OUR NEWS
  • Post date: Friday, 17 September, 2021 - 09:01
    Isi:

    Mutu pendidikan mulai dari sarana prasarana, proses pembelajaran, dosen, hingga tenaga kependidikan merupakan faktor utama salam mencetak lulusan pendidikan vokasional yang siap kerja. Upaya mendorong proses perbaikan dan membudayakan mutu terus dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya oleh Program Studi Tata Boga Sarjana Terapan (D4) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta melalui proses akreditasi. Pada Jumat – Sabtu (17–18/09/2021) Program Studi Tata Boga Sarjana Terapan (D4) menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) secara daring dengan perwakilan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk penilaian akreditasi. Asesor BAN-PT yang bertugas pada AL tersebut adalah Dr. Elis Endang Nikmawati, M.Si., dari Universitas Negeri Bandung dan Drs. Maman Lukman Supardi, M.Pd., dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. AL diawali dengan sambutan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes.

    Sumaryanto berharap kegiatan AL ini dapat memberi pencerahan terutama dalam memajukan mutu layanan Program Studi Teknik Boga. “Kami terus all out untuk memajukan pedidikan vokasi salah satunya sesuai arahan Ditjen Vokasi dimana nantinya secara pengelolaan akan tersentralkan di Kampus Wates dan Gunungkidul dengan ketua pengelola setingkat direktur,” ujarnya.

    “Selain itu, kami juga terus berkomitmen untuk memajukan produksi prodi Tata Boga dengan terus mendorong dan memanfaatkan produk dari prodi Tata Boga di berbagai kegiatan yang kami selenggarakan,” lanjutnya.

    “Kami terus berupaya unutk meningkatkan mutu dan kualitas tiga jalur akademik, Pendidikan Profesi yakni Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan FT UNY, Pendidikan Vokasi dengan Sarjana Terapan dan akademik untuk Sarjana Magister dan Doktor,” beber Rektor UNY.

    “Prodi-prodi monodisiplin S2 juga telah dikelola di bawah fakultas untuk semakin menumbuhkan semangat berkompetisi dalam pengelolaan institusi. Selain itu, kami juga terus mengakselerasi untuk meraih status PTN-BH,” tutup Rektor UNY.

    Elis Endang Nikmawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNY telah maju dan berkembang sangat pesat salah satu buktinya dengan kehadiran Prodi Sarjana Terapan ini. Ia juga menyampaikan bahwa dua hari proses asesmen ini nantinya akan lebih banyak diskusi dan sharing dalam upaya konfirmasi data-data yang telah dikirimkan.

    Sementara itu, Maman Lukman Supardi menyampaikan apresiasi bahwa UNY dapat memfasilitasi proses akreditasi secara daring ini dengan sangat baik. “Kami berdua hadir kesini meskipun secara tatap maya lebih kepada proses pembinaan saja sehingga melalui AL diharapkan akan banyak masukan-masukan positif untuk kemajuan Program Studi Tata Boga Sarjana Terapan (D4).

    Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNY, Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D., dalam presentasinya kembali menekankan bahwa Program Studi Tata Boga Sarjana Terapan (D4) merupakan pengembangan dari (D3) Teknik Boga berdasarkan lampiran Surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. B/185/C. Ca/KB.01.00/2019 tentang Penugasan Perubahan Program Studi Program Diploma III menjadi Sarjana Terapan di Perguruan Tinggi untuk menguatkan jenjang pendidikan vokasi terhadap tantangan industri masa depan.

