OUR NEWS
  • Post date: Monday, 29 November, 2021 - 15:21
    Isi:

    Setiap lembaga atau instansi pemerintah termasuk Universitas wajib merumuskan indikator kinerja utama, dan menjadikan hal itu sebagai prioritas utama. Indikator kinerja Utama berfungsi sebagai penentu ukuran sejauh mana keberhasilan dan pencapaian yang telah diraih penyelenggara pendidikan selama periode waktu tertentu. Kerjasama dengan industry merupakan salah satu dari delapan Indikator Kinerja Utama yang harus dipenuhi. Menyikapi hal tersebut, Program Studi Diploma IV Teknik Mesin, Universitas Negeri Yogyakarta terus menjalin Kerjasama dengan Industri yang relevan.

    Program Studi Diploma IV Teknik Mesin pada Senin (29/11) melakukan kegiatan kunjungan industry ke PT Alberindo Prima Persada dalam rangka menjalin Kerjasama untuk meningkatkan link and match. Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator Prodi, Koordinator Praktik Industri Prodi, dan sejumlah dosen Prodi D-IV Teknik Mesin. Industri yang bergerak di bidang pembuatan dan maintenance alat berat itu, berkantor di UKM Center Kota Semarang lt.1 - B4 Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

    Kedatangan rombongan dosen dari UNY disambut langsung oleh Bapak Kasmin Riyadi, Direktur PT Alberindo Prima Persada. Ia berterima kasih atas kunjungan perwakulan Prodi D-IV Teknik Mesin UNY dan menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak dalam rintisan alat berat Indonesia merk “Kasmino” seperti Excavator.

    Excavator merupakan alat berat yang paling komplek sehingga bisa disebut induknya alat berat. Jika Excavator sudah dikuasai maka alat berat yang lain akan lebih mudah untuk dikembangkan,” papar Kasmin.

    Jenis excavator yang telah dibuat yakni Excavator Tambak dan Mini Excavator. Selain itu, industri rintisan alat berat Indonesia ini telah memproduksi Unit Peraga, Mini Loader, dan Mobile Molen.

    “Misi kami adalah menyediakan alat berat yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan alat berat produk luar negeri,” tambah Kasmin.

    Dr. Ir. Heri Wibowo, M.T., Koordinator Prodi D-IV Teknik Mesin berharap dapat menjalin Kerjasama yang saling menguntungkan dimana PT Alberindo Prima Persada mendapatkan bantuan perancangan hingga pembuatan alat berat dari mahasiswa, sedangkan Mahasiswa Prodi DIV Teknik Mesin mendapatkan ilmu pengetahuan baru di bidang pembuatan alat berat.

    “Kami mengucapkan terima kasih telah diperkenankan untuk kunjungan ke PT Alberindo Prima Persada, semoga kerjasama ini bermanfaat untuk kedua belah pihak,” tambah Heri.

    Kegiatan dilanjutkan dengan perbincangan hangat serta penandatanganan MoA dan IA. Kerjasama yang dapat dijalankan oleh kedua belah pihak yakni Kerjasama Magang Mahasiswa dan Praktisi Mengajar di Kampus. Peserta kunjungan industry berkesempatan melihat langsung proses produksi excavator mini di workshop yang beralamat di Jl. Gg. Nirwana Sari II No.13-16, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang. Peserta juga berkesempatan untuk mecoba sepeda bertenaga sinar matahari yang berhasil dikembangkan. Kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama. (aew)

  • Post date: Sunday, 28 November, 2021 - 09:11
    Isi:

    Kampus Wates Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkomitmen untuk menjadi Kampus Penyelanggara Program Vokasi UNY yang unggul dan fokus pada kepuasan pelanggan. Pelayanan prima oleh tenaga kependidikan merupakan kunci meraih kepuasan pelanggan. Mengingat hal itu, Kampus Wates UNY menyelanggarakan Workshop Peningkatan Pelayanan Prima bagi Tenaga Kependidikan Kampus Wates Universitas Negeri Yogyakarta pada Sabtu-Minggu (27-28/11/2021).

    Kegiatan yang bertema ”Layanan Prima bagi Tendik” ini diselenggarakan di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga, Jawa Tengah. Acara dibuka oleh Ketua Pengelola Kampus Wates UNY, Dr. Ir. Widarto, M.Pd. Dalam sambutannya Ia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, baik pelanggan internal yakni dosen dan mahasiswa, maupun pelanggan eksternal yakni industri yang telah bekerjasama dengan Kampus Wates UNY.

    “Kampus Wates disiapkan untuk menjadi Kampus Penyelenggara Program Vokasi UNY seiring dengan status UNY menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) sehingga tendik harus menyiapkan diri agar mampu memberikan layanan prima mengingat kultur vokasi lebih banyak berhubungan dengan pihak eksternal yakni industry dan dunia kerja.” tambah Widarto.

    Materi pertama tentang Peningkatan Pelayanan Prima bagi Tenaga Kependidikan UNY Kampus Wates disampaikan oleh Kepala Biro Umum, Perencaraan, dan Keuangan, Bapak Sukirjo, M.Pd. Materi kedua tentang Budaya Kerja Industri disampaikan oleh Ketua Pengelola Kampus Wates UNY, Dr. Ir. Widarto, M.Pd. Kegiatan di hari berikutnya adalah outbond dan diakhiri dengan kegiatan ramah tamah. (aew)

  • Post date: Friday, 26 November, 2021 - 14:04
    Isi:

    Mahasiswa merupakan generasi penerus masa depan yang akan memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang semakin maju dan sejahtera. Mahasiswa harus memahami nilai-nilai dan prinsip anti korupsi agar bangsa ini terbebas dari perilaku korupsi yang merugikan. Oleh karena itu Kampus Wates UNY menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” bagi mahasiswa baru pada Jum’at (26/11) melalui. Acara yang diselenggarakan melalui Zoom dan live streaming youtube ini dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Widarto, M.Pd., Ketua Pengelola Kampus Wates UNY.

