyelenggarakan acara penerimaan, pelepasan dan syawalan bagi para penghuni rusunawa. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat dan dekanat UNY, pihak pengelola UNY Kampus Wates para dukuh wilayah sekitar kampus, dan tak ketinggalan mahasiswa penghuni rusunawa tahun 2012 dan 2013 yang terdiri dari mahasiswa regular FIP, FE, FIK, PPGT dan mahasiswa PPG SM3T.

    Dalam acara tersebut, salah satu perwakilan mahasiswa alumni rusunawa tahun 2012, Abdiyatun Khayati (PGSD FIP 2012) menyampaikan kesannya selama satu tahun berada di asrama. “Pada awalnya beberapa mahasiswa mungkin merasa belum betah berada di tanah perantauan ini, apalagi jika ditempatkan di kampus Wates yang lumayan berjarak dengan kampus Karangmalang. Tapi percayalah, setelah kita menjalani segala aktivitas perkuliahan dan kegiatan kampus dengan ikhlas, memanfaatkan fasilitas dan keormawaan yang ada, melakukan pencapaian prestasi terbaik, dan terutama saling bersosialisasi dengan semua penghuni asrama di sini, semuanya akan begitu berkesan dan dirindukan.” Ucap gadis yang akrab disapa Diyah ini.

    Sebagai Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bapak Dapan M.Kes juga mensosialisaikan beberapa peraturan-peraturan yang berlaku dan wajib ditaati oleh semua penghuni Rusunawa. Kemudian Bapak Dr. Moch. Alip, M.A sebagai Wakil Rektor II UNY juga menyampaikan sambutannya kepada seluruh mahasiswa baru yang terpilih menjadi bagian dalam keluarga besar UNY.

    Acara yang berlangsung selama satu hari ini juga dimeriahkan oleh beberapa tim seni dari PPG SM3T, mahasiswa regular dan mahasiswa PPGT, yang menampilkan kebolehannya dalam bidang seni tari tradisional, vocal group, deklamasi puisi, drama, dan music band. (nurina)

  • Post date: Tuesday, 29 January, 2013 - 10:13
    Isi:

    Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2009, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti acara puncak Liga Inovator di Pendopo Kampus UPP II, Jalan Bantul, Senin (21/1/2013). Acara ini menjadi ajang kompetisi ilmiah yang diadakan sebagai kegiatan penutup mata kuliah Inovasi Pendidikan dengan dosen pengampu Unik Ambarwati, M.Pd. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan bagi mahasiswa PGSD khususnya angkatan 2009 yang terbagi dalam tiga kampus wilayah.

    Pelaksanaan Liga Inovator Inovasi Pendidikan memotivasi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik Sekolah Dasar untuk mampu melakukan atau menciptakan inovasi – inovasi di bidang pendidikan, meliputi kurikulum, model atau strategi pembelajaran, media pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dll. Acara ini diikuti oleh 230 mahasiswa gabungan dari kelas A – E yang ada di kampus wilayah Mandala (UPP I), kampus wilayah Bantul (UPP II) dan kampus Wates. Dari jumlah tersebut dibagi secara acak menjadi 20 tim, dan masing-masing tim mengumpulkan satu buah karya inovasi yang telah disusun satu bulan sebelumnya.

    Pada acara puncak Liga Inovator dipilih 3 karya terbaik dari 20 karya yang terkumpul untuk selanjutnya dipresentasikan. Tampil sebagai juara 3 yaitu karya inovasi berjudul “Super Class Method” dari tim yang diketuai oleh Alex Dwi Kurnia, juara 2 karya inovasi berjudul “Rolling Declaration (RoDa)” dari tim yang diketuai oleh Chanifur Rohman, dan tampil sebagai juara 3 adalah karya inovasi berjudul “Mr and Mrs Jusi : Jurnal Siswa Sahabat Guru” dari tim yang diketuai oleh Rahma Latif.

