OUR NEWS
  • Post date: Thursday, 29 September, 2016 - 10:32
    Isi:

    Hima PGSD Penjas FIK UNY menggelar lomba Senam Angguk antar Sekolah Dasar se Kulon Progo pada Minggu (25/9) di GOR UNY Kampus Wates. Dalam sambutan, Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Sumarsono, M.Si. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas digelarnya lomba senam angguk untuk Sekolah Dasar se – Kulon Progo. “Senam angguk merupakan bagian dari pelestarian kebudayaan Kulon Progo dengan menyinergikan antara senam dan tarian angguk. Sehingga kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi bagi anak-anak SD untuk ikut melestarikan budaya sekaligus memberikan semangat berolahraga sejak dini.” Acara pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo didampingi oleh Sekretaris Bidang III, F.Suharjana, M.Pd.
    Sedangkan Menurut Sekretaris bidang III, F. Suharjana, M.Pd. menyampaikan bahwa menang dan kalah dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang biasa jadi diharap untuk para peserta lomba untuk tetap bersemangat dan menjunjung tinggi sportivitas.”Jangan berkecil hati bagi adik adik yang belum juara karena yang lebih penting para peserta lomba dapat telah turut andil dalam melestarikan kebudayaan senam angguk Kulon Progo.”ungkap Suharjana

    Setiap regu senam angguk terdiri dari 10 orang anak dan menampilkan senam angguk versi 1 dengan kriteria penilaian berupa kerampakan yakni tinggi rendah postur tubuh, kekompakan yakni keseragaman gerakan dan penguasaan gerakan secara keseluruhan, koreografi, penampilan yakni keserasian, kerapian dan keberanian melakukan gerakan.

    Menurut Guru pendamping SD Janturan, Suryani, A.Ma.Pd. Bahwa untuk untuk persiapan mengikuti senam angguk ini membutuhkan latihan selama 1 minggu. “ kalau untuk gerakan intinya anak2-anak sudah hapal karena setiap 1 minggu sekali pasti dilakukan pada saat senam pagi. Tapi untuk kreasi dan koreografinya perlu dilatih untuk menyeragamkan gerakan dan kekompakan,” ungkap Suryani. Pemenang dalam perlombaan senam angguk se-Kulon Progo ini juara 1 diraih oleh SD N Serang, Juara II oleh SDN 2 Janturan dan Juara III diraih oleh SD Negeri 2 Pengasih. Dalam acara tersebut juga diadakan permainan edukatif yang diikuti oleh peserta sekolah dasar.

  • Post date: Thursday, 29 September, 2016 - 09:12
    Isi:

    PGSD FIP UNY menerima kunjungan dan silaturahmi akademik dari Jurusan PGSD Universitas Mulawarman Samarida pada Rabu (7/9) di Auditorium UNY Kampus Wates. Kajur PGSD Mulawarman, Dr. Yudodwiyono menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan merupakan silaturahmi akademik dalam mendapatkan informasi tentang kiat atau tips dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran di jurusan PGSD yang akan digunakan dalam proses akreditas jurusan. kunjungan ini selain dosen juga hadir mahasiswa PGSD yang berjumlah kurang lebih 20 mahasiswa.
    Pada sambutannya Sekretaris bidang III, F.Suharjana, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat datang atas kunjungan dari PGSD Universitas Mulawarman. “Semoga kunjungan ini sebagai langkah awal dalam menjalin kerjasama dan dapat saling bertukar pemikiran, motivasi dan inovasi melalui diskusi antar mahasiswa dan dosen bagi kemajuan jurusan PGSD,” ungkap Suharjana.

    “Tidak dapat dipungkiri, lulusan PGSD sekarang memiliki tantangan yang sangat berat karena harus bersaing dengan lulusan dari jurusan lain untuk menjadi guru SD. Perlu adanya kesepakatan bersama antar institusi penghasil lulusan PGSD dan pengampu kebijakan di sekolah untuk merundingkan hal ini. Dan melalui forum ini menjadi sangat tepat untuk menjadi bahan diskusi bersama,” tandas Suharjana. Selain itu, juga disampaikan perkenalan singkat tentang UNY Kampus Wates dengan fasilitas sarana dan prasarananya.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua Jurusan PGSD, Suparlan, M.Pd. menyampaikan bahwa kunjungan ini dapat digunakan sebagai wahana diskusi dan saling bertukar info dan pengetahuan bagi mahasiswa ataupun staf pengajar. “Jurusan PGSD di UNY memiliki 4 kampus, yakni di Kampus pusat Karangmalang, UPP kampus 2 di Mandalakrida dan UPP kampus 3 di Bantul. “Dalam proses pembelajaran di PGSD harus sampai pada tahap implementasi. Dan semua mata kuliah hasil akhirnya adalah dapat menelurkan sebuah produk yang inovatif. Dan strategi da media pembelajarannya dapat diimplementasikan langsung di sekolah sekolah dasar di lingkungan sekitar.

    Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa turut juga berdiskusi dan sharing tentang kegiatan mahasiswa seperti penelitian, PKM, kegiatan minat dan bakat mahasiswa. Kunjungan diakhiri dengan berkeliling melihat lebih dekat sarana dan prasarana di UNY Kampus Wates.

  • Post date: Thursday, 1 September, 2016 - 11:01
    Isi:

    Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan PGSD bekerjasama dengan Pusdiklatcab Kulon Progo menggelar Kursus pembina pramuka Mahir tingkat Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan prodi PGSD angkatan.2014 yang digelar pada tanggal (8-13/8) bertempat di UNY Kampus Wates. Acara ini diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari 118 putri dan 42 putra. Kegiatan ini dibuka ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Dekan III FIP, Dr. Sujarwo, M.Pd.

    Pada saat membuka acara, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Sujarwo, M.Pd. Menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa untuk mengikuti KMD ini disambut baik. “Pada masa zaman sekarang telah terjadi degradasi moral pada remaja maupun anak-anak. Variasi IT yg cukup canggih telah melunturkan sopan santun, etika dan memunculkan sikap egois. Tidak hanya kalangan remaja, mahasiswa pun juga mengalami darurat pergaulan. Pergaulan bebas sudah dianggap permisif dengan pola hidup semaunya sendiri. Di kalangan mahasiswa telah hilang keseimbangan karena salah capaian dan sasaran,” ungkap Sujarwo.

    Melihat kondisi seperti itu, salah satu cara itu membentuk karakter yang baik adalah dengan menciptakan kebiasan-kebiasan yang baik. Karakter yang baik terbentuk dari kebiasan yang baik. Membentuk karakter baik yaitu dengan melatihnya. Salah satu kegiatan yang dapat membentuk karakter adalah dengan menyebarkan virus baik dari kegiatan mahir dasar.Diharapkan dari kegiatan ini akan memberikan stimulus untuk membiasakan diri berperilaku yang baik. “Mahasiswa mempunyai tanggung jawab penuh setelah kegiatan ini untuk untuk menjadikan pedoman agar kehidupan lebih baik lagi, harap Sujarwo. Sedangkan menurut Wakil Ketua Kwartir cab. Kulon Progo Drs. H. Bardjo memberikan apresiasi yang mendalam terhadap UNY yang telah menjadikan ketakwaan, kemandiran dan kecerdasan sebagai dasar pencapaian mahasiswa UNY. “Ini akan meringankan tanggung jawab kita sebagai pemegang amanah kepramukaan karena hal itu sama dengan dasar gerakan pramuka Keppres 238 tahun 1961 agar anak-anak dan pemuda Indonesia harus memiliki kepribadian yang berwatak luhur, cerdas dan takwa. Pramuka merupakan salah satu cara untuk membentuk karakter anak bangsa dan mengatasi kemorosotan moral dan karakter,” jelas Bardjo.

    Para peserta selama kursus pembina Mahir tingkat Dasar ini akan mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang kepramukaan, kerjasama, dan kepemimpinan. Juga diadakan acara unggun sebagai malam apresiasi kesenian dari para peserta.

