OUR NEWS
  • Post date: Monday, 11 May, 2015 - 10:19
    Isi:

    Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN akan muncul sejumlah kekhawatiran tentang tenaga profesional ASEAN yang akan membanjiri pasar tenaga kerja Indonesia. Kondisi ini tidak luput karena masih rendahnya daya saing nasional dibanding dengan Negara ASEAN lainnya. Ditambah dengan masih rendahnya tingkat kewirausahaan dan kesiapan teknologi nasional yang masih jauh dibanding Negara ASEAN lain. Dan kesiapan menghadapi tantangan di Era MEA tidak luput dari peran guru profesional  sebagai pencetak para sumber daya manusia yang kelak akan menjadi pelaku di era MEA ungkap Prof. Suyanto, Ph.D, Guru Besar UNY  pada Seminar Nasional Entrepreneurship dan Profesionalitas Guru di Era MEA  (2/5/2015) di Auditorium UNY Kampus Wates.

    “Telah terjadi pergeseran paradigma pembelajaran bahwa seorang guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dan mengobservasi dari berbagai sumber. Para peserta didik tidak hanya mampu menyelesaikan masalah tapi juga merumuskan masalah. Sehingga peserta didik dilatih untuk berpikir analitis bukan mekanistis “ imbuh Suyanto.

    Prof. Suyanto, MM, Direktur Amikom menambahkan entreprenuership merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dalam entrepreneurship dibutuhkan sikap mental positif sebagai landasan smart technoprenuer.  “Terus menciptakan mimpi dan berusaha untuk mengejarnya.  Ambil langkah untuk memulai usaha walaupun tanpa uang tunai  dan terima kegagalan sebagai pelajaran, “pesan M.Suyanto.

    Pada pembukaan Wakil Rektor I UNY, Wardan Suyanto, MA.Ed.D menyampaikan bahwa era keterbukaan Masyarakat Ekonomi ASEAN akan dirasakan sama oleh masing-masing Negara ASEAN. Persiapan dalam menghadapi era keterbukaan ini menjadi suatu hal tidak bisa dielakkan lagi. Semakin siap suatu negara membekali SDMnya dengan ketrampilan dan mental maka akan semakin siap bersaing dengan negara lain.

    Ketua Panitia,  Isroah, M.Si. memaparkan bahwa seminar ini digelar untuk untuk membuka  wawasan dan budaya entrepreneurship para pendidik  untuk bertindak  profesional  agar mampu  menjawab  tantangan  seiring diberlakukan MEA. Seminar  dihadiri   400 peserta dari kalangan mahasiswa, guru, maupun dosen. Seminar ini selain pembicara inti juga mempresentasikan makalah pendamping dari dosen  berbagai universitas serta  guru-guru SD, SMP  maupun SMA.

  • Post date: Monday, 11 May, 2015 - 10:03
    Isi:

    Dalam rangka menyambut Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (1436 Hijriyah), Hima PGSD Penjas Wates berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) UNY Kampus Wates dan  dengan mahasiswa PPG SM-3T UNY angkatan III menyelenggarakan Tabligh Akbar di Hall UNY Kampus Wates, Jumat (1/5/2015). Dalam majelis yang dibuka langsung oleh Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono, M.Si. ini, panitia penyelenggara mengundang salah satu ulama dari Banyumas, Jawa Tengah,  Habib Umar bin Ahmad Bafaqih dengan mengangkat tema “Spirit Keimanan dan Nuansa Kebersamaan”.

    Dalam sambutannya, Bambang Saptono, M.Si. sangat mengapresiasi diadakannya tabligh akbar ini. Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya kegiatan kerohanian semacam ini, apalagi untuk para calon guru profesional yang dituntut untuk memiliki jiwa spiritual yang tinggi.

    Sementara itu, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih sebagai pengisi acara utama lebih banyak mengajak para jamaah untuk bersama-sama mendendangkan shalawat. Jamaah majelis kali ini tidak hanya dari warga UNY tapi banyak juga yang dari warga Wates dan kelompok hadrah serta pencinta shalawat.

    Dalam kegiatan ini, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih bershalawat bersama para jamaah dengan diiringi musik rebana dari grup hadrah Qolbussalam dari Wates, Kulonprogo. Setelah bershalawat bersama-sama, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih juga memberikan pesan kepada para jamaah tentang fadhilah atau manfaat dari gemar bershalawat. Beberapa fadhilah atau manfaat dari bershalawat diantaranya adalah agar mendapat syafaat (pertolongan) Nabi Muhammad SAW di hari akhir nanti, dihapuskan dosa-dosa kecil, dipermudah bertemu jodoh, dikabulkan hajat atau keinginan, dan diindahkan akhlaknya.

    Selain itu, beliau juga berpesan untuk jangan hanya berhenti pada anjuran untuk memperbanyak shalawat secara lisan saja, namun alangkah lebih baik lagi jika kita juga menebarkan semangat kedamaian antar manusia, semangat membangun moral, semangat saling tolong-menolong, semangat kerja keras, dan segala hal dalam tataran sosial yang sekiranya bisa membahagiakan hati Baginda Nabi Muhammad SAW.

