OUR NEWS
  • Post date: Thursday, 23 June, 2016 - 11:55
    Isi:

    Pendidikan dan karakter merupakan dua hal yang saling membutuhkan. Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana pendidikan selalu berkaitan dengan pembentukan manusia-manusia muda (Koesoema, 2). Dengan pendidikan, diharapkan tercipta manusia yang bermartabat dengan karakter terpuji didalamnya. Karakter bukan sekadar hasil dari sebuah tindakan, melainkan secara simultan merupakan hasil dan proses. Idealnya, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin tinggi pula karakter terpuji yang dimiliki. Namun, di Indonesia masih banyak kasus dimana para individu berpendidikan sebagai subjeknya. Apabila keadaan ini terus dibiarkan, maka pemegang tongkat kepemimpinan bangsa Indonesia hanya sebuah pertanyaan dan arah bangsa ini masih dipertanyakan pula. Kondisi bangsa Indonesia seperti inilah yang mendorong gagasan pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berupa bimbingan belajar dengan menanamkan karakter toleransi di dalamnya. Kelima mahasiswa tersebut yaitu Diyah Suci Kumalasari, Fina Indriana, Putri Febrianti Eka Yoga (Fakultas Ekonomi), Dewi Maryam (Fakultas Ilmu Pendidikan), dan Imam Tri Prabowo (Fakultas Ilmu Keolahragaan).

    Cabin of Ideal Recreation and Academic for Children Aboveboard atau CIRACA, begitulah mereka menamakan pengabdian masyarakat ini. Mereka melakukan pengabdian masyarakat di Dukuh Paingan, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Paingan merupakan padukuhan besar yang meliliki tiga ratus kepala keluarga. “Di sini ada 2 SD, yaitu SD Serang dan SD Kepek. Namun, diantara keduanya terdapat perbedaan siswa dalam bersikap. Misal ketika bermain, masing-masing dari mereka menginginkan sebagai pemenang. Ketika ada teman yang menang, teman lain marah kepada anak yang menang tersebut.” ujar Pak Maryadi, Kepala Dukuh Paingan. Beliau juga mengatakan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu karena lingkungan belajar dan teman-teman sekitar yang belum baik. Para orang tua kurang memberikan perhatian kepada sang anak, sehingga kontrol belajar dan pendampingan sebagai makhluk sosialkepada sang anak kurang diterapkan. Diyah Suci Kumalasari memaparkan bahwa tujuan diadakannya program ini yaitu untuk memberikan wadah untuk anak-anak usia Sekolah Dasar dalam menambah pengetahuan akademik yang menyenangkan berupa pendidikan karakter (toleransi).“Program ini telah berjalan sejak Senin, 18 April 2016. Peserta yang terdiri dari siswa kelas satu sampai lima kami bagi berdasarkan kelas, namun tidak membedakan dari SD mana mereka berasal. Tenaga Pendidik juga kami ambilkan dari mahasiswa yang kompeten dalam menyampaikan materi pembelajaran, yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.” sambungnya.

    Diyah Suci Kumalasari menambahkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, siswa diajak belajar dengan santai, namun serius. Hal ini diaplikasikan dengan menyisipkan permainan edukatif dengan materi agama, pengetahuan sosial, maupun pengetahuan umum. Pembelajaran dilakukan di dalam maupun luar ruangan. Selain itu, tim CIRACA juga mengadakan outbond di akhir bulan kedua. Hal ini bertujuan untuk memancing tumbuhnya rasa toleransi antar individu maupun lingkungan. Dalam kegiatan, tim CIRACA berlaku sebagai koordinator yang mengawasi dan membantu mengingatkan pengajar apabila terdapat sifat atau sikap siswa yang kurang terpuji. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, tim CIRACA melakukan evaluasi dan koordinasi dengan tim pengajar yang bertujuan memperbaiki pertemuan yang akan datang.

