OUR NEWS
  • Post date: Thursday, 23 June, 2016 - 09:31
    Isi:

    Hujan deras selama seharian penuh menyebabkan beberapa bencana alam di beberapa daerah salah satunya Purworejo. Tanah longsor dan banjir bandang terjadi di beberapa titik di Purworejo. Kerugian baik jiwa maupun materi dialami oleh masyarakat korban bencana alam. Keprihatinan akan kabar tersebut menggugah mahasiswa PGSD Kampus Wates untuk bergerak nyata.
    Dalam salah satu misi yaitu menciptakan mahasiswa berjiwa sosial tinggi yang berguna bagi masyarakat, HIMA PGSD Kampus Wates melaksanakan aksi peduli bencana alam di Purworejo. Diawali dengan melakukan galang dana baik berupa uang maupun barang melalui media sosial. Hasil penggalangan dana kemudian disalurkan kepada korban di Purworejo.

    Selasa, 21 Juni 2016 tepat pukul 09.00 WIB rombongan mahasiswa berangkat dari Wates dengan menggunakan satu mobil dan beberapa motor menuju Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Purworejo untuk mencari info lokasi yang membutuhkan bantuan. Kemudian diputuskan untuk menuju desa Jelok, Kaligesing, Purworejo yang merupakan salah satu desa yang terkena tanah longsor dengan membawa bantuan sembako, air mineral, pakaian layak pakai, dll. Rombongan menuju lokasi sekitar 20 menit dari BPBD dengan kondisi yang cukup ekstrim karena jalan yang berkelok serta licin. Sampai di lokasi bantuan disalurkan melalui posko yang tak jauh dari lokasi tanah longsor.

    Setelah itu rombongan menuju lokasi longsor bertemu beberapa korban longsor. Menurut salah satu warga Koran yang selamat kejadian diawali dengan hujan deras pukul tiga sore hingga malam hari sekitar pukul tujuh malam terjadi banjir di salah satu sungai, saat itu warga mulai kebingungan disusul dengan tanah longsor secara mendadak sekitar pukul delapan malam membuat warga semakin bingung. Bencana tersebut menelan korban dan menyebabkan kerugian besar dengan rusaknya rumah-rumah warga.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 12:01
    Isi:

    Memeriahkan dies Natalis UNY ke 52, UNY Kampus Wates kembali mengelar Jalan dan Sepeda sehat pada Minggu (1/5/2016) dimulai dari Gedung Layanan Akademik UNY kampus Wates. Acara ini diikuti oleh 1257 peserta dengan jumlah yang sepeda sehat 553 orang dan jalan sehat sebanyak 704 orang. Sepeda dan jalan sehat ini dikuti oleh Wakil bupati beserta jajarannya, Rektor UNY dan pejabat di lingkungan UNY, dosen, karyawan, mahasiswa dan warga sekitar Kulon progo.

    Pada pembukaan, Wakil Bupati Kulon progo, H. Drs. Sutedjo memberikan apresiasi atas terselenggaranya kembali sepeda dan jalan sehat sebagai sebuah agenda tahunan yang membawa manfaat kesehatan dan terjalinnya silaturahim antara UNY dan warga di sekitar Kulon Progo.

    “Di dies natalis UNY yang ke 52 ini merupakan momentum yang tepat untuk UNY melakukan refleksi diri untuk terus berbenah dan berperan aktif dalam dunia pendidikan dan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan semoga UNY dapat terus berkembang dan semakin maju,” harap Sutedjo.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor I, Drs. Wardan Suyanto, MA. Ed.D menyampaikan harapannya bahwa keberadaan UNY di Kulon Progo ini akan membawa kemajuan bagi mahasiswa dan lingkungan di UNY wates serta bagi perkembangan dunia pendidikan di Kulon Progo.”Dan saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama sehingga UNY dapat institusi pendidikan yang terpercaya terutama di Kulon Progo,” imbuh Wardan.