    Usai pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi kondisi prodi yang telah dilaporkan pada Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Lembar Evaluasi Diri (LED) kepada Pengelola Program Studi (Pimpinan Fakultas Teknik), Koordinator Prodi dan Tim Taskforce. Terdapat sembilan standar yang ditinjau sebagai dasar penilaian, meliputi (1) Visi, Misi, Tujuan dan Strategi, (2) Tata Pamong, Tata Kelola, dan Kerja Sama, (3) Mahasiswa, (4) Sumber Daya Manusia, (5) Keuangan, Sarana, dan Prasarana, (6) Pendidikan, (7) Penelitian, (8) Pengabdian kepada Masyarakat, (9) Luaran dan Capaian Tri Dharma. Agenda lain dalam kegiatan AL ini di antaranya virtual tour ke fasilitas-fasilitas yang dimiliki Prodi, wawancara dengan mitra dari IDUKA yang telah bekerjasama dengan prodi, wawancara dengan mahasiswa dan wawancara dengan dosen. Seluruh tahapan kegiatan ini tentu sangat relevan dengan pelaksanaan tujuan UNY dalam membangun budaya mutu di bidang pendidikan secara berkelanjutan. (aew)

  • Post date: Friday, 10 September, 2021 - 12:22
    Isi:

    Program Studi Teknik Elektro Program Sarjana Terapan (D4-Teknik Elektro) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) secara daring dengan asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk penilaian akreditasi pada Jumat – Sabtu (10–11/10/2021). Asesor BAN-PT yang bertugas pada AL tersebut adalah Dr. Ir. Era Purwanto, M.Eng., dari Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) dan Dr. Abdul Syakur, M.T. dari Universitas Diponegoro (UNDIP). AL diawali dengan sambutan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dalam hal ini disampaikan olek Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A.

    Margana dalam sambutannya menyampaikan bahwa eksistensi sebuah program studi tentu perlu terus dilegal formalkan melalui proses akreditasi. "Kami yakin tahapan ini akan memberikan berbagai masukan demi perbaikan mutu prodi, UNY terus berkomitmen untuk menjalankan tiga jenis pendidikan, yaitu akademik, vokasi, dan profesi. Mulai tahun 2019 jalur vokasi D3 UNY telah bermetamorfosis menjadi D4 atau Sarjana Terapan yang secara bertahap akan dipusatkan di kampus UNY Wates dan Kampus UNY Gunung Kidul", ujarnya.

    Sementara itu, Era Purwanto, dalam sambutannya, menyoroti tentang Pendidikan vokasi yang saat ini menjadi tumpuan bangsa dan terus mendapat perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo. “Walaupun nampak dipisahkan namun bidang vokasi mesti terus bersinergi dengan bidang akademik sehingga bisa saling mengisi dan melengkapi,” lanjutnya.
    “Satu hal yang juga terus diperhatikan pada bidang vokasi adalah pengembangan TEFA (Teaching Factory) agar memiliki peran strategis dalam aktualisasi konsep problem-based learning dalam proses belajar mengajar,” tandasnya.

    Abdul Syakur menambahkan bahwa proses asesmen ini lebih pada kegiatan untuk memotret, mencocokan, dan memverifikasi terkait data yang dikirimkan dengan realitas yang ada. “Seperti kita ketahui bersama bahwa data sangatlah dinamis sehingga bisa saja data yang telah disampaikan sewaktu-waktu berubah,” tegasnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNY, Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D., dalam presentasinya kembali menekankan bahwa Program Studi D4 Teknik Elektro merupakan pengembangan dari (D3) Teknik Elektro berdasarkan lampiran Surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. B/185/C. Ca/KB.01.00/2019 tentang Penugasan Perubahan Program Studi Program Diploma III menjadi Sarjana Terapan di Perguruan Tinggi untuk menguatkan jenjang pendidikan vokasi terhadap tantangan industri masa depan.

    Usai pembukaan, acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kondisi sarana dan prasarana UPPS dan Prodi melalui kegiatan live virtual tour. Virtual tour dilaksanakan di kampus pusat dan kampus wates, meliputi fasilitas umum di kampus pusat, fasilitas prodi meliputi laboratorium di kampus pusat, kemudian dilanjutkan virtual tour di kampus wates, meliputi fasilitas umum di kmapus wates, dan fasilitas prodi meliputi laboratorium dan bengkel di kampus wates.