    “Kami memberikan pengertian mengenai toleransi dan pentingnya toleransi dalam kehidupan di sela pembelajaran. Apabila terdapat sifat atau perilaku siswa yang kurang toleransi, pengajar maupun tim CIRACA langsung mengingatkan dengan menyampaikan kembali materi toleransi yang telah disampaikan pengajar sekaligus memberikan pembenaran sikap maupun sifat yang seharusnya dilakukan. Pada awalnya memang susah untuk mengkondisikan para siswa dari dua sekolah yang berbeda ini. Namun, setelah lebih dari satu bulan berjalan, para siswa telah menunjukkan toleransi terhadap sesama teman, pengajar, maupun tim CIRACA. Siswa yang awalnya acuh kepada teman, kini telah mulai bisa berkomunikasi dengan baik kepada lawan bicaranya.” Ujar Diyah Suci Kumalasaari. Tim CIRACA selaku mahasiswa peraih Dana Hibah Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat 2016 berharap CIRACA tak hanya sebagai Program Kreativitas Mahasiswa, namun tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi perbaikan karakter siswa.(Putri)

  • Post date: Thursday, 23 June, 2016 - 09:31
    Isi:

    Hujan deras selama seharian penuh menyebabkan beberapa bencana alam di beberapa daerah salah satunya Purworejo. Tanah longsor dan banjir bandang terjadi di beberapa titik di Purworejo. Kerugian baik jiwa maupun materi dialami oleh masyarakat korban bencana alam. Keprihatinan akan kabar tersebut menggugah mahasiswa PGSD Kampus Wates untuk bergerak nyata.
    Dalam salah satu misi yaitu menciptakan mahasiswa berjiwa sosial tinggi yang berguna bagi masyarakat, HIMA PGSD Kampus Wates melaksanakan aksi peduli bencana alam di Purworejo. Diawali dengan melakukan galang dana baik berupa uang maupun barang melalui media sosial. Hasil penggalangan dana kemudian disalurkan kepada korban di Purworejo.

    Selasa, 21 Juni 2016 tepat pukul 09.00 WIB rombongan mahasiswa berangkat dari Wates dengan menggunakan satu mobil dan beberapa motor menuju Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Purworejo untuk mencari info lokasi yang membutuhkan bantuan. Kemudian diputuskan untuk menuju desa Jelok, Kaligesing, Purworejo yang merupakan salah satu desa yang terkena tanah longsor dengan membawa bantuan sembako, air mineral, pakaian layak pakai, dll. Rombongan menuju lokasi sekitar 20 menit dari BPBD dengan kondisi yang cukup ekstrim karena jalan yang berkelok serta licin. Sampai di lokasi bantuan disalurkan melalui posko yang tak jauh dari lokasi tanah longsor.

    Setelah itu rombongan menuju lokasi longsor bertemu beberapa korban longsor. Menurut salah satu warga Koran yang selamat kejadian diawali dengan hujan deras pukul tiga sore hingga malam hari sekitar pukul tujuh malam terjadi banjir di salah satu sungai, saat itu warga mulai kebingungan disusul dengan tanah longsor secara mendadak sekitar pukul delapan malam membuat warga semakin bingung. Bencana tersebut menelan korban dan menyebabkan kerugian besar dengan rusaknya rumah-rumah warga.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 12:01
    Isi:

    Memeriahkan dies Natalis UNY ke 52, UNY Kampus Wates kembali mengelar Jalan dan Sepeda sehat pada Minggu (1/5/2016) dimulai dari Gedung Layanan Akademik UNY kampus Wates. Acara ini diikuti oleh 1257 peserta dengan jumlah yang sepeda sehat 553 orang dan jalan sehat sebanyak 704 orang. Sepeda dan jalan sehat ini dikuti oleh Wakil bupati beserta jajarannya, Rektor UNY dan pejabat di lingkungan UNY, dosen, karyawan, mahasiswa dan warga sekitar Kulon progo.

    Pada pembukaan, Wakil Bupati Kulon progo, H. Drs. Sutedjo memberikan apresiasi atas terselenggaranya kembali sepeda dan jalan sehat sebagai sebuah agenda tahunan yang membawa manfaat kesehatan dan terjalinnya silaturahim antara UNY dan warga di sekitar Kulon Progo.

    “Di dies natalis UNY yang ke 52 ini merupakan momentum yang tepat untuk UNY melakukan refleksi diri untuk terus berbenah dan berperan aktif dalam dunia pendidikan dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan semoga UNY dapat terus berkembang dan semakin maju,” harap Sutedjo.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Drs. Wardan Suyanto, MA. Ed.D menyampaikan harapannya bahwa keberadaan UNY di Kulon Progo ini akan membawa kemajuan bagi mahasiswa dan lingkungan di UNY wates serta bagi perkembangan dunia pendidikan di Kulon Progo.”Dan saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama sehingga UNY dapat institusi pendidikan yang terpercaya terutama di Kulon Progo,” imbuh Wardan.