    Menurut ketua Panitia, Aprilia Tina Lidyasari, M.Pd. bahwa jarak tempuh untuk jalan sehat sejauh 4 km dan sepeda sehat menempuh jarak 10 km dengan rute perjalanan melingkupi wilayah Pengasih dan Wates. “Kegiatan sepeda sehat ini agar lebih mendekatkan dan mengenalkan keberadaan Universitas Negeri Yogyakarta kepada masyarakat,” tambah Aprilia.

    Peserta akan mendapatkan kupon yang berkesempatan untuk meraih hadiah utama dan doorprice. Peserta yang berhasil mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor Revo fit adalah Lastini dari Nanggulan dan Rahmandanu Frans Adeastra dari Lendah. Peserta yang mendapatkan sepeda gunung adalah Fauzan Kustyanta dari Lendah dan Sidik dari Pengasih. Sedangkan yang meraih TV LED adalah Binti Nazhirotul Badriyah dari Kalidawir Tulungagung dan Satrio Aji Pramono dari Mijen Demak.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 11:29
    Isi:

    Saat ini ada sekitar 500.000 guru yang akan memasuki masa pensiun. Hal ini menjadi perhatian bersama agar menimbulkan masalah. Kondisi ini sudah dikomunikasikan dengan Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi salah satunya dengan pemberhentian moratorium untuk guru. Pemerintah pusat juga akan melakukan memetakan kebutuhan guru dan persediaan yang ada sampai di level kecamatan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, P.hd sebagai Keynote Speaker dalam Seminar Nasional dengan tema Tata Kelola Guru untuk Meningkatkan Pendidikan Yang Memuliakan pada Sabtu (23/4/2016) di UNY Kampus Wates. Seminar ini juga menghadirkan narasumber Pakar Pendidikan dan juga Guru Besar UNY, Prof. Suyanto, Ph.D, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, SP.Og dan Direktur Masijidil Ilm Bani Hasyim Malang, Dr. Aji dedi Mulawarman, SP., MSA.

    Selain itu, kebutuhan guru yang bertambah juga diikuti dengan kualitas guru yang semakin meningkat. Walaupun dari hasil uji kompetensi guru (UKG) tidak ada perbedaan yang signifikan antara penerima sertifikasi dengan yang belum. “Seharusnya untuk sudah menerima sertifikasi dapat lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Bagi yang belum masih ada proses bertahap dan akan dituntaskan,” kata Anies.

    Selain itu Kebijakan anggaran di daerah belum berpihak ke bidang pendidikan. Alokasi anggaran yang ada masih di bawah 20%. “kewenangan pendidikan ini sejak 2001 sudah menjadi kewenangan daerah. Setiap tahun pemerintah juga mengucurkan dana pendidikan kepada daerah. Hanya saja masih ada dana pendidikan yang dihitung dua kali.Saat di pusat dana ini sudah diplot untuk pendidikan. Namun di daerah justru masuk ke APBD dan kembali diberikan untuk pendidikan sekitar 20 persen. Akhirnya kucuran yang sampai di bawah semakin kecil.” Ungkap Anies.
    Sedangkan Menurut Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sp.O.G pemerintah daerah Kulon Progo terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah salah satunya dengan mendongkrak kualitas guru. Hal ini dilakukan melalui pencapaian pemenuhan jenjang minimal pendidikan guru, pelatihan dan penyegaran bagi guru. “Selain itu Guru juga tidak hanya cukup kompeten tapi juga profisien. Profisien adalah perpaduan kompeten dan efisien. Dan guru tidak hanya bekerja tapi juga harus berkarya. Berkarya dengan menciptakan inovasi baru tidak monoton.”

    Menurut, Pakar pendidikan Prof. Suyanto, Ph.D bahwa untuk menjawab tuntunan abad 21 guru merupakan motivator dan inspirator bagi peserta didik. “Guru profesional harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas. Kemampuan kreativitas siswa dapat diperoleh melalui proses mengamati, menanya, menalar, mencoba dan membuat jaringan. Selain itu Guru juga harus memiliki kemampuan penguasaan teknologi serta penegakan kode etik guru dengan menjunjung tinggi norma perilaku.