    Usai acara virtual tour, acara dilanjutkan dengan konfirmasi data APS, LKPS, dan LED yang telah dikirim oleh Tim Task Force (TF) ke BAN-PT. Terdapat beberapa data yang perlu disinkronkan terkait Dosen Tetap Program Studi (DTPS), kesepakatan Tahun Sekarang (TS) akademik dan TS fiskal, serta integrasi kegiatan penelitian dan PkM dalam kegiatan pembelajaran.

    Hari kedua, Sabtu 11 September 2021, acara dilanjutkan dengan wawancara terhadap DTPS, kemudian dilanjutkan wawancara terhadap tenaga kependidikan dan laboran, dan wawancara terhadap perwakilan mahasiswa prodi. Acara berjalan dengan lancar, dan mendapatkan apresiasi dari Asesor, bahwa mahasiswa merasa senang dan puas terhadap program studi D4 Teknik Elektro.

    Di akhir acara dilakukan pencermatan terkait berita acara AL antara Asesor dengan Tim TF Fakultas, Penjamu Fakultas, dan TF prodi, Telah dilakukan kesepakatan terkait berita acara AL dengan ditandai penandatanganan berita acara dari pihak Asesor, Fakultas, dan Prodi.

    Keseluruhan acara kegiatan selama dua hari berjalan dengan lancar, hikmat, dan tentunya banyak masukan-masukan yang diperoleh dari Asesor untuk pengembangan Prodi berikutnya. Pesan dari Asesor adalah segera urus reakreditasi ketika setelah ada lulusan dengan tetap tertib administrasi mulai dari sekarang, krn proses akreditasi sejatinya dimulai dari prodi berdiri sampai prodi itu masi menerima mahasiswa.

  • Post date: Sunday, 5 September, 2021 - 07:16
    Isi:

    Prestasi kembali ditorehkan oleh para mahasiswa Program Sarjana Terapan Universitas Negeri Yogyakarta. Pada ajang ini, ada lima mahasiswa yang mengikuti kompetisi merupakan mahasiswa dari program studi yang berbeda. Tim ini diketuai oleh Muhammad Ikhsan Ardi Hansyah dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, kemudian dengan anggota Hilal Fahrul Hamam dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, Ersa Ivadany Hidayat dari Program Studi Teknik Elektro Sarjana Terapan, Fitria Alsya Yasmin dari Program Studi Teknik Elektronika Sarjana Terapan, dan yang terakhir Chayyu Zalena Hawie dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Para mahasiswa ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus yaitu Gold Medal in the Category of Technology dan Macedonia Special Award dalam ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) yang diadakan secara daring.

    WYIIA sendiri adalah sebuah ajang yang bertujuan untuk memaparkan ide dan juga inovasi dalam berbagai macam kategori yang telah disediakan dalam ketentuan. Kompetisi ini diadakan oleh Indonesia Young Scientist Association (IYSA) dan bekerja sama dengan beberapa pihak salah satunya dengan Malaysia Innovation Invention Creativity Association. WYIIA diikuti oleh 450 tim dari 35 negara di dunia.

    Sebagai ketua tim dalam ajang ini, Muhammad Ikhsan Ardi Hansyah atau yang akrab disapa Hansyah merasa sangat bangga karena bisa mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini. Dalam kompetisi ini Hansyah dan tim membuat sebuah alat yang dapat mendeteksi kadar pH pada sungai yang tercemar oleh limbah tahu. Dengan alat ini nantinya bisa mendeteksi kadar pH yang ada dan mengetahui apakah lingkungan tersebut aman untuk para organisme yang ada di sekitar atau tidak. Ketika keadaan pH dianggap tidak aman bagi lingkungan maka servo akan bekerja dan akan menstabilkan dengan kandungan asam atau basa dan juga akan menambahkan nutrisi yang baik untuk biota dan lingkungan.