  • Post date: Thursday, 23 June, 2016 - 11:55
    Isi:

    Pendidikan dan karakter merupakan dua hal yang saling membutuhkan. Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana pendidikan selalu berkaitan dengan pembentukan manusia-manusia muda (Koesoema, 2). Dengan pendidikan, diharapkan tercipta manusia yang bermartabat dengan karakter terpuji didalamnya. Karakter bukan sekadar hasil dari sebuah tindakan, melainkan secara simultan merupakan hasil dan proses. Idealnya, semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin tinggi pula karakter terpuji yang dimiliki. Namun, di Indonesia masih banyak kasus dimana para individu berpendidikan sebagai subjeknya. Apabila keadaan ini terus dibiarkan, maka pemegang tongkat kepemimpinan bangsa Indonesia hanya sebuah pertanyaan dan arah bangsa ini masih dipertanyakan pula. Kondisi bangsa Indonesia seperti inilah yang mendorong gagasan pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta berupa bimbingan belajar dengan menanamkan karakter toleransi di dalamnya. Kelima mahasiswa tersebut yaitu Diyah Suci Kumalasari, Fina Indriana, Putri Febrianti Eka Yoga (Fakultas Ekonomi), Dewi Maryam (Fakultas Ilmu Pendidikan), dan Imam Tri Prabowo (Fakultas Ilmu Keolahragaan).

    Cabin of Ideal Recreation and Academic for Children Aboveboard atau CIRACA, begitulah mereka menamakan pengabdian masyarakat ini. Mereka melakukan pengabdian masyarakat di Dukuh Paingan, Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Paingan merupakan padukuhan besar yang meliliki tiga ratus kepala keluarga. “Di sini ada 2 SD, yaitu SD Serang dan SD Kepek. Namun, diantara keduanya terdapat perbedaan siswa dalam bersikap. Misal ketika bermain, masing-masing dari mereka menginginkan sebagai pemenang. Ketika ada teman yang menang, teman lain marah kepada anak yang menang tersebut.” ujar Pak Maryadi, Kepala Dukuh Paingan. Beliau juga mengatakan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya yaitu karena lingkungan belajar dan teman-teman sekitar yang belum baik. Para orang tua kurang memberikan perhatian kepada sang anak, sehingga kontrol belajar dan pendampingan sebagai makhluk sosialkepada sang anak kurang diterapkan. Diyah Suci Kumalasari memaparkan bahwa tujuan diadakannya program ini yaitu untuk memberikan wadah untuk anak-anak usia Sekolah Dasar dalam menambah pengetahuan akademik yang menyenangkan berupa pendidikan karakter (toleransi).“Program ini telah berjalan sejak Senin, 18 April 2016. Peserta yang terdiri dari siswa kelas satu sampai lima kami bagi berdasarkan kelas, namun tidak membedakan dari SD mana mereka berasal. Tenaga Pendidik juga kami ambilkan dari mahasiswa yang kompeten dalam menyampaikan materi pembelajaran, yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.” sambungnya.

    Diyah Suci Kumalasari menambahkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, siswa diajak belajar dengan santai, namun serius. Hal ini diaplikasikan dengan menyisipkan permainan edukatif dengan materi agama, pengetahuan sosial, maupun pengetahuan umum. Pembelajaran dilakukan di dalam maupun luar ruangan. Selain itu, tim CIRACA juga mengadakan outbond di akhir bulan kedua. Hal ini bertujuan untuk memancing tumbuhnya rasa toleransi antar individu maupun lingkungan. Dalam kegiatan, tim CIRACA berlaku sebagai koordinator yang mengawasi dan membantu mengingatkan pengajar apabila terdapat sifat atau sikap siswa yang kurang terpuji. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, tim CIRACA melakukan evaluasi dan koordinasi dengan tim pengajar yang bertujuan memperbaiki pertemuan yang akan datang.

    “Kami memberikan pengertian mengenai toleransi dan pentingnya toleransi dalam kehidupan di sela pembelajaran. Apabila terdapat sifat atau perilaku siswa yang kurang toleransi, pengajar maupun tim CIRACA langsung mengingatkan dengan menyampaikan kembali materi toleransi yang telah disampaikan pengajar sekaligus memberikan pembenaran sikap maupun sifat yang seharusnya dilakukan. Pada awalnya memang susah untuk mengkondisikan para siswa dari dua sekolah yang berbeda ini. Namun, setelah lebih dari satu bulan berjalan, para siswa telah menunjukkan toleransi terhadap sesama teman, pengajar, maupun tim CIRACA. Siswa yang awalnya acuh kepada teman, kini telah mulai bisa berkomunikasi dengan baik kepada lawan bicaranya.” Ujar Diyah Suci Kumalasaari. Tim CIRACA selaku mahasiswa peraih Dana Hibah Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat 2016 berharap CIRACA tak hanya sebagai Program Kreativitas Mahasiswa, namun tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi perbaikan karakter siswa.(Putri)

Pages