OUR NEWS
  • Post date: Monday, 12 January, 2015 - 13:43
    Isi:

    Faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi wirausaha adalah kekuatan dasar yang tumbuh atau berhasil ditumbuhkan dalam diri seseorang.  Kekuatan dasar itu sederhananya merupakan rangkaian nilai yang membentuk karakterisik mentalitas wirausaha. Mentalitas merupakan serangkaian nilai positif yang dapat digali dari berbagai sumber baik dari keluarga maupun lingkungan.  Dan terjadi  proses pencerapan atau internalisasi nilai-nilai yang akan mewarnai proses sebagai wirausaha. Jadi wirausaha merupakan proses pembelajaran yang terus menerus dan menguat  papar Amir Panzuri, Direktur  Apikri Craft dalam acara pelatihan Soft Skill Kepimpinan dan Kewirausahaan bagi PPG-SM3T   pada (10/1) di Auditorium UNY Kampus Wates.

    Mentalitas wirausaha diibaratkan sebagai roda pedati.  Bila roda itu bagus dan kuat ada harapan pedati itu mudah bergerak. Roda itu adalah landasan agar rumah pedati diatasnya ikut bergerak. Gerak itu kian cepat bila kuda penghelanya juga bagus , sehat dan kuat. "Dan dalam bisnis kuda itu adalah bagian pemasarannya," lanjut Amir Panzuri.

    Pembicara lainnya Dr. Endang Mulyani, M.Si. memaparkan bahwa untuk mengubah mindset dari seorang pekerja menjadi wirausaha itu tidaklah mudah. Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan membutuhkan kerja keras dan pengorbanan apalagi menyangkut pola pikir. Hal-hal yang harus didengungkan setiap saat untuk menjadi wirausaha sukses  adalah memiliki motivasi diri untuk berani memulai, tidak takut gagal danterus mencoba.

    Pada sesi mengenai kepemimpinan Prof. Dr. Nahiyah J. Faraz, M.Pd. memaparkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin bertanggung jawab membuat keputusan yang etik, berperilaku etik dan mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkan dalam kode-kode atik. Seorang pemimpin hendaklah selalu memegang prinsip-prinsip  kepemimpinan yang etis seperti  selalu bersikap menghargai orang lain, melayani orang lain, menunjukkan keadilan, menampilkan kejujuran dan membangun komunitas. 

    Hal serupa juga disampaikan oleh Lies Endarwati, M.Si.  bahwa membangun jiwa kepemimpinan harus dikelola secara kontinyu agar dapat mencapai kepemimpinan yang efektif. Dan kebutuhan untuk mengembangkannya  disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu karena tiap pemimpin memiliki gaya kepimpinan yang berbeda-beda. Tapi ada sebuah pedoman bagi pemimpin yang baik yakni memperlakukan orang lain sebagaimana ingin diperlakukan dan selalu berusaha memandang suatu keadaan dari sudut pandang orang lain.

    Pada pembukaan Pelatihan Soft Skill ini Wakil Rektor I, Drs. Wardan Suyanto, Ed.D menyampaikan harapannya bahwa dengan pelatihan soft skill para peserta PPG SM-3T dapat mengelola waktu dengan baik. Para pemimpin yang sukses adalah orang-orang yang displin terhadap waktu dan mampu mengendalikan orang lain.

    Pada akhir sesi peserta dibagi menjadi 5 kelas dengan materi business plan dengan instrukutur Penny Rahmawati, M,Si., Endra Murti Sagoro, M.Sc., Supriyanto, MM., Dr.Kokom Komariah,M.Pd., dan Tejo Nurseto, M.Pd.,  Setiap kelas berisi 45 peserta.

    Pelatihan Soft skill ini bertujuan untuk membekali para pendidik profesional pengetahuan kepemimpinan dan  Pelatihan kepemimpinan. Acara ini  diselenggarakan selama dua hari (10-11/1) dan akan ditutup dengan outbond oleh pusat Studi Kreativitas UNY. (tst)

     

     

     

     

  • Post date: Friday, 9 January, 2015 - 09:58
    Isi:

     Pemerintah telah menyediakan 1000 formasi guru bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, terluar dan Tertinggal (PPG SM-3T) tahun 2013 dari 2.448 lulusan PPG SM3T. Formasi guru ini hanya dapat didaftar oleh lulusan PPG SM3T tahun 2013 melalui sandi khusus yang hanya dapat diketahui oleh lulusan PPG SM3T papar Dr.Paidi,  Staf Ahli Wakil Rektor I UNY dalam acara Rakor Pembekalan Persiapan Ujian Akhir bagi peserta PPG SM3T  angkatan 2014 pada (8/1)  di Auditorium  UNY Kampus Wates.

    Program PPG SM-3T  selama 1 tahun telah menempuh workshop, PPL di sekola,h dan berakhir pada uji kompetensi . Uji kompetensi terdiri  ujian kinerja di sekolah dan ujian tulis. Sedangkan ujian tulis terdiri dari Ujian Tulis lokal dan Ujian Tulis Negara.  Salah satu persyaratan yang paling menentukan dalam kelulusan program PPG SM-3T adalah Ujian Tulis Negara. Ujian Tulis Negara diselenggarakan secara online dengan bentuk soal objektif pilihan ganda. Soal-soal untuk Ujian tulis Negara PPG SM-3T ini dibuat oleh tim Dikti lanjut Paidi.