    “Karya inovasi yang dihasilkan merupakan karya-karya yang inovatif. Tiga karya yang terpillih merupakan karya yang memperoleh poin tertinggi pada proses seleksi yang dilakukan berdasarkan rancangan inovasi dan sistematika penulisan karya serta hasil diseminasi karya. Harapannya ini dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik untuk terus berkarya dan melakukan inovasi, sehingga PGSD mampu memberikan kontribusi bagi bangsa khususnya di bidang pendidikan”, pesan Unik Ambarwati, M.Pd kepada mahasiswa. (oleh: Mare Asia Fajaryanti/PGSD/FIP/UNY/2009)

  • Post date: Wednesday, 9 January, 2013 - 09:03
    Isi:

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2009 kelas E yang berada di kampus wilayah Wates pada Rabu malam, 19 Desember 2012 mengadakan Pagelaran Seni Tari dan Drama yang bertemakan The Fraternity on a Multifarious Culture of Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tugas praktik akhir semester mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama dengan dosen pengampu Joko Pamungkas, M.Pd.

    Calon guru sekolah dasar diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan dalam berbagai kompetensi, tidak hanya sekedar teori tetapi juga dalam hal praktik. Mata kuliah Pendidikan Seni Tari dan Drama tersebut bukan bertujuan membentuk seorang ahli penari ataupun seniman, tetapi membentuk calon guru SD yang mampu memahami dan mengaplikasikan seni kepada peserta didiknya kelak, sehingga seni tersebut dapat menjadi sarana ekspresi, komunikasi, pengembangan bakat serta kreativitas bagi perkembangan peserta didik.

    Bertempat di Hall UNY Kampus Wates dengan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa UNY kampus Wates serta masyarakat sekitar kampus, lima puluh orang mahasiswa PGSD kelas 9 E yang terbagi atas empat kelompok sukses menampilkan seni tari dan drama hasil kreativitas mereka. Keempat judul kreativitas tari dan drama tersebut adalah Larung Saji, Metamorfosa, Don’t Misjudge Us, dan Dewi Sri yang menceritakan ragam budaya di Indonesia.

    Larung Saji menceritakan salah satu budaya Indonesia yang dilakukan masyarakat sebagai wujud ungkapan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemberi. Tampil pada urutan selanjutnya yaitu Metamorfosa menceritakan tentang kisah perjalanan hidup sekumpulan kupu-kupu yang berisikan pesan bagi manusia agar tidak terpengaruh terhadap perilaku buruk, hendaknya selalu berbuat baik dan saling menolong.

    Don’t Misjudge Us sebagai kelompok yang tampil di urutan ketiga, pada seni tari dan drama yang ditampilkan memberikan pesan agar manusia tidak salah menilai setiap makhluk ciptaan Tuhan. Dan selanjutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki lahan pertanian yang luas, dan mampu menghasilkan hasil panen yang melimpah. Ini mencirikan kelompok Dewi Sri sebagai kelompok yang tampil pada urutan terakhir dalam pagelaran seni tari dan drama yang memberikan pesan agar manusia senantiasa bersyukur dan tidak saling berebut terhadap hasil pertanian atau panen yang diperoleh.

    Pada akhir acara, Joko Pamungkas, M.Pd. selaku dosen pengampu memberikan evaluasi dan apresiasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ekspresi atau penghayatan perlu dijaga pada setiap penampilan. Selain itu, keorisinilan karya yang telah dibuat dan ditampilkan baik dari ide cerita, kreativitas gerak, dan kelengkapan properti yang digunakan menjadi salah satu hal yang patut dibanggakan.

    Seni Tari dan Drama tersebut memiliki makna atau pesan yang dapat menjadi contoh maupun inspirasi bagi para penonton dan khususnya bagi calon peserta didik mereka kelak. Setelah kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu menerapkannya kepada peserta didik dan tidak berhenti untuk terus berkarya. [Mare Asia Fajryanti/PGSD 2009].

Pages