    Dalam sambutannya, Widarto mengatakan bahwa berdasarkan berita di berbagai media, kasus tindak pidana korupsi di Indonesia tidak ada hentinya. Oleh karena itu, kita sebagai insan pendidik dan mahasiswa yang merupakancalon pemimpin dan penerus masa depan bangsa harus sedini mungkin diberi pencerahan dan penyuluhan bagaimana bisa menghindarkan diri dari tindak pidana korupsi sesuai kaidah hukum.

    “Tindakan korupsi adalah Tindakan yang paling dibenci oleh masyarakat, jelas menyalahi hukum, dan dilaknat oleh Allah SWT karena merugikan semuanya. Oleh karena itu kami memiliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan upaya pencegahan dan pemberantasannya,” imbuhnya.

    Tak lupa, Ketua Pengelola Kampus Wates UNY mengucapkan terima kasih terhadap semua panitia yang telah menyukseskan acara ini, dan berpesan kepada mahasiswa agar mengikuti kuliah umum ini dengan baik dari tempat masing, terima kasih kepada narasumber

    Narasumber Kuliah Umum Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ini adalah Drs. Ir. Arief Noor Rokhman, M. Hum., Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jayapura. Materi yang disampaikan meliputi sejarah korupsi, konvensi korupsi, pengertian korupsi, pengertian kerugian negara, unsur-unsur dan jenis korupsi, dampak masif, nilai-nilai dan prinsip anti korupsi, faktor-faktor pendorong korupsi, upaya pencegahan bagi mahasiswa, serta peran mahasiswa terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

    Arief berharap mahasiswa terlibat aktif dalam membangun budaya anti korupsi, sebagai agent of change, agen penggerak dengan cara menanamkan nilai2 dan prinsip anti korupsi dari diri sendiri seperti kejujuran, keberanian, kemandirian, kedisiplinan, kesederhanaan, adil, dan tanggungjawab. (aew)

  • Post date: Tuesday, 12 October, 2021 - 10:14
    Isi:

    Mahasiswa program studi Diploma IV Teknik Mesin yang terdiri dari Ahmad Rizal Rifani sebagai ketua tim, Devi Kusumawati, Arif Hidayat, dan Adithya Pradana Arya Permadi sebagai anggota. Tim yang dibimbing oleh Bayu Rahmat Setiadi, S.Pd., M.Pd.  merupakan satu-satunya perwakilan dari Universitas Negeri Yogyakarta yang berhasil lolos kedalaman TOP 120 Innovillage 2021 dari jumlah pendaftar proposal 482 dari 31 provinsi dan 67 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pengumuman TOP 120 di umumkan pada tanggal 6 Oktober 2021 pukul 13.40 WIB melalui aplikasi virtual zoom meeting dan melalui website https://bit.ly/SKPenetapanTop120Innovillage2021.

    Innovillage sebuah kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital melalui kolaborasi PT Telkom Indonesia bersama Perguruan Tinggi dalam hal ini Telkom University. Kegiatan ini diselenggarakan sejalan dengan Program Nasional dalam Transformasi Digital dan peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa, serta visi Telkom menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat. Innovillage mewadahi Perguruan Tinggi se-Indonesia dalam menggugah mahasiswa/i yang sedang di berada kampung halaman (selama pandemi Covid-19) untuk ikut terlibat langsung membantu memberikan solusi terhadap problem-problem sosial masyarakat desa mereka melalui inovasi-inovasi digital aplikatif yang dengan memiliki keterkaitan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) sehingga tercipta kemanfaatan sosial dan peningkatan ekonomi yang terukur. Terutama dalam penanganan Pandemi Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan aturan Pemerintah Pusat atau Pemerintah daerah masing-masing. Kegiatan ini juga wujud nyata penerapan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam melahirkan talent-talent digital masa depan menuju Indonesia Maju.

    Dosen Pembimbing, Bayu Rahmat Setiyadi, M.Pd., mengatakan bahwa setelah lolos TOP 120 maka tim akan berhak mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Proposal yang diajukan mengangkat judul "Sosial Project Waste Management System (WAMAS) pada Kelompok Swadaya Masyarakat Desa Muktisari Kabupaten Kebumen. Aplikasi WAMAS ini terdiri dari dua User Interface yaitu sebagai administrator dan konsumen (nasabah bank sampah).

    “Nasabah bank sampah dapat memilih metode penyetoran sampah dengan dijemput mitra atau setor sendiri dengan metode pencacatan saldo dan berat berbasis elektronik. Sehingga anggota dapat mengontrol dan melihat berapa jumlah yang disetorkan dan dapat melihat jumlah tabungannya yang ada di Kelompok Swadaya Masyarakat.” ungkap Bayu

    Ketua Tim, Ahmad Rizal Rifani, Berharap melalui aplikasi WAMAS ini kita dapat membantu meningkatkan dan memajukan kegiatan bank sampah di Desa Muktisari, Kabupaten Kebumen.

    “Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan mampu mengolahnya dengan baik, agar lingkungan tetap terjaga dan terbebas dari sampah serta menggugah kesadaran akan manfaat mengolah sampah menjadi sumber penghasilan.” terang mahasiswa yang akrab dipanggil Rizal itu. (aew)

Pages