    Seminar ini merupakan kerjasama UNY wates dengan IKA UNY dalam rangka dies Natalis UNY ke 52. Dalam laporannya, Ketua Panitia, Siswanto, M.Pd. mengharapkan seminar ini akan memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para guru dan penggiat pendidikan tentang tata kelola guru baru yang akan diimplementasikan. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, guru dan penggiat pendidikan.

  • Post date: Monday, 13 June, 2016 - 09:42
    Isi:

    Program PPG SM-3T yang berlangsung selama 1 tahun dengan kegiatan workshop dan PPL yang padat mengharuskan stamina dan kebugaran yan sehat. Sebagai program diawal kegiatan, Pengelola Asrama mengadakan test kebugaran jasmani bagi para mahasiswa PPG SM-3T angkatan IV pada Sabtu (26/3) di halaman rusunawa dan alun-alun wates. Test kebugaran jasmani terdiri dari ukur berat badan, tinggi badan dan lari sejauh 1600 m.

    Menurut Ketua Pengelola Rusunawa Wates, Dapan, M.es kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. “Bagi mahasiswa PPG SM-3T aktivitas yang padat membutuhkan fisik yang bugar. Hal ini dapat dilatih dengan melakukan aktivitas fisik minimal 3 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit secara teratur, terukur dan bertahap. Misalnya kita bisa naik turun tangga di asrama setiap pagi secara bertahap sedikit demi sedikit,”ungkap Dapan.

    “Selain itu asupan makanan juga harus diperhatikan. Komposisi antara karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan cairan juga harus seimbang. dari asupan tersebut dapat kita ukur dengan jumlah Indeks Massa Tubuh dengan kategori kurus, ideal dan obesitas. Jika kurang dari 18,5 adalah kurus dan lebih dari 25 termasuk obesitas. Keberhasilan kalian untuk dapat bertahan selama 1 tahun di asrama dan lulus UTN salah satunya adalah dengan tetap sehat dan bugar,” papar Dapan.

    Disela-sela tes kebugaran juga digelar pelantikan kepengurusan PPG SM-3T angkatan IV yang terdiri dari Lurah Putra, Sidiq Pramudito dari prodi Pendidikan Biologi, Lurah Puteri, Joan Bugis dari PPKN, Sekretaris Putra, Wahyudin dari prodi PPKN dan Sekretaris Putri dari Prodi Sosiologi. Serta dibantu oleh RT dan RW untuk tiap lantai yang terdiri dari ketua RT 03 Timur Putera, Muhammad Sujanto dari prodi Pendidikan Sosiologi, Ketua RT 03 Barat Putera, Basuki Rachmat dari prodi PJKR, Ketua RT 04 Timur Putera, Firmansyah Sulistiyono dari prodi Pendidikan Teknik Mesin, Ketua RT 04 Barat Putera, Seto Suryo Atmojo dari prodi PJKR. Sedangkan untuk lantai asrama puteri dari ketua RT 01 Timur Puteri, Tsany Nur Farhani dari prodi PAUD, Ketua RT 04 Timur Puteri, Fitria Arumsari dari prodi PAUD, Ketua RT 04 Barat Puteri, Agasta Ika Wulansari dari prodi Pendidikan Biologi, Ketua RT 05 Timur Puteri, Komang Novitri Ardani dan Ketua RT 05 Barat Puteri, Wahyu Wardani Setyaningsih dari prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

    Dalam sambutannya, Ketua Pengelola UNY Kampus Wates, Bambang Saptono,M.Si. menyampaikan bahwa kepengurusan dalam PPG SM-3T ini merupakan amanah dan bukanlah beban bagi mahasiswa yang diberi tugas tambahan. “Asrama ini anggaplah sebagai milik bersama. Rawatlah sebagaimana seperti rumah sendiri. Sebagai pengurus rusunawa kami menerapkan pendekatan andragogi (pendekatan untuk orang dewasa) bukan pedagogi lagi. Dengan pendekatan ini semoga kita saling paham tugas dan tujuan dari PPG ini untuk bisa lulus 100%”,pesan Bambang.

Pages