    Dengan adanya kegiatan tabligh akbar seperti ini, harapannya mahasiswa UNY kampus Wates serta mahasiswa PPG SM3T UNY angkatan III semakin gemar bershalawat dan memiliki jiwa spiritual yang tinggi. (Firdaus Laili)

     

  • Post date: Monday, 20 April, 2015 - 10:14
    Isi:

    Memeriahkan Dies Natalis UNY ke 51, UNY Kampus wates menggelar sepeda sehat dan jalan sehat pada (19/4) di UNY Kampus Wates. Sepeda sehat dilepas oleh Bupati Kulon Progo yang diwakili Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olahraga, Drs. Krissutanto. Sepedasehat dimulai dari halaman Gedung Layanan Akademik Kampus Wates.  Acara sepeda sehat dan jalan sehat diikuti oleh 1200 peserta.

    Dalam sambutan  Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olahraga , Drs. Krissutanto.  mengucapkan selamat  atas Dies Natalis UNY ke 51 semoga UNY semakin maju dan dicintai serta memberi manfaat bagi Pendidikan khususnya di daerah Kulon Progo.

     “Kami mengapresiasi gelaran sepeda sehat ini yang membawa manfaat bagi masyarakat.  Selain manfaat kesehatan bagi pesertanya   juga sebagai ajang silaturahmi bagi para peserta untuk bertemu dengan saudara dan kerabat. Selain itu acara Sepeda Sehat juga jauh dari kesan hura-hura.”

    Pada kesempatan  yang sama, Wakil Rektor I, Wardan Suyanto Ed.D menyampaikan di usia UNY yang ke 51 ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat khususnya di Kulon Progo. Fasilitas-fasilitas yang dikembangkan oleh UNY di dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.

    Dalam laporan ketua panitia, Aprilia Tina L., M.Pd., menyampaikan bahwa sepeda sehat menempuh jarak 10 km dan jalan sehat sejauh 3 km yang telah ditentukan oleh panitia dengan melewati  jalan pengasih dan sekitarnya dan diakhiri di halaman hall wates.  Jalan sehat ini diikuti oleh peserta PPG SM-3T  yang berjumlah 252 peserta.  

    Dalam lomba ini disediakan hadiah berupa  2 sepeda motor, 2 sepeda gunung, dan 2 televisi dan 59 hadiah hiburan. Yang beruntung pada mendapatkan hadiah 2 sepeda motor  adalah Titin Emiyati (Cilacap) dan Yahya Arofat (Pandak), 2 televisi  diraih Paryadi ( Cekelan) dan Rohmat Wijiyanto (Banjar), 2 sepeda gunung  diraih oleh Nur Khamdah (Pati) dan Rohman (Ngestiharjo).

  • Post date: Monday, 20 April, 2015 - 09:24
    Isi:

    HIMA DIII Ekonomi UNY Kampus wates menggelar Seminar Kewirausahaan pada (11/4/2015) di Auditorium UNY Kampus Wates. Seminar tersebut menghadirkan pembicara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, Dra. Sri Harmintarti, MM. Pada paparannya beliau menyampaikan tentang Kebijakan Wirausahawan. Wirausaha menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian karena wirausahawan memiliki nilai strategis untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperluas lapangan pekerjaan.

    “Selain menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri wirausaha juga membuka kesempatan kerja baru untuk orang lain. Dengan terciptanya dan terpenuhinya pekerjaan maka wirausaha dapat menopang perekonomian negara.”

    “Dalam berwirausaha harus memiliki strategi-strategi dan kreatifitas yang khas untuk dapat mencapai kesuksesan. Menjadi pengusaha adalah seorang yang dapat menciptakan sesuatu yang tidak bernilai menjadi bernilai dengan menghasilkan produk terakhir. Bagi seorang wirausahawan harus jeli dalam melihat peluang Disekitar kita terdapat banyak sekali peluang. Bagi seseorang yang mempunyai kepekaan, kreatifitas, inovasi, serta keberanian dalam mengambil resiko, setiap aspek kehidupan menimbulkan peluang.

    “Jika kita berwirausaha, jangan sekedar mencari laba tapi diniatkan karena ibadah dan kita berharap dengan berwirausaha kita dapat mengentaskan bangsa kita dari kemiskinan,” pesan Sri.

    Sementara itu, pemilik Maicih, Dimas Ginanjar Merdeka, bahwa keberhasilannya sebagai pengusaha keripik pedas berawal dari  keinginannya untuk membantu perekonomian keluarga. Dengan modal yang minimalis dia berbisnis keripik pedas dengan standart baku baik dalam segi kemasan, branding, marketing, dan promosi yang digarap serius.

    “Target yang saya bidik untuk pangsa pasar adalah para muda-mudi. Jadi, untuk promosi saya menggunakan media sosial seperti twitter, faceebook dan juga website. Dengan media sosial, komunikasi dengan konsumen dapat terjalin secara dua arah.

    “Memperbesar kapasitas bisnis dimulai dengan memperbesar kapasitas diri. Dibutuhkan kepimpinan, penguasaan SDM dan komunikasi untuk meraihnya, “pungkas Dimas.

    Seminar kewirausahaan ini dihadiri oleh mahasiswa  dan juga perwakilan pelajar dari sekolah-sekolah di Kulon Progo.

     

Pages