    Sebelum merancang dan membuat alat tersebut, Hansyah dan tim melakukan pengamatan pada sungai yang tercemar oleh limbah tahu di Kabupaten Gunungkidul D.I Yogyakarta. Hansyah dan tim melihat beberapa sungai telah tercemar dan sehingga terciptalah gagasan untuk membuat alat tersebut. Alat ini juga jika dihitung dari segi biaya lebih murah daripada alat pH meter yang ada di pasaran.

    Bisa mendapatkan dua penghargaan sekaligus menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Hansyah dan tim. Hansyah dan tim berharap bisa mengikuti kompetisi serupa dengan harapan adanya dukungan dari berbagai pihak terutama dari pihak UNY. Ke depannya Hansyah dan tim juga akan mengajak mahasiswa lain untuk bisa bergabung dalam ajang serupa dan berharap dengan mengikuti kompetisi-kompetisi seperti ini nama UNY bisa lebih dikenal oleh dunia dan UNY bisa lebih maju daripada sebelumnya.

  • Post date: Saturday, 28 August, 2021 - 10:14
    Isi:

    Kebutuhan industry akan kemampuan tenaga kerja terus berubah mengikuti pesatnya perkembangan teknologi yang saat ini memasuki era Industri 4.0 yang ditandai dengan penerapan teknologi otomasi dan robotic. Otomasi produksi diterapkan oleh industri manufaktur bertujuan untuk menciptakan efekifitas dan efisiensi produksi agar dapat mempersingkat proses dan mendapatkan hasil produk yang berkualitas untuk memenangkan persaingan bisnis. Teknologi otomasi dan robotic merupakan masa depan proses produksi di industri manufaktur. Oleh karena itu, siswa SMK sebagai calon tenaga kerja harus disiapkan dengan baik agar mereka siap bekerja di dunia industry.

    Penyiapan lulusan yang siap kerja tidak bisa dilepaskan dari kualitas pendidik. Alasan itulah yang mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kelompok Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yang bertugas di Kampus Vokasi UNY Wates menyelenggarakan Pelatihan Robotic Welding bagi Guru SMK bidang pengelasan. Tim Pengabdi di antaranya Dr. Ir. Widarto, M.Pd., Slamet Karyono, M.T., Ahmad Fikrie, S.ST, M.T., Aris Eko Wibowo, M.Pd., Ardani Ahsanul Fakhri, M.Pd., dan Burhan Febrinawarta, M.T. Pelatihan diselenggarakan pada 28/08/2021 sampai dengan 02/09/2021 di Laboratorium Robotic Welding, Kampus Vokasi UNY Wates.

    Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari SMK Muhammadiyah 2 Wates dan SMK Negeri 2 Pengasih. Pelatihan terdiri dari teori dan praktik. Penjelasan teori dilakukan secara daring melalui Zoom selama dua hari, sedangkan praktik dilakukan secara tatap muka selama empat hari dengan menerapkan protokol Kesehatan Covid 2019 secara ketat dimana setiap harinya pelatihan dibatasi hanya untuk 5 peserta.

    Dr, Widarto selaku Ketua Pengelola Kampus Wates sekaligus Ketua Tim PkM saat pembukaan berharap pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para guru untuk mengembangkan proses pembelajaran khususnya di bidang otomasi las. “Semoga pelatihan robotic welding ini nantinya dapat ditularkan baik kepada siswa di sekolah Bapak-bapak maupun kepada kolega guru yang lain,” ujarnya.

    “Jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” pesan Ketua Pengelola Kampus Vokasi UNY Wates

    Ahmad Fikrie, salah satu tim pengabdi, saat ditemui disela-sela pelatihan mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kepada guru SMK tentang robotic welding di era revolusi industry 4.0, serta memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada era industri 4.0. “Penggunaan robotic welding di industri saat ini sangat pesat sehingga pendidik sekolah vokasi dituntut beradaptasi untuk menyelenggarakan pembelajaran yang berorientasi pada era revolusi industry 4.0,” ujarnya. (aew)

Pages