    Menurut ketua Panitia, Aprilia Tina Lidyasari, M.Pd. bahwa jarak tempuh untuk jalan sehat sejauh 4 km dan sepeda sehat menempuh jarak 10 km dengan rute perjalanan melingkupi wilayah Pengasih dan Wates. “Kegiatan sepeda sehat ini agar lebih mendekatkan dan mengenalkan keberadaan Universitas Negeri Yogyakarta kepada masyarakat,” tambah Aprilia.

    Peserta akan mendapatkan kupon yang berkesempatan untuk meraih hadiah utama dan doorprice. Peserta yang berhasil mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor Revo fit adalah Lastini dari Nanggulan dan Rahmandanu Frans Adeastra dari Lendah. Peserta yang mendapatkan sepeda gunung adalah Fauzan Kustyanta dari Lendah dan Sidik dari Pengasih. Sedangkan yang meraih TV LED adalah Binti Nazhirotul Badriyah dari Kalidawir Tulungagung dan Satrio Aji Pramono dari Mijen Demak.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 11:29
    Isi:

    Saat ini ada sekitar 500.000 guru yang akan memasuki masa pensiun. Hal ini menjadi perhatian bersama agar menimbulkan masalah. Kondisi ini sudah dikomunikasikan dengan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi salah satunya dengan pemberhentian moratorium untuk guru. Pemerintah pusat juga akan melakukan memetakan kebutuhan guru dan persediaan yang ada sampai di level kecamatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, P.hd sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema Tata Kelola Guru untuk Meningkatkan Pendidikan Yang Memuliakan pada Sabtu (23/4/2016) di UNY Kampus Wates. Seminar ini juga menghadirkan narasumber Pakar Pendidikan dan juga Guru Besar UNY, Prof. Suyanto, Ph.D, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, SP.Og dan Direktur Masijidil Ilm Bani Hasyim Malang, Dr. Aji dedi Mulawarman, SP., MSA.

    Selain itu, kebutuhan guru yang bertambah juga diikuti dengan kualitas guru yang semakin meningkat. Walaupun dari hasil uji kompetensi guru (UKG) tidak ada perbedaan yang signifikan antara penerima sertifikasi dengan yang belum. “Seharusnya untuk sudah menerima sertifikasi dapat lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Bagi yang belum masih ada proses bertahap dan akan dituntaskan,” kata Anies.

    Selain itu Kebijakan anggaran di daerah belum berpihak ke bidang pendidikan. Alokasi anggaran yang ada masih di bawah 20%. “kewenangan pendidikan ini sejak 2001 sudah menjadi kewenangan daerah. Setiap tahun pemerintah juga mengucurkan dana pendidikan kepada daerah. Hanya saja masih ada dana pendidikan yang dihitung dua kali.Saat di pusat dana ini sudah diplot untuk pendidikan. Namun di daerah justru masuk ke APBD dan kembali diberikan untuk pendidikan sekitar 20 persen. Akhirnya kucuran yang sampai di bawah semakin kecil.” Ungkap Anies.
    Sedangkan Menurut Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G pemerintah daerah Kulon Progo terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah salah satunya dengan mendongkrak kualitas guru. Hal ini dilakukan melalui pencapaian pemenuhan jenjang minimal pendidikan guru, pelatihan dan penyegaran bagi guru. “Selain itu Guru juga tidak hanya cukup kompeten tapi juga profisien. Profisien adalah perpaduan kompeten dan efisien. Dan guru tidak hanya bekerja tapi juga harus berkarya. Berkarya dengan menciptakan inovasi baru tidak monoton.”

    Menurut, Pakar pendidikan Prof. Suyanto, Ph.D bahwa untuk menjawab tuntunan abad 21 guru merupakan motivator dan inspirator bagi peserta didik. “Guru profesional harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Kemampuan kreativitas siswa dapat diperoleh melalui proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membuat jaringan. Selain itu Guru juga harus memiliki kemampuan penguasaan teknologi serta penegakan kode etik guru dengan menjunjung tinggi norma perilaku.

    Seminar ini merupakan kerjasama UNY wates dengan IKA UNY dalam rangka dies Natalis UNY ke 52. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Siswanto, M.Pd. mengharapkan seminar ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para guru dan penggiat pendidikan tentang tata kelola guru baru yang akan diimplementasikan. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, guru dan penggiat pendidikan.

Pages