    Pada acara tersebut Dr. Margana,M.Hum., MA, staf Ahli Wakil Rektor I juga menjelaskan tentang tingkat kelulusan Ujian Tulis Lokal untuk angkatan 2013 untuk tahun ini berjumlah 159 orang dari 225 peserta PPG SM-3T. Bagi peserta Ujian Tulis Lokal yang belum lulus disediakan remedi untuk memperbaiki nilai. Ujian Tulis Lokal diselenggarakan oleh LPTK penyelenggara dengan soal lebih detail dan menyeluruh berupa studi kasus.

    Selain itu juga disampaikan motivasi untuk para peserta PPG SM-3T oleh Kepala BAKI UNY, Sukirjo, M.Pd. bahwa untuk meraih kesuksesan dibutuhkan sebuah energi positif untuk  yakin  pada diri sendiri  dan memiliki komitmen dan integritas yang kuat serta tidak melupakan kekuasaan sang Pencipta. Acara yang dibuka oleh Ketua Pengelola Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Pd.  ini diakhiri dengan tanya jawab oleh peserta PPG SM-3T.  (tst)

  • Post date: Tuesday, 10 September, 2013 - 16:07
    Isi:

    Pada pekan pertama bulan September ini, tepatnya 3 September 2013, Rusunawa UNY Kampus Wates menyelenggarakan acara penerimaan, pelepasan dan syawalan bagi para penghuni rusunawa. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran rektorat dan dekanat UNY, pihak pengelola UNY Kampus Wates para dukuh wilayah sekitar kampus, dan tak ketinggalan mahasiswa penghuni rusunawa tahun 2012 dan 2013 yang terdiri dari mahasiswa regular FIP, FE, FIK, PPGT dan mahasiswa PPG SM3T.

    Dalam acara tersebut, salah satu perwakilan mahasiswa alumni rusunawa tahun 2012, Abdiyatun Khayati (PGSD FIP 2012) menyampaikan kesannya selama satu tahun berada di asrama. “Pada awalnya beberapa mahasiswa mungkin merasa belum betah berada di tanah perantauan ini, apalagi jika ditempatkan di kampus Wates yang lumayan berjarak dengan kampus Karangmalang. Tapi percayalah, setelah kita menjalani segala aktivitas perkuliahan dan kegiatan kampus dengan ikhlas, memanfaatkan fasilitas dan keormawaan yang ada, melakukan pencapaian prestasi terbaik, dan terutama saling bersosialisasi dengan semua penghuni asrama di sini, semuanya akan begitu berkesan dan dirindukan.” Ucap gadis yang akrab disapa Diyah ini.

    Sebagai Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bapak Dapan M.Kes juga mensosialisaikan beberapa peraturan-peraturan yang berlaku dan wajib ditaati oleh semua penghuni Rusunawa. Kemudian Bapak Dr. Moch. Alip, M.A sebagai Wakil Rektor II UNY juga menyampaikan sambutannya kepada seluruh mahasiswa baru yang terpilih menjadi bagian dalam keluarga besar UNY.

    Acara yang berlangsung selama satu hari ini juga dimeriahkan oleh beberapa tim seni dari PPG SM3T, mahasiswa regular dan mahasiswa PPGT, yang menampilkan kebolehannya dalam bidang seni tari tradisional, vocal group, deklamasi puisi, drama, dan music band. (nurina)

  • Post date: Tuesday, 29 January, 2013 - 10:13
    Isi:

    Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2009, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta mengikuti acara puncak Liga Inovator di Pendopo Kampus UPP II, Jalan Bantul, Senin (21/1/2013). Acara ini menjadi ajang kompetisi ilmiah yang diadakan sebagai kegiatan penutup mata kuliah Inovasi Pendidikan dengan dosen pengampu Unik Ambarwati, M.Pd. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan bagi mahasiswa PGSD khususnya angkatan 2009 yang terbagi dalam tiga kampus wilayah.

    Pelaksanaan Liga Inovator Inovasi Pendidikan memotivasi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik Sekolah Dasar untuk mampu melakukan atau menciptakan inovasi – inovasi di bidang pendidikan, meliputi kurikulum, model atau strategi pembelajaran, media pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, dll. Acara ini diikuti oleh 230 mahasiswa gabungan dari kelas A – E yang ada di kampus wilayah Mandala (UPP I), kampus wilayah Bantul (UPP II) dan kampus Wates. Dari jumlah tersebut dibagi secara acak menjadi 20 tim, dan masing-masing tim mengumpulkan satu buah karya inovasi yang telah disusun satu bulan sebelumnya.

    Pada acara puncak Liga Inovator dipilih 3 karya terbaik dari 20 karya yang terkumpul untuk selanjutnya dipresentasikan. Tampil sebagai juara 3 yaitu karya inovasi berjudul “Super Class Method” dari tim yang diketuai oleh Alex Dwi Kurnia, juara 2 karya inovasi berjudul “Rolling Declaration (RoDa)” dari tim yang diketuai oleh Chanifur Rohman, dan tampil sebagai juara 3 adalah karya inovasi berjudul “Mr and Mrs Jusi : Jurnal Siswa Sahabat Guru” dari tim yang diketuai oleh Rahma Latif.

    “Karya inovasi yang dihasilkan merupakan karya-karya yang inovatif. Tiga karya yang terpillih merupakan karya yang memperoleh poin tertinggi pada proses seleksi yang dilakukan berdasarkan rancangan inovasi dan sistematika penulisan karya serta hasil diseminasi karya. Harapannya ini dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa PGSD sebagai calon pendidik untuk terus berkarya dan melakukan inovasi, sehingga PGSD mampu memberikan kontribusi bagi bangsa khususnya di bidang pendidikan”, pesan Unik Ambarwati, M.Pd kepada mahasiswa. (oleh: Mare Asia Fajaryanti/PGSD/FIP/UNY/2009)

Pages